Kekasih Bayaran Tuan Samuel

Kekasih Bayaran Tuan Samuel
Permainan Ini Sudah Dimulai


__ADS_3

Darien mencari kesempatan untuk menemui Scarlet. Dia yakin Scarlet bisa dia bujuk untuk melepaskan Susan dan dia yakin masih ada cinta di hati Scarlet untuknya. Darien cukup percaya diri, lagi pula mereka berpisah bukan karena orang ketiga dan dia yakin Scarlet tidak tahu jika dia menjalin hubungan dengan beberapa wanita untuk memenuhi hasratnya saat Scarlet tidak mau diajak berhubungan badan.


Scarlet adalah wanita yang naif, dia bisa dirayu dengan mudah. Cukup dengan kata-kata manis saja, dia yakin dia bisa mengambil hati Scarlet dengan mudah. Mungkin Scarlet akan marah sesaat tapi dia yakin dia bisa membujuk Scarlet dengan bujuk rayu yang biasa dia lakukan.


Darien sudah tahu di mana dia harus mencari Scarlet. Tidak menduga dia akan bersama dengan Samuel. Dia mengira Samuel membelinya untuk dijadikan boneka di ranjang saja tapi sepertinya pria itu membelinya tidak saja dijadikan sebagai boneka tapi juga dijadikan sebagai budak.


Itu bagus, dengan begini dia bisa membujuk Scarlet bahkan dia akan mengajak Scarlet untuk memperbaiki hubungan. Jika berhasil maka dia akan meminta Scarlet membebaskan adiknya dari dalam penjara.


Hari itu, secara kebetulan Scarlet mendapat ijin dari Samuel. Karena ada rapat yang akan memakan waktu cukup lama, Samuel mengijinkan Scarlet untuk pulang terlebih dahulu. Ini kesempatan yang sangat bagus bagi Scarlet, dia ingin jalan-jalan sebentar untuk menenangkan pikiran dan menikmati waktu kesendiriannya oleh sebab itu, Scarlet pergi tanpa menggunakan mobil yang bisa dia gunakan kapan saja.


Scarlet tidak tahu jika Darien sedang menunggunya. Darien sangat senang ketika melihat Scarlet keluar dari kantor Samuel dan yang paling penting adalah, Scarlet seorang diri. Bujuk Scarlet terlebih dahulu sebelum dia harus membelinya kembali dari Samuel. Bagaimanapun dia tidak mau rugi. Jangan sampai dia mendapatkan uang satu juta dolar dari menjual Scarlet tapi dia justru harus keluar dua juta dolar sehingga dia rugi.


Scarlet melangkah menuju halte bus, tempat apa yang harus dia datangi terlebih dahulu? Kini dia mulai berpikir tapi dia pun mulai menyadari jika ada yang memperhatikan dirinya dari kejauhan serta ada yang mengikuti dirinya. Sial, jangan katakan jika penguntit yang mengikutinya di panti asuhan sudah mengetahui keberadaan dirinya.


Langkahnya semakin cepat, sangat berbahaya jika dia diikuti sampai ke rumah. Samuel mungkin akan membenci dirinya karena ketenangannya terganggu. Setelah semua yang dia lakukan, dia tidak mau pria itu marah sehingga mencampakkan dirinya. Dia belum balas dendam, sebab itu dia masih butuh. Scarlet mulai berlari namun dia terkejut ketika seseorang menariknya dari Belakang.


"Kurang ajar, siapa yang menarikku?" teriak Scarlet seraya berbalik. Dia mengira penguntit tapi ketika dia melihat si pengkhianat yang telah menjualnya, amarah memenuhi hatinya.


"Hei, jangan marah seperti itu?" Darien bersikap seolah-olah tidak terjadi apa pun di antara mereka berdua.

__ADS_1


Emosi memuncak sehingga membuat Scarlet tak bisa mengatakan sepatah kata pun. Ekspresi wajahnya justru tampak menakutkan. Kepala Scarlet terasa mau meledak akibat emosi yang siap meledak kapan saja bahkan dia memandangi Darien dengan tatapan tajam dengan dendam yang membara di dalam hati.


"Kenapa melihat aku seperti itu. Apa kau begitu senang atau kau begitu merindukan aku?" baji*angan itu justru tak merasa bersalah. Scarlet memejamkan mata dan menarik napas. Dia harus bersikap santai menghadapi Darien. Berteriak di jalanan hanya akan mempermalukan dirinya dan cara itu tidak akan langsung menghancurkan Darien. Dia pasti akan membalas namun dengan cara yang lebih elegan tapi untuk sekarang, meski dia ingin menumpahkan amarahnya tapi dia harus bisa menahan diri.


"Lihatlah, pria yang sudah menjualku begitu berani datang mencariku!" Scarlet bersedekap dada, memperlihatkan keangkuhan yang tak pernah dia tunjukkan sebelumnya di hadapan Darien. Darien pun cukup terkejut dengan sikap yang Scarlet tunjukkan. Seharusnya saat ini Scarlet akan menggila dan melampiaskan amarahnya lalu melakukan atraksi yang biasanya wanita lakukan saat sedang marah tapi kenapa Scarlet justru terlihat begitu tenang? Dia bahkan terlihat sangat angkuh dan sifat itu tidak pernah dia tunjukkan sama sekali sebelumnya.


"Kenapa diam? Apa tidak ada yang ingin kau katakan padaku?" Scarlet benar-benar puas pada diri sendiri dan dengan apa yang dia lakukan. Sangat beruntung dia tidak menggila di tempat itu akibat emosi. Sepertinya dia pantas mendapatkan piala Oscar.


"Kau sungguh mengejutkan aku, Sayang. Coba lihat dirimu, kau sungguh berubah," Darien hendak meraih tangan Scarlet namun Scaret sudah menepisnya.


"Sayang? Kau cukup punya nyali memanggil aku seperti itu!" ucap Scarlet. Rasanya ingin memukul tapi dia harus memberikan akhir yang berkesan pada Darien nantinya.


"Minta maaf? Begitu mudahnya, Darien? Kau menipu aku, kau menjual aku pada pria asing yang tidak aku kenal sama sekali dan kau menikmati uangnya. Apa perbuatan yang kau lakukan itu pantas aku maafkan?"


"Aku tahu apa yang aku lakukan salah, Scarlet. Aku sedang butuh uang, sebab itu aku melakukannya!"


"Kau butuh uang sebab itu kau menjual kekasihmu? Sungguh luar biasa. Sepertinya tindakan yang kau lakukan harus keluargamu contoh. Saat keluargamu butuh uang, maka mintalah ayahmu untuk menjual istri dan putrinya. Jika bisa sekalian jual dirimu juga!" ucap Scarlet.


"Bukan seperti itu, Scarlet. Waktu itu aku terlilit hutang, kau tahu ayahku tidak mungkin membantu jadi aku gelap mata saat kau mengatakan jika ada yang menawarkan uang padamu asalkan kau mau menjadi kekasihnya. Aku sungguh gelap mata, Scarlet. Jadi maafkan aku. Sekarang aku sudah kembali untuk membawamu pergi dari Samuel!" dustanya.

__ADS_1


"Hng, niatmu sungguh tulus!" cibir Scarlet.


"Aku tidak bohong, Scarlet. Percayalah padaku. Ikut aku sekarang, Samuel tidak akan tahu kau pergi dan aku rasa dia tidak akan mencarimu!"


"Kau benar-benar memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi, Darien. Setelah kau menjualku hanya karena aku tidak mau berhubungan badan, sekarang kau ingin aku kembali padamu? Dapat dari mana rasa percaya dirimu itu? Dulu aku memang bodoh tapi sekarang tidak dan kau lihat aku?" Scarlet memutar tubuhnya lalu mengibaskan rambutnya, "Dari atas sampai ke bawah, semua yang aku pakai adalah barang mahal dan semua ini tidak akan aku dapatkan darimu. Seandainya aku membuka kedua kakiku untukmu pun, aku yakin kau tidak akan memberikannya!" ucap Scarlet seraya mengangkat dagunya tinggi untuk memperlihatkan keangkuhannya.


"Jadi kau tidak mau kembali padaku karena semua barang mahal yang dia berikan padamu?"


"Terserah kau yang menilai Darien tapi ingat dengan kata-kataku ini," Scarlet melangkah mendekat lalu berdiri di sisi Darien.


"Kau sudah mengkhianati cinta tulusku padamu dan kau pula yang telah mendorong aku ke dalam pelukan pria itu. Aku sangat berterima kasih karena tanpa perantara orang lain, kau sudah menunjukkan padaku siapa dirimu. Jangan kau kira aku tidak marah, aku sangat marah tapi aku memiliki cara untuk membalas perbuatanmu dan orang yang telah membeliku, dialah yang akan membantu aku menghancurkan dirimu dan keluargamu oleh sebab itu, bersiaplah Darien. Permainan ini sudah dimulai dari Susan!" ucapnya. Scarlet terdengar tak main-main, Darien sampai menelan ludah.


Scarlet melangkah mundur dan memperlihatkan senyuman sinisnya. Kini wanita lugu yang sangat mencintainya itu sudah tidak ada lagi bahkan dia terlihat sangat berbeda dan berbahaya. Scarlet melangkah mundur beberapa langkah lalu berbalik, sudah cukup. Sebaiknya dia segera pergi saja.


"Scarlet, tunggu!" Darien mengejar lalu meraih tangannya tapi Scarlet yang sedari tadi menahan amarah agar tidak meledak di tempat itu sudah tidak bisa menahan diri lagi sebab itulah, Scarlet kembali memutar langkah lalu menendangkan satu kakinya sambil berteriak.


"Jangan menyentuh aku!" tendangannya tepat sasaran karena Darien yang tak sempat menghindar berteriak ketika kaki Scarlet berakhir di bagian yang ada di kedua kakinya. Scarlet yang sudah kehabisan kesabaran justru kembali menendangkan kakinya ke bagian yang sama. Kali ini Darien terdorong ke belakang dengan rasa nyeri yang bertubi-tubi akibat dua tendangan yang Scarlet berikan.


"Sekarang kau mendapatkan kepuasan dari kakiku!" ucap Scarlet yang kembali memutar langkah sambil mengibaskan rambut. Scarlet berjalan dengan angkuh meninggalkan Darien. Dia benar-benat puas, sangat puas. Darien mengumpat, rencana gagal dan dia justru mendapatkan dua tendangan yang mematikan dari Scarlet.

__ADS_1


__ADS_2