
Tabit mengecek keadaaan Dayang Mina, keadaan Dayang Mina sudah mulai stabil.
" Dayang, apa kau mendengar ku? " Tabit
Tidak ada tanda - tanda dayang Mina sadar ...
" Jika kau mendengar ku, coba lah untuk melawan semua sakit dan sadar lah , Putri Cahaya sangat membutuhkan mu, bantu lah Panglima Yama " Tabit
*** Flash Back ...
Malam pertama kejadian insiden dayang Mina...
" Tabit, apakah dayang Mina bisa sadar segera? " Putri Bintang
" Ampuni hamba Putri, hamba akan berusaha sadar kan dayang Mina " Tabit
" Bantu Panglima Yama " Putri Bintang
" Maksud putri? " Tabit
" Sebenar nya aku dari tadi bersama Panglima Yama. Aku sedang bersama nya sampai ada kejadian ini , jadi aku tahu itu bukan Panglima Yama " Putri Bintang
" Jadi anda dari tadi bersama Panglima Yama? " Tabit
" Iya, aku harap kau tidak memberitahu siapa pun, tapi jika dayang Mina sadar kita bisa buat rencana untuk dayang Mina, aku yakin penjahat nya akan hadir jika kita pancing seakan yang salah adalah Panglima Yama " Putri Bintang
" Baik Putri, hamba mengerti, hamba akan coba sekuat mungkin untuk membuat dayang Mina sadar dan bisa membantu Dayang Mina " Tabit
" Jika ini semua berhasil maka aku akan tahu siapa yang bersalah " Putri Bintang
Tabit mengingat semua yang pernah di katakan Putri Bintang.
Tokk tokk tokk ...
Tabit membuka pintu " Selir? " Tabit kaget dengan kedatangan selir seorang diri tanpa dayang
" Saya akan masuk, tolong tabit minggir " angkuh nya Selir
"Maaf Selir tidak sembarangan orang di bolehkan masuk oleh Putri Bintang " Tabit
" Maksud mu? Aku selir, aku boleh masuk, ini kerajaan ku, kau hanya tabit, manusia rendahan " selir dengan sombong
" Maaf Selir jika Putri tau kita akan kena masalah " Tabit
" Jika Putri sampai tahu, kau juga akan mati dalam sekejap " ancaman Selir
" Untuk apa anda kemari Selir? " Putri Bintang
" Putri? Oh sayang, aku juga khawatir. aku tidak menyangka Panglima Yama serendah itu, padahal semua tahu dayang Mina adalah dayang kesayangan mu " Selir
" Aku tanya apa keperluan mu? " Putri Bintang
" Aku kan sudah bilang sayang, aku hanya khawatir " selir
" Lebih baik kau pergi. aku dengar kau mengancam Tabit? Kau juga mengatakan tabit hanya rendahan? " Putri Bintang
Dasar Putri menyebalkan " Sayang, itu hanya bercanda ku saja sayang " Selir
__ADS_1
" Jika kau ingin merendahkan seseorang maka sadar lah, kau juga bukan darah kerajaan! " Putri Bintang
" Putri , kau jangan terlalu kasar pada ku, bagaimana pun aku juga ibu mu " Selir
" Jika seperti itu, tolong ibu pergi dari kamar ini " Putri Bintang
" Iya - iya ... " Selir kesal
Selir sangat kesal dengan perlakuan Putri bintang kepada nya, tidak ada sopan santun bahkan sangat kasar.
" Putri, dayang Mina sudah mulai ada perubahan " tabit
" Rahasia kan ini, buat orang lain mengira dia masih belum sadar " Putri Bintang
" Baik Putri " Tabit
*** Kerajaan Langit
" Baginda, mohon pikirkan lagi " Para pejabat
Terjadi rapat tertutup dengan semua pejabat di kerajaan langit.
" Baginda, Panglima Yama tidak bisa di ampuni " pejabat
" Baginda, jika dia di ampuni maka bagaimana nasib putri kita " pejabat
" Baginda, itu sangat benar jika Panglima Yama di ampuni, semua orang bisa ikut melakukan hal yang sama Baginda " pejabat
" Baginda, anda harus bicara " penasihat
" Baginda, apa karena Panglima Yama dekat dengan Putri Bintang, Baginda tidak bisa ambil keputusan? " pejabat
" Terima kasih Baginda " semua pejabat
" Panglima Yama akan di hukum, hukuman yang sudah sesuai peraturan kerajaan yaitu Panglima Yama akan di gantung depan semua rakyat " Raja
" terima kasih Baginda " pejabat
Keputusan hukuman pun sudah di tentukan di rapat, tak ada yang bisa mengubah semua nya.
*** Istana Putri Bintang
" Ibu Ratu tiba ... " penjaga
" Hormat hamba Ibu Ratu " Putri Bintang
" Sayang , apa kau sudah dengar kabar? " Ibu Ratu
" Apa itu? " Putri Bintang
" Cucu ku, Panglima Yama akan di gantung besok pagi depan rakyat nak " Ibu Ratu
" Apa? " Putri Bintang
" Rapat tertutup sudah di lakukan dan ini tidak bisa di ubah " Ibu Ratu
" Tidak ... Tidak ... Dia tidak bersalah, aku harus bicara dengan ayah " Putri Bintang
__ADS_1
" Putri, kau tidak akan bisa bicara dengan Ayah mu di saat seperti ini " Ibu ratu
" Panglima Yama tidak bersalah , aku harus melindungi nya " Putri Bintang
" Tenang lah sayang, kamu hanya harus ikhlas , walau dia tidak bersalah, tapi bukti menunjukkan hal lain nak " Ibu Ratu
" Aku , aku tidak bisa terima ini " Putri Bintang
" Sayang, yang kuat, yang penting dayang Mina , semoga dia bisa lekas sembuh nak " Ibu Ratu
" Bagaimana bisa aku kuat , jika orang tidak bersalah harus mengalami hal tidak adil " putri bintang
" Nenek harus pergi, kamu jaga diri ya sayang " Ibu Ratu
" Ya " Putri Bintang
Ibu ratu kembali ke istana nya, Putri Bintang segera pergi ke penjara bertemu Panglima Yama.
" Putri, maaf anda tidak boleh masuk ke penjara " penjaga
" Jika kau melarang ku, maka kau siap mati di tangan ku " Putri Bintang
" Hentikan! " Ibu Ratu
" Hormat pada Ibu ratu ... " Penjaga
" Biarkan dia masuk " perintah ibu Ratu
" Baik Ibu Ratu " penjaga
" Terima kasih " memeluk Ibu Ratu
Putri Bintang pun masuk " Panglima? " Putri Bintang memeluk Panglima Yama yang penuh darah
" Kau? Pergilah " Panglima Yama dengan lemas
" Ayo kita pergi dari sini " Putri Bintang ingin melepaskan Panglima Yama
" Tidak Putri, kau pergilah " Panglima Yama
" Aku nggak mau, besok kamu akan di hukum depan rakyat, ku mohon ikut aku " Putri Bintang
" Tidak Putri, hamba memang bersalah " Panglima Yama
" Apa maksud mu? Saat itu kau bersama ku, bagaimana kau bilang dirimu bersalah " Putri Bintang
" Aku tahu bahwa aku bersalah, jadi tolong lah pergi dari sini, jangan temui aku lagi " Panglima yama
" Kenapa kau berubah? Apa kau sudah menyerah? Apa kau akan begitu saja menyerah tidak mau dampingi aku? " Putri Bintang
" Kau harus selamat, aku memang bersalah jadi jangan kau memikirkan aku lagi, pergi lah Putri Bintang. Aku harap kau akan bahagia selalu, berhati - hati lah dengan Selir dan Putri cahaya " Panglima Yama
" Aku nggak ngerti kenapa kamu berubah, aku akan buktikan bahwa kau tidak bersalah, aku akan yakin kan itu " Putri Bintang
" Tolong lah Putri jangan lakukan apa pun , berikan yang terbaik untuk kerajaan, aku akan selalu ada disisi mu walau suatu saat raga ku tidak di sini " Panglima Yama
Putri Bintang menangis " Kau sudah menyerah, aku akan berikan kau bukti, aku janji, aku mohon jangan katakan itu, aku mohon, aku mencintai mu " Putri Bintang mengungkapkan perasaan nya
__ADS_1
" Akhirnya dari kita kecil ingin dengar hal ini, aku sangat bahagia, ini hadiah terindah dalam hidup ku Putri, aku sangat mencintai mu sampai kapan pun " Panglima Yama
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^