Kekasih Bayaran Tuan Samuel

Kekasih Bayaran Tuan Samuel
Permohonan Diana


__ADS_3

Tidak ada yang tahu, kenapa Alfred dan Diana harus kehilangan putri mereka saat masih bayi. Mereka mengira jika putri mereka diculik oleh pesaing bisnis mereka bahkan mereka juga mengira yang menculik bayi mereka adalah pengasuh yang mereka percaya tapi nyatanya tidak seperti itu.


Pada malam itu, ketika Diana dan Alfred pergi ke pesta, mereka meninggalkan putri mereka bersama sang pengasuh. Tidak ada yang menaruh curiga sama sekali, mereka berpesan pada sang pengasuh agar menjaga Estelle baik-baik tapi setelah mereka pergi, Estelle menangis dan tak mau berhenti.


Sang pengasuh tentu saja panik, segala upaya sudah dilakukan tapi tangisan Estelle tidak juga berhenti oleh sebab itu, sang pengasuh membawa Estelle keluar dari kamar dan membawanya jalan-jalan ke lobi hotel. Sang pengasuh pun tidak tahu jika sekelompok penjahat ada di luar.


Mereka mengincar orang-orang kaya yang menginap di hotel itu namun para penjahat itu kesulitan tapi saat melihat sang pengasuh bersama Estelle, mereka memutuskan untuk menculiknya karena mereka tahu jika bayi itu adalah putri dari Alfredo dan Diana, sang miliarder dari Spanyol. Mereka tahu karena sudah ada jaringan informasi yang bekerja dengan mereka di hotel itu.


Para penjahat itu berhasil menculik Estelle beserta para pengasuhnya. Mereka berniat meminta uang tebusan yang besar tapi pengasuh Estelle yang cerdik justru melarikan diri. Meski tidak tahu dia berada di mana, sang pengasuh yang dikejar dan mendapatkan luka tembak membawa Estelle dan lari menggunakan sebuah kapal imigran gelap yang hendak ke Inggris. Segala upaya dilakukan tapi akibat luka tembak, nyawa pun menjadi taruhan.


Tak mau Estelle ditangkap oleh para penjahat, dengan terpaksa Estelle ditinggalkan di panti asuhan dan setelah itu sang pengasuh mati dalam pelariannya. Tidak ada lagi yang tahu, para penjahat pun tidak tahu jika target mereka ditinggalkan di panti asuhan, sebab itulah Alfredo tidak bisa menemukan keberadaan putrinya karena Estelle dibawa dari Brazil ke London.


Dua puluh lima tahun mereka mencari, tak mengenal lelah dan tak peduli seberapa banyak uang yang sudah mereka keluarkan untuk mencari putri mereka yang hilang dan pada akhirnya, semua usaha, air mata, dan materi yang mereka keluarkan terbayar sudah.


Diana yang memeluk putrinya tak mau melepaskan sama sekali. Dia takut putrinya mendadak lenyap dari pelukannya. Bagaimanapun semua itu seperti mimpi saja, tidak pernah terpikir sama sekali bahkan dalam mimpi pun mereka tidak pernah memimpikan akan bertemu dengan putri mereka yang hilang.


"Bagaimana kehidupanmu selama ini, apa kau mendapatkan pendidikan yang layak?" tanya ibunya. Dia harus tahu bagaimana dengan kehidupan yang dijalani oleh putrinya selama ini dan dia harap putrinya mendapatkan kehidupan yang layak seperti anak pada umumnya.


"Hidup di panti asuhan sangat sulit, kami makan dari pemberian orang lain. Kami semua mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Dapat makan saja kami sudah sangat bersyukur apalagi bisa sekolah tapi tidak semua mendapatkan nasib baik karena keterbatasan biaya. Jika bernasib baik maka ada orang kaya yang datang untuk mengadopsi tapi tidak semua memiliki nasib baik seperti yang aku katakan karena kamiĀ  yang tidak beruntung harus mengubur impian kami dalam-dalam!" ucap Scarlet.


"Maafkan kami, maafkan kami yang tidak mampu mencari keberadaanmu. Seandainya kami lebih gigih mencari keberadaanmu mungkin saja kami bisa lebih cepat menemukan keberadaanmu tapi kami tidak menyangka jika kau akan dibawa dari Brazil ke London, perbedaan dua negara benar-benar membuat kami tak bisa menemukan keberadaan dirimu!" ucap ayahnya.


"Sudahlah, tidak pernah dibahas."

__ADS_1


"Sayang, kau tidak memanggil aku sedari tadi. Panggil aku Mommy, cepat!" pinta ibunya.


Scarlet menunduk saat ibunya meminta hal itu. Jujur saja, dia belum bisa mengucapkannya karena dia merasa canggung. Diana memegangi tangan putrinya dan memandanginya dengan tatapan sayu. Dia sangat ingin mendengar putrinya memanggilnya dengan sebutan Mommy. Itu hanya permintaan sederhana dan dia harap putrinya mau melakukannya.


"Scarlet? Apa kau tidak mau memanggil Mommy?" tanya ibunya dengan penuh harap.


"Bu-Bukan begitu," Scarlet tampak canggung.


"Diana, mungkin dia belum terbiasa. Jangan memaksa," ucap suaminya.


"Aku takut aku tidak bisa mendengarnya. Bagaimana jika aku mati sebelum aku mendengar dia memanggil aku dengan sebutan ibu?"


"Tolong jangan berkata seperti itu," pinta Scarlet.


"Apa?" Scarlet berpaling, melihat ke arah Samuel yang juga melihat ke arahnya. Dia ingin lihat keputusan apa yang akan Scarlet ambil.


"Benar, Sayang. Waktu yang Mommy miliki sudah tidak lama lagi jadi ikut kami kembali ke Spanyol. Kita hidup di sana bersama," ucap ibunya.


"Tapi aku?" Scarlet kembali melihat ke arah Samuel.


"Kenapa? Apa kau ragu karena dirinya?" tanya ayahnya.


"Tuan, Nyonya, Scarlet adalah kekasihku. Bagaimana bisa kalian membawanya begitu saja dan ingin memisahkan kami?" tanya Samuel.

__ADS_1


"Tapi kami sudah lama mencarinya dan kami sudah terpisah begitu lama, apa kau tega memisahkan kami lagi?" tanya Alfredo.


"Ikutlah kami kembali ke Spanyol, Scarlet. Kami akan memberikan kehidupan yang layak untukmu. Kita akan menghabiskan waktu bersama sampai waktuku di dunia ini habis," pinta ibunya.


Scarlet menunduk, tidak tahu harus menjawab apa. Jujur saja dia menginginkan kebebasan dan terbebas dari Samuel sehingga tidak menjadi kekasih bayarannya lagi. Siapa yang tak mau bebas saat ada kesempatan? Semua orang pasti menginginkan kebebasan saat ada sebuah kesempatan.


"Scarlet, apa keputusanmu?" tanya ibunya.


"Aku?" Scarlet masih ragu tapi dia harus mengatakan keputusan apa yang dia ambil.


"Maaf, Samuel. Aku akan pulang dengan mereka," ucapnya.


"Apa kau bilang?" Samuel beranjak dari tempat duduk, dia tampak tak percaya dengan keputusan Scarlet.


"Tolong ijinkan aku pulang dengan mereka, Samuel. Aku sudah lama menginginkan keluarga dan mereka sudah mencari aku jadi ijinkan aku kembali dengan mereka ke Spanyol," pinta Scarlet.


"Tidak, Scarlet. Aku tidak akan mengijinkan kau pergi dengan mereka!" tolak Samuel.


"Tolong mengerti akan posisiku, Samuel. Aku hanya ingin bersama dengan mereka. Tolong ijinkan aku mengikuti mereka," Scarlet masih meminta hal yang sama.


"Tolong, anak muda. Biarkan kami membawa putri kami pulang. Hidupku sudah tidak lama jadi ijinkan aku menghabiskan waktu dengan putriku. Aku mohon padamu," pinta Diana memohon.


Samuel tak menjawab, dia justru tak tega melihat ibu Scarlet yang sedang sakit. Semua orangtua pasti ingin menghabiskan waktu bersama dengan anaknya apalagi ibu Scarlet sedang sakit keras tapi apakah dia harus merelakan Scarlet dibawa pergi oleh orangtuanya ke Spanyol? Jika dia membiarkannya, bukankah dengan demikian dia tidak akan bisa bertemu dengan Scarlet lagi?

__ADS_1


"Tolong ijinkan Scarlet ikut kami ke Spanyol, anak muda. Aku mohon padamu," Diana masih memohon dan dia harap Samuel membiarkan Scarlet pulang bersama dengan mereka. Samuel dan Scarlet saling pandang, sedangkan Diana kembali memohon agar Scarlet diijinkan untuk mengikuti mereka kembali bahkan Alfredo pun meminta hal yang sama karena memang, mereka ingin menghabiskan waktu dengan putri mereka yang hilang.


__ADS_2