
Raja dan Putri Bintang telah sampai di perbatasan istana dan rakyat. Tama dan Bintang pun melanjutkan dengan berjalan kaki. Mereka jalan bagaikan sepasang kekasih, mereka menyapa para pekerja yang berada di sebuah ladang.
" Mereka giat sekali dalam bekerja ya? " ucap Tama
" Uhh iya emang begitu lah mereka, lihat lah anak kecil itu bermain tanah dan berlarian dengan teman nya di tengah ladang ini, padahal ini masih sangat pagi " kata Bintang
" Kamu benar " ucap Tama
" Eh kalian bayar upeti untuk Raja! " seorang prajurit membuat suasana menjadi buruk
" Maaf tuan, kami belum nendapatkan hasil apa " ucap seorang ibu tua
" Ah " mendorong ibu tua " kalian ini , jika sampai siang ini kalian tidak membayar Raja akan memanggal kalian dan mempenjarakan kalian " ucap prajurit dan pergi
Tama sangat kesal melihat hal itu. Namun Tama diam agar tidak ketahuan, Tama dan Bintang mendekati mereka "Apa kalian baik - baik saja? " tanya Tama
" Kami sudah biasa, semenjak Raja kecil yang membunuh kakak dan ayah kandung nya, kita para rakyat sakit, kami di siksa, kami heran mengapa mereka menciptakan Raja jahat itu " ucap Ibu Tua itu sambil menangis
Tama kesal mendengar ini, dia tidak pernah memerintahkan orang melakukan hal ini, tapi mereka melakukan tanpa mengkonfirmasi ke diri nya. Tama mengetahui bagaimana perasaan rakyat yang emang benar - benar membenci nya.
" Ibu jangan lah bersedih, kami akan bantu Ibu untuk bekerja dan bisa menyetor apa yang mereka inginkan " ucap Bintang
" Kalian adalah orang - orang berdarah biru pasti nya mudah mengatakan hal itu " ucap suami Ibu tua itu
" Kami hanya lah orang biasa Pak " ucap Bintang
" Apa kalian bersuami istri? " tanya Ibu Tua
Bintang bingung menjawab hal ini agar tidak ketahuan.
" Kami suami istri Bu " ucap Tama
" seperti nya kalian baru menikah " ucap suami nya
" Iya benar kami baru menikah dua hari lalu " ucap tama
" Apa kalian belum memiliki tempat tinggal? " tanya ibu tua
" Belum " Bintang
" Sudah " Tama
__ADS_1
" Kenapa kalian tidak kompak? Ini lah pasangan muda masih malu " di tertawakan oleh orang disana
" Sudah, kita ajak saja mereka bersama disini " ucap Suami nya
" Iya kita masih ada kamar kosong " ucap ibu nya
" Terima kasih banyak, boleh kah kita membantu? " tanya Bintang
" Tentu boleh, tapi apa kalian bisa? " tanya Ibu Tua
" Kita kan bisa belajar " ucap bintang
Akhirnya mereka membantu bersama, Hari otu Bintang dan tama mendapat banyak pelajaran bahkan mereka memustuskan untuk menginap di rjmah itu, Mereka dkanggap suami istri, mereka pun satu kamar.
" Kamu tidur lah di kasur itu, aku akan tidur di lantai " ucap tama
" Tidak, kamu saja disana, aku akan tidur di lantai " ucap bintang
" Mereka suami istri tapi kenapa berantem terus? " Suami istri itu mendengar keributan di kamar itu
" Mungkin karena pengantin baru " kata suami nya
* Kerajaan Barat *
Semenjak Tama dan Bintang menghilang para panglima dan semua orang istana mencari mereka dan mereka semua sangat bingung karena hilang secara bersamaan. Panglima Yama sangat khawatir dengan Putri Bintang, dia memikirkan apa yang kira - kira di lakukan Putri Bintang dan kemana pergi, dia ingin mencari nya, perasaan Panglima Yama sangat kacau dengan keadaan ini.
Panglima mencari Putri Bintang hingga ke desa - desa namun tetap tidak bisa menemukan Putri Bintang.
* Bintang *
Bintang tidur di kasur dan Tama tidur di lantai.
" Bintang, apa ini akan berhasil merubah pemikiran rakyat bahwa Raja mereka tidak seperti yang di pikirkan? " tanya tama sambil bengong melihat atap rumah itu
" Percaya diri aja, mending kamu tidur gak usah mikir hal aneh - aneh " Bintang demgan santai dan memejam kan mata nya
" Tapi kalau kita gagal gimana? " tanya Tama kembali
" Menurut mu? " tanya Bintang balik
" Aku nggak tahu. Aku bingung bagaimana cara nya mereka bisa mempercayai kita? " tanya Tama yang masih tidak percaya dengan hal yang di rencanakan itu
__ADS_1
" Tama , kamu percaya sama diri sendiri, kamu tahu kan kita sedang berusaha, kita harus memperlihatkan bagaimana menperjuangkan rakyat, kita juga harus melihat keluh kesah mereka, jangan hanya selalu merasa baik - baik saja jadi kita tidak tahu penderitaaan mereka di bawah " jawab Bintang
" Baik lah, aku akan coba, bantu selalu aku ya " Tama
Bintang yang benar - benar lelah dan ngantuk " iya deh aku selalu bantu kamu, karang kita tidur " ucap Bintang
Bintang tertidur, Tama nggak bisa tidur, keluar dari kamar melihat langit yang cerah, Tama merasa diri ny salah lahir di kerajaan ini, dia ingin menjadi rakyat biasa, sebagai Raja tidan seenak yang orang bayangkan, di kadang dia harus mengorbankan kebagaian nya sendiri demi banyak orang. Namun sebesar apa pun pengorbanan yang dilakukan seorang raja tidak akan pernah dilihat oleh Rakyat karena Rakyat hanya bisa mendengar dan melihat kesalahan jika itu tidak menyenangkan untuk mereka.
Tama merasa beruntung selama di hidup tidak pernah merasa memiliki seorang yang bisa menemani kehidupan nya bahkan menjadi teman nya. Di istana semua palsu, semua hanya mencari keuantungan sendiri, berbeda dengan yang di lakukan Bintang secara tulus membantu tama. Dia tidak bisa membayangkan jika perperangan yang dipimpin bintang akan menghancurkan kerajaan, maka korban nya adalah rakyat yang tidak salah, dia merasa bersyukur dalam sejarah baru pertama kali Bintang tidak mau perang. Ini adalah kesempatan yang di berikan Tuhan kepadanya.
* Bintang dalam mimpi *
Bintang berada di medan perang yang banyak orang mati bahkan mereka saling tebas - menebas dengan suara pedang yang cepat. Bintang sangat takut melihat medan perang, panah yang datang dari berbagai arah mengenakan prajurit. Bintang melihat penderitaan rakyat yang kesakitan.
" Putri.... mohon bantu hamba, ini sangat sakit " prajurit yang lehernya terkena pedang
" Putri, kau puas membuat kami tersiksa? " prakurit terkena panah
" Putri hamba tidak memiliki siapa pun, hamba hanya memiliki anak 2 tahun, jika hamba mati bagaimana nasib anak hamba Putri? " seseorang penuh darah menyentuh kaki Bintang
Bintang sangat sedih dan tidak bisa berbuat apa. Dari jarak jauh terlihat Putri Bintang marah meminta semua prajurit bangun dan menyerang.
" Kenapa kalian diam! Bangun! " Putri Bintang berteriak kencang
" Putri, kami sudah tidak sanggup, kami sekarat Putri " ucap salah satu prajurit
Tesssss suara tebas pedang Putri Bintang " Siapa yang tidak bisa bangun dan perang , maka aku putri Bintang Kerajaan Langit akan menghabiskan kalian di tangan ku sendiri ! " Putri Bintang
" Putri bunuh hamba juga, bagaimana bisa seorang pemimpim membunuh prajurit nya sendiri? " tanya salah satu prajurit sekarat
" Aku akan membunuh mu! " Putri Bintang mengayunkan pedang namun tiba - tiba ada suara dari belakang
" Hentikan Putri , kenapa kau memilih perang dengan Kerajaan Barat? Kenapa kau tak bisa dewasa dalam berpikir Putri Bintang? " suara aneh itu
Putri Bintang mencari suara yang menurut nya sangat berani mengajari.
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
__ADS_1