Kehidupan Sebelumnya

Kehidupan Sebelumnya
Episode 25


__ADS_3

Bintang merasa dia bersalah sangat besar, dia pun tak tanggung - tanggung sampai berlutut.


" Apa yang dilakukan Putri Bintang? " para pejabat dan hakim


" Dia pasti bersandiwara " teriak rakyat


" Putri, jangan lakukan itu Tuan Putri " dayang Mina


Raja yang melihat tak percaya apa yang terjadi hari ini.


" Aku bersalah, aku akan minta maaf, maafkan saya Tuan, apa pun yang anda lakukan untuk membalas semua dosa ku, saya persilahkan " ucap Bintang


" Lepaskan ikatan ini semua, berikan saya pedang " ucap orang itu


" apa benar dia akan lakukan itu? " Rakyat membicarakan


" Cukup Putri Bintang! kau belum sembuh benar, kembali ke istana " teriak Raja yang mulai kesal


panglima Yama menjemput Putri Bintang " Putri mari ikut dengan hamba " Ajakan Panglima Yama


Bintanh berdiri namun mencabut pedang panglima yama dan mengarahkan ke orang itu. Semua orang berteriak, namun yang terjadi Bintang melepaskan tali dari tangan orang itu dengan tepat. Semua orang kaget.


Bintang berlutut lagi " Ini adalah pedang yang anda minta, lakukan apa yang anda inginkan " memberikan pedang panglima Yama


Raja pun turun dari tahta dan menghampir Putri Bintang secepat mungkin, namun orang itu mengarahkan pedang ke leher Bintang.


" Putriiii ... !! " Raja, Panglima Yama, Dayang Mina dan semua yang menghadiri berteriak


" Kau tak pernah takut mati " ucap orang itu dan pedang sudah berada di leher Bintang


" Lakukan saja, mengapa anda berhenti? Ini akan membayar semua dosa yang pernah aku lakukan " ucap Putri Bintang


" Cuhhh " meludahi Putri Bintang " tak ku sangka gadis yang cantik dan masih kecil seperti mu bisa menghadapi kematian dengan tenang " ucap orang itu


" Kurang ajar " ucap Raja


" Ayah tahan! Aku harap siapa pun yang ada disini jangan ikut campur " ucap Bintang


" Aku mau kamu berikan aku kebebasan pergi kemana pun, cukup itu, aku akan berusaha memaafkan mu Putri " ucap orang itu


" Aku kabulkan " Ucap Bintang

__ADS_1


Orang itu pun pergi meninggalkan istana, Putri Bintang masih berlutut sambil menyesal, Rakyat yang menyaksikan sudah mulai bubar, hal ini pun menjadi gosip di Rakyat. Raja meninggalkan tempat tanpa bicara apa pun. Panglima Yama masih berdiri di samping Putri Bintang bersama para dayang hingga malam pun tiba.


Ibu Ratu datang dan menghampiri Bintang.


" Ibu Ratu tiba " penjaga


" Hormat kepada Ibu Ratu " semua memberikan hormat kecuali Bintang


" Cucu ku, hentikan penyesalan mu, mari kita bicara dulu " ucap Ibu Ratu


" Tapi nek, " pecah tangisan Putri Bintang


Mereka pun pergi kediaman Ibu Ratu.


" Bintang , ini lah masa lalu mu, makanya kamu dapat masa depan yang menyakitkan juga nak " ucap Ibu Ratu dikamar berdua dengan Bintang


" Tapi nek, aku akan perbaiki semua " ucap Bintang


" Boleh saja nak, asal jangan keterlaluan seperti tadi, kamu sebagai Putri kerajaan tidak bisa serendah tadi " ucap ibu Ratu


" Tapi, aku bingung apa yang bisa menghentikan orang tadi membenci ku " ucap Bintang sambil nangis


" Baiklah, kamu tenang kan diri, malam ini menginap lah dikamar nenek " ucap Ibu Ratu


*Kediaman Raja dan Ratu ...


" Baginda, ada apa? " Ratu melihat Raja seperti kesal


" Ada apa dengan Putri Bintang? " Raja membanting barang


" Raja ku, sabar lah, dia masih sangat muda, dia mungkin ingin berubah " kata Ratu


" Berubah bagaimana? Dia adalah cerminan ku, dia tidak bisa lemah, jangan sampai dia di hancurkan oleh rakyat karena merasa kita lemah " kata Raja


" Percayalah padanya , kita harus memberikan dia kesempatan , ini adalah masa - masa dia memilih kehidupan nya " ucap Ratu


" Kau selalu membela Putri Bintang dan bisa saja menenangkan hati ini ... " Raja memeluk Ratu


" Baginda bisa saja, kita sudah kenal sejak kecil jadi kita sudah saling tahu kan? " ucap Ratu


" Benar, harusnya kita hanya hidup bertiga tanpa selir , maafkan aku tidak bisa menepati janji kita masih kecil " ucap Raja menyesal telah terjebak menikah dengan Selir

__ADS_1


* Kediaman Selir Cahaya


" Ibu? Ibu? " Putri Cahaya memcari ibu nya


" kenapa kau selalu datang dengan keberisikan? " Selir kesal yang sedang tidur


" Ibu, apa kau mendengar Putri Bintang berlutut depan rakyat? " ucap Putri Cahaya


" Apa? " kaget mendengar berita dari Putri Cahaya " Kamu pasti mengarang lagi " kata Selir


" Ibu ... ini bukan bercanda ku, ini serius, Putri Bintang lemah, ini sudah menyebar di rakyat " ucap Putri Cahaya


" Pasti dia berbohong sayang " ucap selir


" Tapi ini aneh! Dalam sejarah dia selalu kejam, ini kali pertama dia sangat lembut, dia tidak mau latihan pedang, dia membantu rakyat kecil, dia akrab sekali dengan nenek , apa ini tidak aneh? " tanya Putri cahaya


" Iya juga, Ibu akan kirim orang untuk mengecek Putri Bintang, Ibu takut ini adalah rencana barunya " Kata Selir


" Ibu, jika dia lemah, kita bisa hancurkan dia, jika dia mati maka aku akan jadi Putri Mahkota Ibu " ucap Putri Cahaya


" Mimpi? Tak semudah itu, kita harus atur untuk menghancurkan mereka termasuk Raja, karena Ibu tidak pernah mencintai Raja " kata Selir


" Dia kan ayah ku, jadi kenapa Ibu tidak mencintai nya? " Tanya Putri Cahaya


Selir tanpa sengaja mengungkap sesuatu " Ya iya , dia lebih sayang dengan Ratu , jadi Ibu tidak mencintai nya " ucap selir menyembunyikan sesuatu


" Oh Gitu, aku kira Ibu beneran membenci ayah " ucap Putri Cahaya


" Mending kamu pergi, Ibu mau istirahat " Sekir mengusir Putri Cahaya


" Nggak , aku mau disini " Putri Cahaya menolak


" Sana ... " Selir mendorong Putri cahaya keluar


" Ibu ... Ibu ... buka pintu " Putri Cahaya menggedor pintu kamar Selir


Selir tidak membukakan pintu. Putri Cahaya kesal dan pergi.


*Flash Back Selir


Saat Selir menikah dengan Raja, Selir telah hamil, namun kehamilan itu bukan milik Raja melainkan lelaki hidung belang yang sering diajak tidur oleh Selir. Selir memiliki kekasih yang merupakan hidung belang, Selir tidak mau menikah dengannya hanya ingin menjebak Raja agar bisa menjadi Ratu karena sudah hamil namun Raja sangat pintar karena Raja sangat mencintai Ratu jadi sebelum menikah Raja sudah memberikan gelar Ratu sementara. Putri Cahaya tidak memiliki darah kerajaan langit, sesekali selir sering bertemu dengan ayah kandung Putri Cahaya, hal ini pernah di pergoki oleh Putri Bintang itu menjadi Selir sangat membenci Putri Bintang, Putri Bintang mengetahui jika Putri Cahaya bukan anak dari Raja. Putri Cahaya tak pernah mengetahui siapa ayah kandungnya hal ini sudah di sembunyikan bertahun - tahun. Putri Cahaya sangat baik namun Selir selalu mempengaruhi nya untuk melawan kerajaan langit dengan harapan menjadi Putri Mahkota. Selir tahu Raja mengetahui Putri Cahaya bukan lah anak kandungnya , dari hal itu Raja tidak pernah peduli dengan Putri Cahaya maupun Selir. Kerajaan Langit merupakan kerajaan yang selalu makmur dan bahagia, namun semenjak Raja memimpin rakyat merasakan penderitaan seperti sekarang, Putri Bintang diajarkan untuk kejam agar semua rakyat takut dan patuh pada kerajaan.

__ADS_1


Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


__ADS_2