
Darien terpaksa pulang ke rumah karena Susan masih berada di penjara. Kedua orangtuanya sudah berusaha tapi mereka tidak bisa membebaskan Susan karena bukti kuat yang diberikan oleh seorang pengacara yang diutus oleh Samuel dan bukti itu membuat mereka tak berkutik sama sekali. Meski Susan yang babak belur tapi dialah yang memercik perkelahian terlebih dahulu dan Scarlet adalah korban.
Kenyataan itu tidak bisa mereka terima. Wajah Susan babak belur tapi dia yang di penjara oleh sebab itu, Darien diminta untuk pulang karena dia harus pergi menemui Scarlet. Dia harus meminta Scarlet mencabut laporan agar Susan bisa bebas. Uang hasil menjual Scarlet benar-benar sudah habis untuknya bersenang-senang dengan beberapa wanita. Sungguh menguntungkan, dia tidak peduli Scarlet mau jadi apa karena dia yakin dia bisa menemukan wanita yang jauh lebih baik dari pada Scarlet tapi permintaan kedua orangtuanya benar-benar membuatnya sakit kepala.
"Apa maksud kalian meminta aku pergi untuk menemui Scarlet?" tanya Darien setelah mendengar permintaan ayah dan ibunya.
"Tentu saja untuk membujuknya agar dia mau melepaskan Susan. Adikmu sudah berada di dalam penjara cukup lama. Apa kau tega?" ucap ibunya.
"Tapi ini permintaan gila. Aku tidak mungkin pergi menemuinya begitu saja karena Scarlet pasti tidak akan mendengarkan permintaanku!"
"Kau benar-benar bodoh. Kenapa kau menjualnya pada Samuel Archiles? Apa yang kau pikirkan sebenarnya?" tanya ayahnya.
"Aku mendapatkan satu juta dolar, Dad. Uang yang sangat menggiurkan sebab itu aku menjualnya. Lagi pula aku sudah tidak mau menjalin hubungan dengannya yang sok suci jadi tidak ada salahnya aku menjualnya!"
"Kau memang tidak salah menjualnya tapi kau telah menjualnya pada orang yang salah. Kenapa harus Samuel? Kenapa tidak pada penjahat atau yang lainnya?" tanya ibunya.
"Mom, pria itu yang memberikan penawaran, bukan aku. Sebab itu aku tidak menyia-nyiakan kesempatan!"
"Bagus, sangat bagus tapi kau lihat? Kami kesulitan membebaskannya karena pria itu membantu Scarlet jadi kau harus pergi menemui Scarlet dan jika bisa, beli dia kembali."
"Apa maksud perkataan Mommy?" Darien terkejut mendengar ide gila ibunya.
"Benar, beli dia kembali dengan harga satu juta dolar. Scarlet tidak akan berkutik karena tidak ada lagi yang membantu dirinya dan setelah kita membelinya kembali, maka kita akan menghancurkan dirinya dengan mudah. Dia harus menggantikan adikmu di dalam penjara dan dia tidak akan berdaya karena tidak ada lagi yang membantu jadi beli dia kembali!" ucap ayahnya.
"Kalian gila, Samuel tidak mungkin tergoda dengan satu juta dolar yang akan ditawarkan karena tidak ada pembisnis yang mau rugi."
"Jika begitu beri penawaran yang lebih tinggi, dia pasti mau!" ucap ibunya.
"Aku tidak yakin, Mom!" dia yakin tidak semudah itu dan dia yakin Samuel membeli Scarlet darinya karena adanya alasan khusus. Pasti ada alasannya maka dari itu dia tidak yakin Samuel mau menjual Scarlet kembali.
"Jika begitu lakukan sesuatu untuk membebaskan Susan!" teriak ibunya marah.
__ADS_1
"Sogok saja polisinya, apa susahnya!" teriak Darien pula.
"Kami sudah mencobanya tapi para polisi itu tidak mau!"
"Jika begitu uang yang kalian berikan kurang!"
"Darien!" ayahnya berteriak marah. Putranya sungguh bodoh.
"Kau benar-benar bodoh. Kenapa harus menjual Scarlet? Kau bisa meninggalkannya begitu saja. Dengan begitu dia tidak akan balas dendam atau apa pun dan sekarang, semua gara-gara kau jadi pergi temui Scarlet untuk membebaskan adikmu atau beli dia kembali dari Samuel. Gunakan cara apa pun agar adikmu keluar dari penjara. Masa depan adikmu benar-benar akan hancur jika dia berada di dalam penjara lebih lama!"
"Baiklah, baik. Aku pergi!" ucap Darien meski dia tidak tahu harus melakukan apa.
Dia tidak mungkin pergi menemui Scarlet karena dia tahu Scarlet pasti membenci dirinya. Semua jadi rumit, Susan pun mencari gara-gara dengan Scarlet tapi dia tidak menyangka Scarlet memanfaatkan situasi dengan begitu cepatnya. Sepertinya dia sudah menjadi ja*ang Samuel sebab itu dia memanfaatkan Samuel dengan sangat baik tapi yang jadi masalahnya, dia harus memulai dari mana? Apa dia harus pergi menemui Samuel dan membeli Scarlet kembali seperti ide ayah dan ibunya?
Tidak, sebaiknya dia pergi mencari Scarlet saja. Dia yakin akan lebih mudah berbicara dengan Scarlet dari pada berbicara dengan Samuel yang tidak tergoda dengan uang itu. Tapi akan dia lakukan nanti karena dia harus pergi ke kantor sebentar.
Kabar kembalinya Darien tentu saja sudah didengar oleh Samuel. Bagus, dia yakin Scarlet akan senang mendengar ini dan dia yakin Scarlet memang sudah mengharapkannya. Dia ingin lihat, apa yang akan dilakukan oleh Scarlet pada pria itu nantinya.
Scarlet yang mendapat tugas mengambil berkas baru saja kembali. Sekarang dia sudah terbiasa bahkan dia mulai menikmati pekerjaan itu. Dia memang harus banyak belajar karena dia memerlukan ilmu yang bisa dia pakai nanti setelah dia terbebas dari Samuel.
"Ada apa?" Scarlet melangkah mendekat setelah meletakkan berkas ke atas meja.
"Apa kau mau mendengar sebuah kabar?" tanyanya seraya memeluk pinggang Scarlet.
"Kabar? Kabar baik atau kabar buruk?"
"Coba tebak?" Samuel menarik Scarlet mendekat lalu menempelkan dahi mereka berdua.
"Sepertinya kabar baik. Apa tebakanku benar?" tanya Scarlet tanpa melepaskan pandangannya dari wajah Samuel yang sangat dekat.
"Yes, mau mendengar sekarang atau nanti?"
__ADS_1
"Tentu saja sekarang, apa kau berniat menyembunyikannya dariku?"
"Tidak, tapi kau harus tahu ada imbalan untuk kabar ini dan aku jamin kau pasti senang mendengarnya."
"Imbalan yang kau inginkan itu, apa akan kau ambil setelah berada di ranjang?"
"Kau salah paham, Scarlet. Aku tidak meminta imbalan seperti itu."
"Lalu, apa yang kau inginkan?"
"Aku hanya ingin sebuah ciuman darimu saja tidak lebih."
"Oh," Scarlet memalingkan wajah karena dia malu telah salah paham.
"Baiklah, tidak perlu imbalan!" Samuel kembali menariknya agar semakin dekat, "Dengar, mantan kekasihmu sudah kembali," ucapnya lagi.
"Apa?"
"Apa kau senang mendengarnya? Kau sedang mencari keberadaannya, bukan?"
"Tentu saja, setelah menjualku dia justru menghilang. Jangan kira setelah ini dia dapat hidup dengan tenang!" Scarlet melingkarkan kedua tangannya ke leher Samuel, dia tidak menduga akan mendengar ini lebih cepat.
"Kau masih akan membantu aku, bukan?"
"Tentu saja, aku pasti akan membantunya dan menjatuhnya hingga ke dasar di mana dia tidak bisa bangkit lagi. Percayalah padaku!"
"Tidak dia saja, Samuel. Aku menginginkan kehancuran seluruh keluarganya!"
"Seperti keinginanmu," ucap Samuel dan setelah itu, dia terkejut karena Scarlet mencium bibirnya.
"Yang kau inginkan!" ucap Scarlet.
__ADS_1
"Aku tidak saja menginginkan bibirmu, Scarlet. Aku juga menginginkan hatimu!"
Samuel mencium bibir Scarlet sebelum Scarlet menjawab. Ciuman yang dia berikan terasa berbeda karena dia melakukannya dengan penuh perasaan. Scarlet memejamkan kedua mata, tunggu saja. Dia pastikan Darien menyesal telah mendorongnya ke dalam pelukan Samuel karena Samuel'lah yang akan menghancurkan Darien dan seluruh keluarganya yang sombong itu.