Kehidupan Sebelumnya

Kehidupan Sebelumnya
Episode 28


__ADS_3

Kuda yang berada di atas mereka malah berlari jauh, mereka bedua yang saling pandangan kaget. Bintang pun bangun


" Kuda ku? " Bintang mau mengejar


" Hentikan, mungkin karena kamu abis sakit tidak bisa menunggangi kuda jadi biar lebuh cepat kita kuda satu berdua saja " ucap Panglima Yama


" Benar Putri, waktu kita tidak banyak, untuk sampai di kerajaan barat butuh waktu satu minggu " ucap dayang Mina


" Baik lah, lagian aku nggak bisa menunggangi kuda " Bintang dengan lemas


Bintang pun duduk di depan panglima Yama, Panglima Yama mulai menghentak kuda berjalan. Rombongan Putri Bintang pun berangkat.


*Istana Ratu dan Raja


" Baginda, kenapa perasaan saya tidak tenang? " ucap Ratu


" Kenapa? Apa kamu khawatir dengan Putri kita? " Raja menenangkan Ratu


" Tapi hamba tidak pernah merasakan khawatir berlebihan, berbeda dengan ini " ucap Ratu


" Ratu ku, berikan dia kesempatan belajar, kita jangan terlalu mengkhawatirkan dia, dia akan kepikiran jika kita bicarakan terus, lebih baik kau pikir kan bagaimana kehidupan kita setelah kerajaan ini aku serahkan pada Putri ku " ucap Raja


" Maksud baginda? " ucap Ratu


" Aku sangat menginginkan rumah kecil sederhana tanpa siapa pun untuk kita berdua dekat perbatasan timur, disana tempatnya seperti hutan dan dikelilingi sungai, kita buat istana kecil buat kita berdua saja, aku sangat menginginkan itu setelah dia menjadi raju kerajaan langit " Raja sambil menghayal


" Kemana pun kau, aku ikut, aku hidup dan di takdirkan untuk mu, jadi sampai ajal menjemput aku hanya mencintai mu Baginda " ucap Ratu


Raja memeluk erat Ratu, mereka saling mencintai, Raja sangat menyayangi Ratu, dan Raja akan melakukan apa pun untuk Ratu.


* Istana Selir Cahaya


" Ibu , Putri Bintang sekarang pergi, aku ingin Ibu memberikan ide menyingkar kan nya di sana " Putri Cahaya mengobrol dengan Selir


" Putri ku, kamu tunggu saja aku sudah menyuruh orang untuk menyerang mereka dan membunuh Putri Bintang " ucap Selir sambil senyum licik


" Apakah Ibu yakin kali ini akan berhasil? " tanya Putri cahaya

__ADS_1


" Kau meragukan Ibu mu? " tanya Selir


" Bukan meragukan tapi nggak percaya, Ibu tidak pernah berhasil sekali pun, bagaimana aku harus percaya dengan Ibu? " tanya Putri Cahaya


" Itu semua artinya kita belum beruntung bukan gagal Putri " ucap Selir yang kesal


" Ibu jangan marah dong, aku kan cuma bercanda " ucap Putri Cahaya merayu Selir


" Aku melakukan segala hal untuk mu, tapi kau tidak pernah menganggap semua yang Ibu lakukan, saat Ibu berhasil baru kamu sadar siapa Ibu mu ini " ucap Selir


" ya ya Maaf Ibu " Putri Cahaya memeluk Selir


* Perjalanan Putri Bintang


" Kenapa lama sekali sampai? " Bintang merasa lelah duduk diatas kuda yang keras


" Kenapa Putri? Apakah anda lelah? " tanya Panglima Yama


" enggak, siapa yang lelah, mungkin kamu kali " Bintang mengelak


" Kenapa jaman kerajaan gak ada mobil, kalau ada mobil kan enak bisa tidur , gak capek juga " Bintang mengeluh


" Maksud anda tuan Putri? Mobil itu apa? " tanya Panglima Yama yang baru mendengar


" ah, Itu bukan apa - apa kok, kamu jalanin aja kuda mu " Ucap Bintang


" Tuan Putri apakah kau haus? " Panglima Yama bertanya


" Haus sih, tapi gak ada es teh gitu ya? " tanya Bintang


" Es? Apa lagi itu? " Panglima Yama tambah bingung


" Ah, bukan apa - apa kok " Bintang tidak sengaja mengatakan hal - hal dari masa depan


" Apakah anda baik - baik saja setelah sadar waktu itu? " Tanya Panglima Yama


" Aku baik - baik saja, Oya aku mau tanya , kamu itu kenapa sih selalu cuek dan merasa paling kuat? " Tanya Bintang

__ADS_1


" Hahahhaha ... Saya tidak pernah cuek, tapi anda dulu pernah mengatakan saya harus seperti ini " ucap Panglima Yama


*Flash back masa lalu Putri Bintang dan Panglima Yama


Saat Panglima Yama sama - sama belajar sastra dan ilmu bela diri di Istana, Putri Bintang selalu cuek, tidak ada yang berani dekat dengan Putri Bintang. Putri Bintang selalu paling depan dan selalu memukau dengan kepandaian dalam segala hal dan kecantikan yang tidak tertandingi. Banyak laki - laki dari keluarga pejabat tinggi menyukai Putri bintang namun tidak ada yang bisa mendapatkan nya, mereka selalu hanya bisa mendapatkan Putri Cahaya. Jika ada yang nekat mendekat dengan Putri Bintang maka Putri Bintang akan menantang untuk bermain pedang, Putri Bintang sangat kasar tidak memiliki belas kasihan. Panglima Yama sudah lama menyukai Putri Bintang semenjak kecil saat ayahnya sering mengajak Panglima Yama ke Istana, namun Putri Bintang selalu cuek dan tidak pernah sekali pun melihat Panglima Yama.


Suatu hari Panglima Yama tersesat di sebuah hutan, Panglima Yama diserang binatang buas, Panglima Yama hampir mati namun Putri Bintang yang sedang berburu seorang diri tanpa prajurit memanah binatang tersebut sehingga akhirnya Panglima Yama selamat.


" Terima kasih tuan Putri telah menyelamatkan hamba " ucap terima kasih Panglima Yama


" Kau tahu aku siapa? " ucap Putri Bintang


" Tentu Putri, siapa yang tidak mengenal anda " Panglima Yama menyanjung Putri Bintang


" Kau tidak usah bicara dengan ku, selama ini aku hanya seorang diri " ucap putri Bintang sambil mencabut panah dari tubuh binatang itu


" Kenapa tidak usah bicara dengan anda Tuan Putri? " tanya Panglima Yama


" Aku tidak pernah bicara dengan orang selain keluarga ku, kau orang pertama yang berani mengajak aku bicara " ucap Putri Bintang


" Aku tidak takut sama kamu, aku melihat kamu itu gadis lucu dan baik " ucap Panglima Yama


" Aku tidak perlu teman, aku dilahirkan di dunia untuk melakukan apa yang kejam agar semua takluk dengan ku " ucap Putri Bintang


" Kenapa kamu harus kejam? " Tanya Panglima Yama


" Kata Ayah ku , aku harus kejam dan cuek dengan orang lain, karena jika aku tidak seperti itu maka semua orang akan meremehkan kita, kita tidak bisa baik kepada semua orang, di dunia ini semakin kamu cuek dan kejam maka tidak akan ada yang berani dengan kita " ucap Putri Bintang


" Menurut ku mereka salah " ucap panglima Yama


Putri Bintang menyerang Panglima Yama sambil mengarahkan anak panah nya di leher Panglima Yama " Kau hanya rakyat biasa, berani nya kau mengkritik ku? Kau lebih baik hidup di dunia ini dengan cuek kepada siapa pun, jika kau seperti itu maka aku akan menghargai mu " ancaman Putri Bintang


" Kenapa kau begitu kasar Tuan Putri? " merasa takut


" Kau lebih baik bahagia karena hidup mu selamat dan jangan pernah senyum depan ku , ingat itu seumur hidup mu " ucap Putri Cahaya


Semenjak hari itu Panglima Yama tidak pernah senyum dan selalu cuek dengan Putri bintang dan semua orang di sekelilingnya*.

__ADS_1


__ADS_2