
Hector adalah putra dari sahabat baik Alfred. Dia meminta bantuan Hector untuk mengajari Scarlet bahasa Spanyol karena bahasa Inggris Hector cukup bagus. Pemuda itu juga cukup sabar dan yang paling penting, Hector belum memiliki pasangan sehingga dia bisa mengajari Scarlet kapan saja.
Hector juga seorang pengusaha namun dia bersedia membantu Alfred saat Alfred mengutarakan niatnya. Scarlet dan Hector sudah pernah bertemu satu kali di pesta saat itu tapi Scarlet yang sedang menahan rindu tidak mengingat Hector sama sekali apalagi banyak tamu yang dia temui.
Pria itu memang sopan dan sabar saat dia sedang mengajari Scarlet mengucapkan sebuah kosakata yang tidak bisa Scarlet ucapkan sedari tadi. untuk Melihat kesungguhan putrinya Alfred langsung meminta Hector mengajari putrinya begitu Scarlet kembali dan setelah Scarlet dan Hector berkenalan.
kosakata yang sulit itu membuat Scarlet sakit kepala, namun Hector terlihat tenang seolah-olah dia sudah profesional padahal ini kali pertama dia mengajari seseorang. Bagaimanapun dia bukanlah seorang guru karena dia juga pengusaha yang selalu menghabiskan waktu di dalam ruangan untuk bekerja. Permintaan Alfred menjadi sebuah tantangan untuknya apalagi yang harus diajari adalah putri Alfred sendiri.
Meski belum mengenal Scarlet secara baik, tapi Scarlet wanita yang cukup menyenangkan. Walaupun dia sering mengeluh saat dia tidak bisa mengingat atau mengucapkan kata yang baru saja dia pelajari. Bagi banyak orang tidak mudah belajar bahasa Spanyol dan Scarlet menunjukkannya jika dia kesulitan menguasai bahasa itu.
“Kenapa begitu sulit?” ucapan itu terlontar karena sudah Scarlet sudah mengulang kosa kata yang dia pelajari tapi masih saja salah.
“Jangan menyerah, Scarlet,” ucap ayahnya yang sedari tadi memperhatikan tingkah putrinya.
“Tapi ini sulit, Dad. Aku tidak bisa mengingatnya hanya dalam hitungan detik,” ucap Scarlet membela diri karena memang baginya itu sangat sulit.
“Jangan memaksanya Tuan Alfred. Bagi Scarlet bahasa ini masih baru dan masih sulit untuk dia ucapkan. Sepertinya aku terlalu cepat mengajarinya kosakata yang sulit. Seharusnya kami memulai dari kosakata yang mudah agar Scarlet mudah mengingat dan mengikutinya. Mungkin dengan kata-kata yang biasa digunakan di rumah, aku akan mencobanya dari perkataan yang lebih mudah terlebih dahulu,” ucap Hector karena dia tahu tidak mudah.
“Begini saja, Hector. Pergilah dengan putriku untuk membeli sebuah kamus yang bisa dia gunakan saat dia butuhkan. Aku pikir, kalian harus sering bersama agar lebih banyak Interaksi yang terjadi di antara kalian berdua. Dengan banyak berkomunikasi maka Scarlet akan lebih mudah menguasainya. Ajaklah putriku melakukan beberapa kegiatan, seperti membeli beberapa barang atau melakukan hal sederhana. Aku rasa cara itu lebih baik,” ucap Alfred yang memang sengaja mendekatkan mereka berdua.
“Apa? Kenapa harus begitu, Dad? Aku tidak mau pergi berdua dengannya!” Scarlet menolak mentah-mentah ide dari ayahnya. Bukannya dia tidak senang dengan Hector tapi dia takut kebersamaan mereka justru membuat Samuel marah dan cemburu. Mereka sedang menjalin hubungan jarak jauh, jangan sampai Samuel salah paham dengan kebersamaan mereka berdua.
__ADS_1
“Hector ingin mengajarimu agar kau bisa secepatnya menguasai bahasa Spanyol, jadi kalian berdua memang harus sering bersama agar kau cepat menguasai bahasa itu. Bukankah sudah Daddy katakan, Daddy ingin kau segera menguasainya agar kau bisa berinteraksi dengan para rekan bisnis nantinya."
“Tapi, Dad?” Scarlet menatap ayahnya dengan tatapan memohon.
“Jangan membantah, Scarlet. Daddy melakukan ini untukmu jadi belajarlah dengan baik agar kau bisa menguasai bahasa itu dengan cepat," ucap ayahnya.
"Tidak perlu khawatir, Scarlet. Aku tidak akan mengambil keuntungan darimu. Aku akan mengajarimu sampai kau bisa tapi kau harus serius karena jika kau tidak serius maka kau tidak akan pernah bisa,” ucap Hector.
“Baiklah," Scarlet mengingatkan. Dia akan menghubungi Samuel nanti dan mengatakan padanya jika dia sedang diajari oleh putra sahabat baik Ayahnya. Jika dia terbuka Samuel pasti tidak akan curiga saat mereka berdua.
“Sekarang pergilah, kalian berdua bisa memulainya dari makan siang berdua. Lakukan percakapan ringan dengan begitu kau pasti akan terbiasa, Scarlet.”
“Oh, Daddy hampir melupakannya. Jika begitu, ikutlah dengan kami Hector. Kita bisa makan siang bersama."
“Terima kasih Tuan, tapi aku merasa tidak enak hati,” tolak Hector dengan sopan karena dia tidak enak hati makan bersama mereka.
“Tidak apa-apa, kau adalah putra sahabat baikku jadi jangan merasa tidak enak hati apalagi aku meminta bantuanmu. Jika kau tidak keberatan kau bisa mengajari Scarlet di rumah. Di sana ada sebuah ruangan khusus yang bisa kalian gunakan berdua di mana tidak akan ada yang mengganggu.”
Scarlet memandangi ayahnya dengan tatapan curiga. Entah kenapa dia merasa ayahnya sedang merencanakan sesuatu tapi tidak mungkin bukan ayahnya hendak mendekatkan dirinya dengan sektor karena ayahnya tahu jika dia sudah memiliki Samuel dan begitu mencintai pria itu. Sepertinya dia terlalu berlebihan, ayahnya pasti tidak mungkin melakukan hal itu.
“Hari ini aku ada waktu, dan aku bisa mengajari Scarlet. Itu pun jika Scarlet tidak keberatan untuk belajar denganku hari ini juga," ucap Hector.
__ADS_1
“Tidak, tentu saja tidak. Semakin cepat semakin baik,” jawab Scarlet.
“Bagus, kita sudah sepakat. Ayo kita pergi, istriku sudah menunggu,” Alfred beranjak dan tempat duduk, begitu juga yang dilakukan oleh Scarlet dan Hector. Mereka berdua mengikuti langkah Alfred keluar dari ruangan itu. Scarlet berusaha menepis pikiran buruknya mengenai niat ayahnya. Dia yakin ayahnya tidak mungkin memiliki niat buruk seperti ingin memisahkan dirinya dengan Samuel.
Alfred meminta putrinya untuk mengikuti mobil Hector agar mereka berdua semakin akrab dan agar mereka berdua dapat berbincang. Hal itu dilakukan agar Scarlet dapat belajar dengan cepat. Scarlet tidak mau menaruh curiga meski dia tidak suka dengan permintaan ayahnya tapi dia berusaha untuk tidak curiga dan tidak keberatan seperti yang tadi dia pikirkan jika ayahnya tidak mungkin berniat memisahkannya dari Samuel.
Kepulangan mereka sudah dinantikan oleh Diana namun kedatangan Hector cukup membuat Diana keheranan karena pemuda itu tidak pernah datang ke rumah mereka sebelumnya. Alfred sudah menjelaskan tapi dia justru curiga dengan niat suaminya.
“Apa kau sedang merencanakan sesuatu, Alfred?" Diana bertanya pada suaminya karena dia curiga suaminya merencanakan sesuatu untuk putri mereka.
“Tidak, kenapa kau bertanya demikian? Aku mengundang Hector karena dia yang akan mengajari putri kita agar putri kita bisa menggunakan bahasa Spanyol. Hector pandai berbahasa Inggris jadi dia adalah orang yang tepat untuk mengajari putri kita."
"Benarkah?" Diana tampak tidak percaya dengan apa yang suaminya ucapkan karena dia bisa melihat ada sebuah rencana yang disembunyikan oleh suaminya tapi entah apa.
"Kenapa kau curiga seperti itu padaku? Aku memang meminta tolong pada pemuda itu," ucap Alfred dan dia memang meminta bantuan ada Hector.
"Baiklah, aku hanya curiga saja!" ucap Diana.
"Aku tidak sedang merencanakan sesuatu. Ayo kita makan siang bersama. Jangan sampai Hector menunggu karena hari ini dia akan mengajari Scarlet!" Alfred mendorong istrinya keluar dari kamar. Suara tawa Scarlet justru terdengar, mereka berdua berdiri cukup jauh untuk melihat apa yang sedang Hector dan Scarlet lakukan. Diam-diam Alfred tersenyum penuh arti, sudah dia duga pemuda itu bisa dan dia tidak salah memilih kandidat.
Scarlet yang menyadari kedatangan mereka segera menghampiri ayah dan ibunya dengan wajah berseri. Dia seperti baru saja melakukan hal yang menyenangkan dengan Hector. Alfred cukup puas, dia harap Hector dapat membuat putrinya selalu seperti dan mengajarinya dengan benar tentunya saja, dia juga berharap Hector dapat mengalihkan perhatian putrinya.
__ADS_1