Kehidupan Sebelumnya

Kehidupan Sebelumnya
Episode 8


__ADS_3

*** Keesokan paginya ***


Deon datang dengan santai walau dia belum menyelesaikan tugas yang diberikan dengan santai di ruangan menelpon pacarnya. Bintang yang melihat Deon seperti itu ketawa kecil berpikir Deon akan segera tamat berada di perusahaan ini.


Direktur Utama di dalam ruangan masih bingung dengan apa ancaman dari Deon semalam. Direktur memanggil Bintang.


"Selamat pagi Pak," sapa Bintang


Direktur menunjukkan wajah panik "Bintang, kamu bisa jelaskan bagaimana sifat buruk dari Deon?"


Bintang merasa bingung "Emang ada apa ya Pak? Tumben sekali Bapak nanya tentang dia? "


"Kamu jawab saja yang saya tanyakan." tegas Direktur


"Yah menurut saya , dia tidak bisa apa Pak, selama ini Bapak tahu sendiri semua pekerjaan yang menyelesaikan saya sendiri. Dia hanya mengatas namakan saja Pak. Jika kita memberikan dia posisi itu maka perusahaan ini akan hancur. Kecuali yang memberikan jabatan akan bertanggung jawab full dengan pekerjaan dia Pak." jawab Bintang


"Saya tahu itu." Direktur


"Nggak mungkin kan Bapak mau naikin jabatan dia?" sindir Bintang


Tok … tok … tok … Bunyi pintu yang mengetuk


"Masuk." Direktur


"Selamat pagi Pak? Selamat pagi Bintang? " sapa Deon


"Kenapa kamu kesini?" tanya Direktur


"Ada yang harus saya bicarakan." Deon


"Bintang, kamu keluar dulu." perintah Direktur


"Baik Pak." Bintang


Bintang keluar dari ruangan Direktur. Bintang curiga dengan Deon, Bintang berpikir pasti Deon akan melakukan kelicikan nya lagi. Bintang berharap Direktur akan kuat iman nya karena Deon memang nekad. Bintang menjadi tidak tenang melihat Deon bisa masuk Keruangan Direktur. Deon tidak pernah bisa masuk keruangan pimpinan.


"Ada apa Deon?" tanya direktur


"Bapak lupa dengan yang semalam?" Deon duduk di kursi direktur


Direktur yang berdiri menegur Deon lancang "Deon, berani sekali kamu duduk ditempat saya?"

__ADS_1


"Kalau saya sebarkan yang semalam, Bapak bisa dipecat dan saya bisa merayu atau mengancam untuk mendapatkan posisi Bapak, iya kan?" Deon senyum licik


"Kurang ajar kamu Deon, apa yang kamu mau?" tanya direktur


"Saya capek menjelaskan ke Bapak ya?" Deon berdiri


"Saya sudah bilang tidak bisa memberikan jabatan itu." direktur


"Kalau anda tidak bisa, artinya video dan foto ini saya siap sebarkan ya Pak?" mendekatkan diri ke direktur sambil megang handphone


Direktur sangat takut "baik lah Deon, saya ikutin yang kamu mau, tolong jangan bertindak bodoh."


"Hahahahha dari kemarin kayak gini kan cepet, susah banget Bapak ini." ledek Deon


"Saya mau sekarang kamu keluar dari ruangan saya." mengusir Deon


"Oke saya keluar , ingatlah janji Bapak untuk saya." ancaman Deon


Deon keluar dari ruangan, direktur sangat takut dan bingung akan menghadapi semua masalah yang akan terjadi di kemudian hari, namun dia tidak bisa menolak jika tidak ingin kehancuran di kehidupannya. Direktur terpaksa mengikuti kemauan Deon demi melindungi dirinya.


***Pukul 10.00 pagi ***


Rapat dimulai, semua merasa bingung tiba - tiba rapat mendadak dilakukan dari undangan direktur terhadap semua pemegang saham, komisaris, president dan Bintang. Bintang merasa ada yang tidak beres, namun dia berusahaa positif dulu.


President bertanya "Bagaimana kamu tahu dia akan bisa membawa perusahaan kita menjadi lebih besar?"


"Saya sudah test dia lama, dia sangat cekatan , teliti, smart dan dia bertanggung jawab tinggi, saya melihat dan memiliki hasil yang sangat bagus untuk penunjang bahwa dia pantas." jawab direktur


"Bintang menurut mu bagaimana?" tanya komisaris


Bintang yang bingung dengan sikap Direktur merasa ada hal yang tidak beres "Maaf Pak Direktur, yang saya mau tanyakan, bukannya Bapak tahu persis bagaimana kualitas dari Deon? Kenapa Bapak tiba - tiba berubah?" tanya Bintang


"Bintang, kamu tidak tahu selama ini saya sudah banyak test Deon, semua ini saya lakukan sendiri tanpa sepengatahuan kamu, saya melakukan ini kepada setiap kandidat, saya memang sengaja melakukan itu agar saya bisa melihat secara natural dan riil siapa yang pantas dengan jabatan ini." jawab direktur


"Hentikan! Saya sudah bisa ambil keputusan." President


"Maaf Pak, apakah saham yang kita tanam disini akan aman? Kita tidak tahu siapa kandidat yang mereka bicarakan, kami hanya perlu orang yang bisa membawa saham kita semakin tinggi." kata salah satu pemegang saham


"Baik saya sudah mutuskan. Jika Direktur kita bicara saudara Deon memang benar bagus, maka saya akan menyetujuinya. Tapi ini menjadi tanggung jawab direktur sepenuhnya. Jika ada kesalahan saya akan langsung memecat Direktur dan pilihannya. Saya tidak akan ada lagi negoisasi , tapi saya akan langsung menggunakannya dengan tindakan." kata President


"Baik pak, terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan, kami akan memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini. Bukti lah yang akan bicara Pak." kata direktur

__ADS_1


"Baik, kita sudah memutuskan , rapat ini di tutup." kata komisaris


Rapat pun bubar, Bintang bingung kenapa direktur berubah. Bintang pun ingin mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Bintang pergi ke ruangan Deon. Bintang sebenarnya tidak ingin bertemu dengan Deon, tapi dia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Deon !!" Bintang


"Hay sayang, tumben kamu cari aku? kangen?" ledek Deon


"apa yang kamu lakukan kepada direktur sampai dia bisa memilih kamu?" tanya Bintang


"Aku nggak pernah lakuin apa pun, dia memilih ku mungkin tahu bagaimana bagusnya skill ku kan?" jawab deon


"Aku nggak percaya, aku tahu pasti kamu melakukan hal yang tidak benar." kecurigaan Bintang


"Kenapa sih kamu negatif saja ma aku? Aku masih pacar kamu sayang." sambil menyentuh wajah Bintang


"Jangan sentuh aku Deon! Aku akan temukan apa yang sudah kamu lakukan kepada Direktur. Aku nggak akan nyerah sama kamu orang licik." ancaman Bintang


"Bintang, apa sih salah ku? Kenapa kamu terus begini, apa pun yang kamu lakukan dibelakang ku, aku terima Bintang." suara keras dari Deon


"Apaan sih, apa yang kamu bilang!" Bintang kesal


"Aku terima kamu begini tapi kenapa kamu menyalahkan aku, kalau yang salah kamu sayang?" sandiwara Deon


(pegawai di luar mendengar Deon yang suaranya keras berkata sesuatu tentang Bintang dan mulai menggosipkan)


"Deon! Hentikan! kamu jangan membalikkan fakta. Kamu tidak pernah berubah Deon." Bintang kesal


"Kamu ingin tahu kan apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan prestasi mu disini?" Deon


"Aku nggak peduli kamu mau apa, kamu hancurin silahkan, aku tidak penting juga kerja atau gak disini." Bintang


"Aku curiga juga, kamu tidak pernah melakukan hubungan, apa mungkin kamu masih perawan?" Deon


"Itu tidak ada urusan sama kamu." Bintang kesal


 


 

__ADS_1


Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


__ADS_2