
Putri Bintang sangat sedih dan kecewa tidak ada satu pun yang bisa percaya dengan nya.
" Panglima ....!!! " Putri Bintang
Panglima Yama senyum dan menutup mata menyerahkan kehidupan nya.
" Hentikan !!! " suara sangat keras
Semua menoleh kearah suara itu, Panglima Yama juga membuka matanya. Putri Bintang pun ikut melihat kearah itu.
" Hentikan Baginda ... " Tabit
" Tabit, apa kau mau menghentikan ini? " Raja
" Ampun Baginda, hamba tidak berani, tapi harus yang anda ketahui dan semua orang disini " Tabit berlutut
" Katakan lah, kita sudah cukup lama mengulur waktu " Pengadilan
" Ampun Baginda, sebenarnya yang bersalah bukan Panglima Yama namun orang lain " Tabit
" Apa bukti anda " Pengadilan
Prajurit setia Panglima Yama datang membawa seseorang yang wajahnya di tutup kain hitam " Ini Baginda pelaku nya "
" Bagaimana kalian bisa mengatakan orang itu bersalah jika kau tidak ada bukti? " rakyat
" Kami ada bukti bahwa Panglima Yama di jebak, orang ini sangat membenci Panglima Yama " prajurit setia
" Tidak bisa hanya dengan kata - kata " Pengadilan
" buka topeng nya " Rakyat
Tabit berdiri dan membuka kain hitam yang menutup " ini lah orang nya "
Selir sangat kaget jika yang di bawa adalah orang Selir. Selir pun mulai berubah dan merasa sangat takut, namun tetap berusaha memperlihatkan bahwa diri nya tidak bersalah .
" Ini lah pelaku nya baginda " prajurit setia
" Kami tidak bisa percaya jika tidak ada bukti, kalian kan bisa saja mencari kambing hitam dan menyalahkan orang lain demi menyelamatkan Panglima Yama " Pengadilan
" Kami ada bukti baginda " Tabit
__ADS_1
Dayang Mina pun datang .... Putri Bintang dan panglima Yama sangat senang. Sedangkan Selir tambah memburuk melihat kejadian dayang mina ikut berada disini.
" Hormat hamba Baginda " Dayang Mina
" dayang Mina " Putri Bintang
" Putri ampuni hamba membuat anda khawatir " Dayang Mina
" Baginda saat kejadian itu hamba baru saja selesai dari tugas hamba, hamba masuk ke kamar namun tiba - tiba hamba di bekap dari belakang oleh pria ini, awalnya dia bertopeng, hamba melihat dia membawa pedang Panglina Yama. Awalnya hamba mengira dia adalah panglima Yama, namun dia mulai ingin berbuat tidak benar, hamba berusahaa melawan, saat hamba melawan , hamba tidak sengaja menarik topeng yang digunakan. Dari sana hamba melihat bahwa itu bukan Panglima Yama, setelah dia mengetahui bahwa dia bukan Panglima yama, dia berusaha membunuh hamba. hamba melawan terus dan berteriak untuk melindungi diri Baginda. Setelah itu hamba tidak sadarkan diri baginda " Pengakuan Dayang Mina
Semua orang diam, dan Raja mulai berpikir bahwa apa yang dikatakan Putri Bintang benar.
" Ayah! lepaskan panglima Yama , dia tidak bersalah, dan ayah sudah dengar sendiri ini adalah fitnah yang di buat orang " Putri Bintang
" Baginda, hamba mengatakan yang sebenar nya, dan hamba berani di sumpah bahwa yang hamba katakan adalah sejujur nya Baginda " Dayang Mina
" Baginda, tentukan keadilan anda " Prajurit setia berlutut
" Iya ini harus di adilkan " rakyat saling berbisik
" Hukum yang bersalah, berikan gelar baik kepada yang tidak bersalah " rakyat
" Raja, bagaimana keputusan anda " penasihat
" Aku tahu apa yang harus aku lakukan " Raja
" Baginda, tolong lah dengarkan kebenaran bukan melihat ketidak nyataan " Tabit
Putri Bintang berlutut " Baginda Raja, hamba Putri Bintang Kerajaan Langit memohon pada anda untuk melepaskan yang tidak bersalah dan menghukum yang bersalah. Lakukan lah peraturan baru untuk kerajaan ini baik rakyat atau pejabat. Buat lah peraturan ini dari sekarang Baginda. Buatlah suatu penyelidikan dengan beberapa kasus dan bukti baru memutuskan seseorang salah. Merka juga akan dihukum berdasarkan besar kecil nya kesalahan bukan setiap kesalahan akan di cambuk dan di hukum mati Baginda. Lakukan lah dan umum kan hal ini Baginda " Putri Bintang memohon dengan resmi
Rakyat berbisik " itu benar supaya kita tidak mati sia - sia seperti selama ini "
Para pejabat dan semua yang berada di sana setuju dengan Putri Bintang karena hukum di Kerajaan Langit selama ini sangat kejam.
Semua orang pun ikut berlutut dan memohon " kami semua setuju dengan Putri Bintang Baginda, Tolong lah tetap kan hukuman baru sesuai yang benar seperti yang dikatakan Putri Bintang. Mohon kabulkan Baginda !!! " Semua orang
Selir dan Putri Cahaya sangat kesal dan marah melihat Putri Bintang mulai di dukung oleh semua orang.
Raja diam melihat Putri bintang sangat mengerti hukum.
" Saya akan melepaskan Panglima Yama, asalkan pria yang sudah menjebak Panglima yama mengatakan yang sebenarnya " Raja
__ADS_1
Pria itu diambil oleh para prajurit dan di cambuk depan semua orang.
" Ampuni hamba, Hamba lah pelaku nya, apa yang dikatakan Dayang Mina benar. Hamba sudah menjebak Panglima Yama untuk menghancurkan nya "
" siapa yang menyuruh mu? " Cambukan mendarat di punggung nya
" hamba bekerja sendiri, tidak ada yang menyuruh hamba Baginda "
Pengadilan " Hukum dia , ikat!! "
" lepaskan Panglima Yama " Perintah Raja
Prajurit melepaskan Panglima Yama, Putri Bintang lari menghampiri Panglima Yama, Prajurit setia Panglima juga segera berlari membantu Panglima Yama.
Raja melihat kedekatan Panglima Yama dengan Putri Bintang, menurut nya ini tidak baik.
Pelaku sebenarnya pun diminta untuk mengatakan, namun sedikit pun dia tidak mau buka siapa pelaku. Akhirny Pengadilan memutuskan untuk di hukum gantung. Selir sudah pergi lebih dulu tanpa ada orang yang sadar.
Pagi itu sangat mencengkam, semua sudah kembali termasuk Raja.
*** Kediaman Panglima Yama
Selain Putri Bintang dan prajurit setia nya, tabit dan dayang Mina pun ikut bersama dengan Panglima Yama.
" Apa kau baik - baik saja? " Putri Bintang
" Aku baik - baik saja, terima kasih kamu sudah membantu ku untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah " Panglima Yama
" Jangan berterima kasih dengan ku, berterima kasih dengan mereka yang sudah membantu mu " Putri Bintang
" Maafkan saya Panglima, karena saya baru sadar jadi anda sempat di hukum seperti ini. Padahal anda sama sekali tidak salah " Dayang Mina
" Sudah lah Dayang Mina, ini namanya musibah, kita juga harus tahu kenapa orang itu ingin membuat ku seperti ini? " Panglima Yama
Putri Bintang membersihkan luka Panglima Yama " Udah kamu jangan mikir apa lagi, kita harus tenang supaya orang yang jahat tidak bisa menghancurkan kita " Putri Bintang
" Aku ingin tahu siapa dalang dari ini semua " Dayang Mina
" Aku masih menyelidiki " Prajurit Setia
" Sebenarnya sebelum aku mau di hukum sempat saat di penjara di hampiri Selir " Panglima Yama
__ADS_1
" Selir? Maksud mu? " Putri Bintang
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^