Kekasih Bayaran Tuan Samuel

Kekasih Bayaran Tuan Samuel
Nasehat


__ADS_3

Tidak bisa tidur akibat berpisah dengan Samuel harus Scarlet rasakan. Kali ini rasanya tidak sama seperti waktu itu di mana dia belum menyadari perasaannya. Mungkin ini kali pertama dia harus menjalani hubungan jarak jauh dengan seseorang jadi rasanya cukup berat. Scarlet gelisah sepanjang malam, ponsel tak henti dia lihat. Sungguh dia tidak suka dengan situasi seperti itu.


Dia baru tidur saat waktu menunjukkan pukul empat pagi tapi sekarang dia harus bangun karena ayahnya sudah memanggil sambil mengetuk pintu karena hari ini Scarlet benar-benar harus pergi ke perusahaan untuk memulai harinya karena dia harus belajar sebagai pemimpin yang akan menggantikan dirinya kelak.


"Scarlet, apa kau sudah bangun?" ayahnya memanggil sambil mengetuk pintu. Alfred menunggu tapi tidak ada jawaban, dia kembali memanggil sampai akhirnya Alfred memutuskan untuk masuk ke dalam kamar karena Scarlet tidak menjawab sama sekali.


Alfred tersenyum saat melihat putrinya masih tidur. Dengan perlahan, Alfred duduk di sisi ranjang lalu menyingkirkan rambut yang menutupi wajah putrinya. Usapan perlahan pun dia berikan di dahi Scarlet dan hal itu membuat Scarlet terbangun.


"Daddy?" Scarlet terkejut mendapati ayahnya berada di dalam kamar.


"Daddy memanggilmu tapi kau tidak menjawab jadi Daddy masuk saja."


"Tidak apa-apa, Dad," Scarlet mengusap kedua matanya yang masih mengantuk karena dia baru tidur beberapa jam saja.


"Kau terlihat masih mengantuk, apa kau tidak tidur semalam?" tanya ayahnya curiga.


"Perpisahan tidak menyenangkan Dad, dan ini pertama kali bagiku jadi aku tidak bisa tidur karenanya."


"Jadi kau tidak bisa tidur karena berpisah dengan Samuel?" tanya ayahnya dan Scarlet menjawab dengan anggukan.


"Apa kau begitu mencintainya sampai membuatmu jadi seperti ini?" tanya ayahnya lagi.


"Apa tidak boleh, Dad?"


"Bukan tidak boleh, cinta boleh tapi jangan sampai menjadi budak cinta!"


"Aku tidak?"


"Baiklah, itu hanya nasehat dari Daddy. Seorang wanita tidak boleh terlalu merendahkan diri untuk cinta. Kau boleh mencintainya tapi jangan terlalu berlebihan dan jangan pernah menunjukkan pada seorang pria jika kau begitu mencintainya agar kau tidak direndahkan oleh laki-laki," sela ayahnya yang sesungguhnya tidak suka Scarlet terlalu mencintai Samuel seperti itu sampai-sampia tidak bisa tidur hanya karena berpisah dengannya ,"Sekarang bersiap-siaplah, kau harus ikut dengan Daddy ke kantor!" ucap ayahnya lagi.


"Baik, Dad. Terima kasih atas nasehatnya. Aku akan segera mandi dan bersiap-siap," ucap Scarlet.


"Daddy tunggu di luar!" ucap ayahnya sebelum beranjak.

__ADS_1


Scarlet mengangguk, tatapan mata tak lepas dari ayahnya yang melangkah menuju pintu sampai ayahnya keluar dari kamar. Perasaan sedih kembali dia rasakan, dia jadi merasa hampa padahal ayahnya baru saja memberikan nasehat.


Alfred menghampiri istrinya yang sedang menunggu di meja makan dan sedang disuapi makan oleh seorang perawat.


"Bagaimana dengan Scarlet, apa dia sudah bangun?" tanya Diana.


"Putri kita, aku tidak suka melihatnya jatuh cinta sampai seperti itu!"


"Apa ada yang salah?" tanya Diana tidak mengerti kenapa suaminya tidak suka dengan putri mereka yang sedang jatuh cinta.


"Tantu saja ada yang salah. Aku tidak akan melarangnya jatuh cinta tapi aku tidak suka dia terlalu mencintai seseorang terlalu berlebihan. Bagaimana jika tiba-tiba Samuel meninggalkan dirinya? Apa dia akan jadi gila karena cinta? Jangan katakan dia akan bunuh diri karena terlalu mencintai pria itu!"


"Sudahlah, jangan terlalu dicegah. Ini masih baru, setelah satu atau dua minggu lagi Scarlet pasti akan terbiasa. Dia baru mengalami jatuh cinta tapi sudah harus berpisah jadi biarkan saja," ucap Diana.


"Baiklah tapi aku rasa aku harus melakukan sesuatu!"


"Jangan melakukan yang tidak-tidak jika tidak mau putrimu marah!"


"Morning Mom, Morning Dad," sapa Scarlet yang sudah terlihat rapi dan sedang menghampiri mereka.


"Morning, Sayang. Putri Mommy terlihat cantik hari ini."


"Tentu saja!" Scarlet mencium pipi ibunya dan setelah itu Scarlet mendekati ayahnya dan memberikan ciuman di pipi ayahnya.


"Bagaimana dengan tidurmu sayang, apa nyenyak?" tanya ibunya.


"Sangat nyenyak sebelum Daddy masuk dan mengganggu aku!"


"Sudah saatnya kau pergi ke kantor dengan Daddy, Scarlet. Jangan bermain-main lagi. Semakin cepat kau belajar, semakin bagus!" ucap ayahnya.


"Aku tahu, Dad. Hari aku sangat siap pergi dengan Daddy."


"Bagus, segera sarapan dan setelah itu kita pergi!" Scarlet mengangguk, mengiyakan perkataan ayahnya. Meski ini hari pertamanya dan baru berpisah dengan Samuel tapi dia sangat bersemangat karena dia tidak mau mengecewakan ayahnya.

__ADS_1


"Makan ini," ayahnya mengambil sebuah roti kukus dan meletakkannya ke atas piring putrinya.


"Thanks, Dad."


"Apa kalian akan makan siang di rumah nanti?" tanya ibunya.


"Nanti kami akan pulang agar kita bisa makan bersama," sebisa mungkin dia akan mengabulkan apa pun yang istrinya inginkan agar istrinya mendapatkan kenangan manis selama sisa hidup yang masih ada.


"Aku menunggu," ucap Diana.


"Segera habiskan makanannya, Scarlet. Kita sudah hampir terlambat!" perintah ayahnya,


Scarlet mengangguk, dia makan dengan terburu-buru agar ayahnya tidak lama menunggu. Roti sudah habis, segelas jus jeruk segar yang baru di peras pun sudah habis.


"Aku sudah selesai, Dad," ucapnya.


"Bagus, sekarang kita pergi tapi Daddy antar Mommy ke kamar terlebih dahulu!"


"Tidak perlu, kalian pergilah!" ucap Diana.


"Maaf. Sayang. Kami akan pulang untuk makan siang bersama!" Alfred beranjak sambil meletakkan serbet ke atas meja. Scarlet pun beranjak setelah meneguk segelas air putih. Sekarang dia benar-benar kenyang.


"Kami pergi dulu!" Alfred memberikan kecupan di dahi istrinya.


"Aku pergi, Mom," Scarlet pun memberikan ciuman di dahi ibunya.


"Belajar yang benar, oke?"


"Sudah pasti," setelah pamit pada ibunya, Scarlet segera mengejar ayahnya yang sudah berjalan pergi. Jantungnya jadi berdebar karena dia tahu jika dia akan bertemu dengan banyak orang hari ini. Dia akan memperkenalkan diri pada seluruh karyawan ayahnya dan juga mengikuti ayahnya menghadiri rapat. Semoga saja dia tidak membuat kesalahan yang bisa mempermalukan ayahnya.


Selama di jalan, tak hentinya Scarlet melihat ponsel karena dia menunggu kabar dari Samuel yang belum juga memberinya kabar apakah dia sudah tiba atau belum. Scarlet bahkan terlihat gelisah sehingga membuat ayahnya menggeleng karena tingkahnya.


Sungguh, dia tidak suka melihat putrinya terlalu mencintai seseorang terlalu berlebihan. Scarlet yang menyadari jika ayahnya tak henti melihat ponsel buru-buru menyimpan benda itu. Scarlet tersenyum dan bersandar di lengan ayahnya, jangan sampai dia membuat ayahnya salah paham padahal ayahnya sudah memberikan nasehat tapi dia harap Samuel sebgera memberinya kabar agar dia tidak gelisah seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2