Kehidupan Sebelumnya

Kehidupan Sebelumnya
Episode 38


__ADS_3

* Rumah Ibu Tua *


Bintang masih merasa kasihan dengan yang menimpa Tama. Bintang ingin menyelesaikan semua misi ini. Namun dia bingung harus memulai dari mana.


" Bintang! Kau tidak tidur " ucap Tama bangun dari tidur nya


" Oh iya! Aku bingung bagaimana kita bisa menyelesaikan ini? Bagaimana kalau semua gagal? " Bintang yang mulai menyerah


" Kenapa sekarang kamu yang menyerah? " tanya Tama


" Entah lah, aku merasa seperti nya kita akan gagal " ucap Bintang


" Aku juga tidak yakin , apa kita ubah misi kita " tanya Tama kembali


" Apa nya yang mau di ubah? " ucap Bintang


" Entah lah, sudah kita tidur aja, aku lelah dengan kehidupan ku, semoga di kehidupan masa depan aku tak bernasib seperti ini " ucap Tama langsung kembali tidur


Bintang berpikir dia di masa depan sangat sengsara, di masa ini dia sangat bahagis namun memiliki sikap dan sifat buruk sehingga mempengaruhi masa depan nya. " Aku harus menggunakan keahlian ku di masa depan dalam mengurus perusahaan ke masa ini, siapa tau ini akan berhasil " pikir Bintang dalam hati. Bintang pun tidur dan berharap besok pagi bisa berubah sesuai harapan mereka.


* Keesokan hari


" Ampuni kami " suara tangisan di luar dengan ribut


" Ada apa di luar? " tanya Tama


" Berisik banget sih " Bintang baru bangun


" Kami akan membayar, tolong berikan kami waktu, kami mohon, kami orang miskin, raja benar - benar kejam! " ucap Ibu tua


" Dasar nenek tua! " prajurit menendang ibu tua


" Kurang ajar kau, berani nya kau menendang istri ku! " Suami nya berdiri memukul


Seorang prajurit mengarahkan pedang ke suami nya " teng " suara pedang yang saling berlawan


" Hentikan! Kalian keterlaluan!! " Bintang marah dan menghadang pedang prajurit itu


" Eh kamu! Berani nya kau memiliki pedang rakyat jelata" ucap prajurit yang menendang ibu tua


" Bu ayo bangun " Tama membantu ibu tua


" Kalian ingin melawan ku? " tanya Bintang


Prajurit menyerang Bintang, Bintang melawan, pertempuran terjadi, Bintang melawan sekitar 6 prajurit , Bintang tidak segan menebas 3 prajurit dengan pedang nya.


" Apa kau juga ingin mati? " tanya Bintang


" Kau akan dihukum oleh Raja " kata prajurit


" Hentikan! aku adalah Raja ! " ucap Tama


" Putri Bintang "

__ADS_1


" Raja " suara dari para panglima dengan kuda mereka


" Putri Bintang? Raja? " prajurit yang kaget


Prajurit itu berusaha kabur, namun Tama menghadang. Para panglima segera menangkap sisa prajurit itu.


Ibu tua dan suami nya sangat kaget yang selama ini mereka ajak adalah seorang raja dan putri.


" Ampuni kami! " prajurit itu memohon


" Tidak ada ampun bagi kalian, kalian telah menghancurkan na baik ku di rakyat yang aku cintai, sekarang kalian harus terima ganjaran nya! " ucap Raja Tama


Prajurit kerajaan Barat pun banyak tiba dan membawa para prajurit itu ke pengadilan. Raja Tama pun menolonh Ibu Tua dan Suami nya.


" Ampuni kami Raja, kami tidak tahu jika isu selama ini salah, kami tidak tahu anda adalah raja, maafkan kami telah menyalahkan anda karena semua kekacauan terjadi semenjak anda naik tahta Raja " ucap suami nya


" Saya tidak masalah, Bapak dan ibu tidak salah, saya justru mengucapkan terima kasih karena memberikan kami tempat tidur dan memberikan kami makan, maafkan saya karena tidak bisa menjaga Kerajaan ini seperti ayah saya. " ucap Raja Tama


" Anda tidak perlu sungkan dan berterima kasih, kami kita tahu bahwa raja kami bukan sperti yang kami pikirkan selama ini, semoga baginda panjang umur dan segera memiliki keturunan dengan Putri Bintang " ucap Ibu tua


" what?? No no no , gak lah " ucap Bintang yang keceplosan dengan bahasa masa depan nya


" maksud mu? " tanya Raja Tama yang bingung dengan omongan bintang


" Bukan apa kok, jangan di dengerin, dan maaf ya Bu, kami belum menikah, kami hanya teman kok " Bintang memverifikasi


" Oh maaf kan hamba " ibu tua meminta maaf


" Putri sangat cantik, baik hati, dan sangat ramah, seandainya Ratu kami adalah anda suatu hari " ucap ibu tua


" Bisa aja " Bintang malu


" Ibu mohon tunggu ya, tabit kerajaan akan tiba hari ini untuk mengobati anda " ucap raja


" Jangan Baginda, anda tidak perlu melakukan itu " ucap suami nya


" Sudah lah anggap ini ucapam terima kasih telah memberikan kami tempat tidur dan makan " ucap Raja


" baik Baginda, terima kasih banyak " ucap Ibu dan suami nya


" Baik, kalau begitu kami harus pamit untuk kembali ke kerajaan " Panglima Raja Tama


" Baik, terima kasih banyak " ucap Ibu Tua


Mereka pun kembali ke kerajaan. Tama tidak langsung ke istana, dia pergi ke pengadilan.


" Kau! Kau yang sudah menyebarkan fitnah! " Tama marah mengambil besi panas dan menempelkan besi panas ke tangan prajurit


" Ampun Baginda! Ampun " ucap Prajurit


" Katakan siapa menyuruh kalian melakukan ini? " tanya Raja sambil menempelkan besi panas


" Ampun Baginda! " ucap prajurit

__ADS_1


" Katakan! " menempelkan lagi ke wajah prajurit itu


" Baik Baginda! Yang melakukan ini semua adalah kakak anda Baginda! " ucap prajurit


" Bagaimana bisa? bukannya kakak mu sudah mati? " tanya Bintang


" Ampun Putri, memang beliau sudah mati, kami dijanjikan oleh beliau sebelum mati untuk menghancurkan Raja, jika berhasil maka kami bisa menuduki singgasana Raja " ucap Prajurit


" Dasar! " menempelkan besi panas lagi


" Ampun baginda! " prajurit kesakitan


" Siapa lagi dalang nya? " tanya Raja Tama yang sangat marah


" Kami semua mencar, kami berjanji tidak akan melakukan nya lagi Baginda " ucap Prajurit


" Seret mereka ke rakyat, tunjukkan ke rakyat siapa sebenarnya salah! " ucap Raja


Bintang melihat bagaimana Tama sangat marah, para prajurit pun di seret ketengah - tengah desa, dimana para rakyat ramai. " kepada semua rakyat berkumpul " teriak prajurit kerajaan


" Ada apa ini " rakyat mulai berbisik mempertanyakan yang mereka seret


" Ini adalah para pelaku yang sudah memfitnah Raja " Ucap Panglima Raja Tama


" Ah paling ini hanya sandiwara Raja lagi! " ucap Rakyat


" Ini bukan sandiwara, Aku adalah Raja Tama, Raja yang selama ini kalian benci " ucap Raja Tama


" Bukan nya itu pria yang waktu itu melawan prajurit " ucap Rakyat


" Iya benar itu juga gadis waktu itu " ucap Rakyat


" Bagaimana kita percaya bahwa kau Raja? " ucap rakyat


Raja Tama mengeluarkan mahkota kerajaan dan mengenakan nya " Aku Raja Tama tidak pernah menyiksa rakyat dan aku bersumpah untuk memberikan kebahagian kepada Rakyat " ucap Raja Tama


" Ah palingan itu palsu " ucap Rakyat


" Tidak! Itu benar, dia adalah Raja , aku adalah saksi " Ibu Tua dengan suami nya


" Yang memfitnah Raja adalah orang - orang ini " ucap panglima Raja Tama


" Maafkan saya selama ini telah membohongi kalian, Raja ini adalah Raja seseungguhnya, kami tidak permah di perintah Raja, kami memfitnah Raja agar kami bisa menjatuhkan Raja dari singasana nya " ucap Prajurit bersalah


Semua Rakyat baru percaya dan mereka semua merasa bersalah telah membenci raja mereka sendiri selama ini " Hormat kami kepada Raja Tama " Semua Rakyat berlutut memberikan hormat


" Sudah lah, kalian tidak perlu menghormati saya, saya belajar dari seseorang, kita tidak perlu di hormati tapi kita hanya perlu saling menghargai. " ucap raja sambil melihat Putri Bintang


" panjang umur Raja Tama " ucap semua rakyat


Tama sangat senang kini dia bisa memimpin Kerajaan dan bisa berjalan dengan baik tanpa takut akan Rakyat yang selama ini membenci nya, Bintang sangat bahagia ternyata misi yang sempat dia takut kan gagal kini telah berhasil dia selesaikan bersama, kini dia bisa kembali ke Kerajaan Langit. Panglima Yama merasa bahagia bisa menemukan Putri Bintang, dia ingun cepat kembali bersama Putri Bintang. Raja Tama terus melihat ke arah Putri Bintang, Raja Tama memiliki perasaan kepada Putri Bintang.


Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^

__ADS_1


__ADS_2