
* Kerajaan Langit
Putri Bintang tiba di Kerajaan Langit, Putri Bintang di hindari oleh rakyat, Rakyat masih berpikir Putri Bintang adalah putri monster yang sangat kejam. Putri Bintang melihat bagaimana dia dibenci rakyat sama dengan nasib Raja Tama yang dibenci rakyat oleh fitnah namun yang dia alami bukan ulah orang lain , melain kan ulah nya sendiri yaitu Putri Bintang sebelumnya memang terkenal kejam tanpa ampun, dia tidak bisa menyalahkan Rakyat karena mereka tak bersalah sedikit pun yang bisa dia lakukan adalah merubah dirinya depan rakyat, tak ada satu pun rakyat yang bisa menghargai Putri Bintang. Panglima Yama yang melihat wajah kesedihan Putri Bintang sangat ingin membantu namun isu dan kenyataan sebelumnya memang benar bahwa dia kejam. Hal ini akan susah di ubah jika dia sendiri tidak bisa mengubah depan rakyat.
" Putri, apa kau baik - baik saja? " tanya Panglima Yama
" Hmmm aku baik saja kok " senyum paksa dari Putri Bintang
" Sebentar lagi kita akan masuk ke istana Putri " ucap Panglima Yama
" Iya, sebentar lagi kita sampai " ucap Putri Bintang
* Istana Langit
" Baginda.... Baginda .... " Ratu memanggil Raja
" Ada apa sayang? " tanya Raja
" Putri kita sudah kembali Baginda " senyum kebahagian Ratu
" Benar kah? Ayo kita sambut dia " ucap Raja
" Baginda, apa kita harus membuatkan penyambutan? " tanya Ratu
" tidak perlu! Perlakukan lah dia sebiasa mungkin jangan terlalu di spesial kan " ucap Ibu Ratu
" Kenapa begitu Ibu? " tanya Raja
" Walau dia kesayangan kita, hargai juga perasaan Putri Cahaya " ucap Ibu Ratu
" Benar juga kata Ibu Baginda, kita biasa kan saja, biarkan hati kita saja yang bahagia " ucap Ratu
" Baik lah, jika itu pilihan nya, mari kita lakukan " ucap Raja
* Istana Selir
" Ibu ... Ibu ... " teriakan Putri Cahaya
" Ada apa sih? Kenapa kamu sekali saja tidak teriak - teriak, pusing Ibu mendengar " ucap Selir
" Ibu lebih baik bersiap - siap sandiwara " ucap Putri Cahaya
" Apa maksud mu? " Selir bingung
" Ibu, Putri Bintang sudah tiba, kita akan menyambut nya, jika tidak kita akan bahaya Bu " ucap putri cahaya
" Apa! Kamu bercanda? " tanya Selir
" Ibu. aku nggak bercanda, mending kita buruan deh " ucap Putri Cahaya
__ADS_1
" Baik lah, " Selir
Selir dan Putri Cahaya bersiap menyambut Putri Bintang, mereka harus optimal dalam penyambutan Putri Bintang, karema dia ingin menunjukkan kepada Raja jika mereka menyayangi Putri Bintang.
Bintang dan Panglima Yama memasuki gerbang istana, semua orang berlutut menyambut Putri Bintang sedangkan di istana semua berkumpul menunggu Putri Bintang. Putri Bintang tidak pergi ke istana raja dan ratu, namun dia melewati langsung ke istana nya sendiri.
" Putri, jika kita baru datang harus ke istana Raja dan Ratu " ucap Panglima Yama
ĺ Sudah lah, aku lelah, aku mau mandi dan istirahat " ucap Bintang
" Tapi Putri ! " ucap Panglima Yama
" Kamu aja kesana, aku lelah sekali, aku juga lagi nggak mood " ucap Bintang
" Mood? " Panglima Yama bingung dengan bahasa Bintang yang sring aneh tidak bisa dimengerti
" Udah pergi sana " Bintang tiba depan kamar dan langsung masuk
Sebenarnya Bintang memang lelah, dia mengunci pintu tidak memberikan siapa pun masuk ke kamar nya, dia sampai di kamar tidak membersihkam diri bahkan tidak mengganti pakaian. dia langsung tidur saking kelelahan nya. Binntang merasa gagal dia negara sendiri.
* Istana Langit Raja dan Ratu
Semua orang menunggu kedatangan Putri Bintang, namun yang tiba hanya Panglima Yama. Semua bertanya kemana peginya Putri Bintang, dalam seharah baru kali inni Putri Bintang setelah dari luar istana tidak ke istana Raja dan Ratu.
" Panglima Yama! Dimana Putri Bintang? " tanya Raja
" Ampuni hamba Baginda. Putri mengatakan lelah dan ingin beristirahat " ucap Panglima Yama
" Ampun Ratu, hamba melihat Putri tidak sakit " Panglima Yama
" Baginda, apakah emang dia baik saja? " Tanya Ratu kepada Raja
" Sudah lah, mungkin dia emang lelah, berikan waktu kepada Putri Bintang, kita tunggu dia datang sendiri kemari " ucap Ibu Ratu
" Maafkan hamba Ibu Ratu, tapi bukannya ini tidak wajar? " Tanya Selir
" Tidak usah membuat keributan, kita pikir yang terbaik saja " ucap Ibu Ratu
" Benar yang di katakan Ibu Ratu, kalau begitu kita tunggu Putri Bintang menghadap " ucap Raja
" Panglima Yama, beristirahat lah " perintah Ibu Ratu
" Baik Ibu Ratu, hamba mohon undur " panglima Yama
Panglima Yama melihat Putri Bintang antara sedang kelelahan atau sedih melihat rakyat nya sendiri membenci nya. Panglima Yama tahu sifat Putri Bintang yang tidak pernah sekali pun tidak menghadap kepada Raja dan Ratu. Tapi kali ini adalah kejanggalan yang pernah dilakukan Putri Bintang.
" Selir, lebih baik kau kembali " perintah Raja
" Baik Baginda " Selir
__ADS_1
Selir dan Putri Cahaya kembali ke istana nya. Putri Cahaya curiga terjadi sesuatu kepada Putri Bintang sehingga tumben datang dari luar istana tidak mengunjungi Raja dan Ratu.
" Ibu, apakah Ibu tidak curiga dengan Putri Bintang? " Tanya Putri Cahaya dalam perjalanan
" Sudah lah, ini adalah keuntungan buat kita , Putri Bintang mulai melanggar tradisi kita sendiri " ucap Selir
" Memang apa dampak nya Bu? " Tanya Putri Cahaya
" Ini adalah tradisi kita, jika orang itu tidak menghadap kepada Raja dan Ratu maka dia akan diasingkan selama 1 pekan " ucap Selir
" Benar kah? Jika seperti itu aku bahagia Bu " ucap Putri Cahaya
*Istana Putri Bintang
Bintang tertidur nyenyak hingga malam hari, semua dayang Putri Bintang bingung, ingin membangunkan namun mereka takut, sedangkan Putri Bintang belum sempat makan apa pun semenjak kembali.
" Ada apa dengan Putri ya? " Dayang Mina
" Aku juga tidak mengerti, saat aku mendampingi Putri di hutan dia masih baik - baik saja, namun saat itu Panglima Yama mulai memdekati Putri " ucap dayang setia Putri Bintang
" Benar kah? Apa kau tidak menceritakan bahwa dia memiliki orang yang di cintai saat dia di selamatkan? " Tanya dayang Mina
" Tentu, aku sudah menceritakan nya " ucap dayang
" Apa tanggapan Putri Bintang? Apa dia mengingat nya? " Tanya dayang Mina
" Menurut ku dia tidak ingat, dia hanya sedikit penasaran lalu tidak ada memikirkan nya " ucap daya Putri Bintang
" Baik lah setelah dia sehat lagi, aku akan menanyakan hal ini, dia tidak bisa dekat dengan Panglima Yama, Panglima Yama adalah orang licik, dia pasti ingin manfaatkan Putri Bingang yang sedang tidak ingat apa pun " ucap dayang Mina
" Menurut ku juga begitu " ucap dayang Putri Bintang
* Istana Raja Ratu
" Baginda, hamba sangat khawatir dengan keadaan Putri Bintang, hamba dengar hingga saat ini dia masih mengunci diri di kamarnya " ucap Ratu
" Aku juga khawatir Ratu ku, tapi kita tidak bisa memaksa nya, kau tau sendiri dia memiliki emosi yang tidak stabil " ucap Raja
" Baginda apakah Putri Bintang akan di hukum seperti peraturan disini? " Tanya Ratu
" Menurut ku tidak, selain dia belum sehat dari ingatannya dia pasti tidak ingat jika ada peraturan bahwa dia harus ke istana kita dulu " ucap Raja
" Hamba setuju Baginda, mungkin dia tidak ingat makanya santai " ucap Ratu
" Sudah lah kita istirahat saja, besok pagi kita kunjungi Putri Bintang " ucap Raja
*Istana Ibu Ratu
" Bintang pasti lelah dan aku lupa memberi tahu bahwa ada peraturan jika dia harus mengunjungi Raja dan Ratu, besok aku harus bicara dengan nya, apakah dia sudah terbiasa dengan kehidupan di masa lalu nya " Ibu Ratu pun memikirkan keadaan Putri Bintang.
__ADS_1
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^