Kekasih Bayaran Tuan Samuel

Kekasih Bayaran Tuan Samuel
Gara-gara Scarlet


__ADS_3

Darien sangat murka, begitu juga dengan kedua orang tuanya. Bagaimana tidak, perusahaan milik ayahnya hancur dalam jangka waktu kurang dari satu minggu. Mereka tidak bisa membebaskan Susan dan sekarang, perusahaan yang ayahnya bangun sejak muda hancur dalam hitungan hari.


Tidak ada yang bisa mencegahnya, Darien pun tidak bisa. Segala upaya yang mereka lakukan tidak berhasil, mereka hanya bisa menyaksikan kehancuran perusahaan yang dibangun dengan jerih payah, keringat dan air mata tanpa bisa mencegah.


Ibu Darien hanya menangis, ayahnya terbaring di rumah sakit akibat stroke setelah perusahaannya hancur. Keadaan sungguh buruk, perusahaan yang Darien miliki tentu saja tidak menjamin karena perusahaan itu belum berdiri dengan kokoh.


"Darien, bukankah kau berkata kau menjual Scarlet?" tanya ibunya.


"Yeah, aku memang menjualnya."


"Berapa?" tanya ibunya.


"Satu juta dolar.


"Jika begitu berikan uangnya pada Mommy. Uang itu bisa Mommy gunakan untuk membayar biaya rumah sakit ayahmu," pinta ibunya.


"Sudah habis. Mom," ucap Darien.


"Apa kau bilang?"


"Uangnya sudah habis, Mom."


"Satu juta dolar kau pakai untuk apa, Darien? Kenapa sudah habis? Itu bukan uang yang sedikit lalu kau pakai untuk apa?" teriak ibunya.


"Aku pakai untuk bersenang-senang di Hawaii dengan beberapa orang wanita," ucapnya.


"Apa?" Ibunya kembali terkejut mendengar perkataan Darien, "Jadi kau menggunakan satu juta dolar itu untuk bersenang-senang dengan ja*ang?" teriak ibunya murka.


"Mana aku tahu akan jadi seperti ini, Mom? Waktu itu aku menjualnya untuk bersenang-senang!"


"Kau bodoh, kau bodoh!" teriak ibunya marah.


Darien menunduk, tak bisa berkata apa-apa. Jika uang satu juta dolarnya masih ada, mungkin dia masih bisa menyelamatkan perusahaan ayahnya. Semua gara-gara Scarlet, jika Scarlet tidak membalas dendam maka semua tidak akan jadi seperti ini. Selama beberapa hari dia sibuk menangani perusahaan ayahnya yang bangkrut sehingga tidak bisa melakukan rencana jahatnya pada Scarlet. Kali ini dia tidak akan ragu lagi untuk melakukannya.


"Awas kau, Scarlet. Awas kau! Semua gara-gara kau dan aku tidak akan mengampuni dirimu!" ucapnya sambil menahan amarah yang memenuhi hati.


Kabar akan perusahaan ayahnya yang bangkrut sudah didengar oleh Samuel. Kebetulan, Scarlet pasti akan sangat senang mendengar berita ini. Satu musuh sudah tumbang tapi dia harus waspada karena dengan begini Darien pasti tidak akan diam dan dia harus memperingati Scarlet.

__ADS_1


Hari ini, dia dan Scarlet akan pergi menikmati waktu mereka di tempat-tempat bagus yang ada di Spanyol. Meski ini adalah pertama kali dia akan berada di keramaian tapi dia akan berusaha bertahan. Semoga saja dia tidak mengecewakan Scarlet karena phobia yang dia derita.


Scarlet sudah menunggunya, dia sibuk sejak pagi karena dia ingin berpenampilan sempurna agar tidak membuat Samuel malu saat berjalan dengannya. Dulu dia memang tidak bisa mendapatkan semua kebutuhan untuk perawatan diri tapi sekarang, dia sudah memilikinya.


Penampilannya sudah sempurna, ayah dan ibunya bahkan memuji tapi Scarlet belum memberitahu mereka jika dia hendak pergi bersama dengan Samuel untuk menikmati waktu mereka berdua.


"Kau mau pergi ke mana, Scarlet?" tanya ibunya.


"Pergi kencan dengan Samuel."


"Wah, sepertinya menyenangkan. Ke mana kalian akan pergi?" tanya ayahnya.


"Tidak tahu, apa Daddy tahu tempat bagus untuk menghabiskan waktu?"


"Tidak perlu jauh-jauh, di Barcelona banyak tempat yang bagus, Sayang," ucap ibunya.


"Benarkah?"


"Yeah, kau bisa pergi ke Montjuic jika ingin melihat panorama terbaik saat matahari terbenam. Di sana kau juga bisa melihat hamparan kota yang indah. Setelah dari sana, pergilah ke Mirablau karena kalian bisa melihat indahnya kota Barcelona pada malam hari. Percaya dengan Daddy, kalian pasti akan menyukainya."


"Baiklah, tiga tempat itu akan aku datangi," semoga saja tidak terlalu ramai agar phobia Samuel tidak kambuh," Kencan mereka semoga tidak gagal karena dia sangat berharap kencan yang mereka lakukan saat ini memberikan kesan indah yang tak akan mereka lupakan.


"Nikmatilah waktu kalian, Sayang.  Buatlah kenangan indah sebelum kalian menikah." ucap ibunya.


"Tentu saja, Mom. Aku pasti akan melakukannya," ucap Scarlet dengan senyuman menghiasi wajahnya. Tentu dia akan melakukannya, bahkan dia sudah tidak sabar menunggu Samuel datang untuk menjemputnya.


"Ngomong-ngomong, phobia apa yang dialami oleh Samuel?" tanya ibunya ingin tahu.


"OCD, Apa Mommy tahu akan penyakit ini?"


"Sebuah syndrome yang membuat seseorang terlalu mencintai kebersihan. Apa yang Daddy katakan benar, bukan?" tanya ayahnya.


"Benar, Dad. Walau kebersamaan kami terjadi secara tidak menyenangkan tapi dia pemuda yang baik."


"Tidak menyenangkan bagaimana maksudmu? Apa dia memaksamu untuk bersama dengannya?" tanya ibunya.


"Mom, dulu aku bekerja di restoran dan aku memiliki seorang kekasih. Aku bertemu dengan Samuel tanpa sengaja tapi dari pertemuan kami itu, Samuel memberikan sebuah penawaran. Aku menolak tapi pria yang aku cintai sebelumnya justru menjual aku pada Samuel tanpa aku tahu."

__ADS_1


"Apa?" ayah dan ibunya terkejut.


"Aku selalu berusaha memberontak, agar aku bisa terbebas dari Samuel tapi aku sadar jika apa yang aku lakukan sia-sia saja."


"Tunggu dulu," sela ayahnya, "Apa maksudmu kau dibeli oleh Samuel dan untuk apa dia membelimu?"


"Itu karena aku adalah satu-satunya orang yang bisa dia sentuh. Samuel tidak saja tidak bisa menyentuh barang tapi dia juga tidak bisa menyentuh siapa pun. Dia membeli aku karena secara kebetulan kami bersentuhan tanpa sengaja."


"Aku baru tahu ada penyakit seperti itu," ucap ibunya.


"Aku pernah mendengar tapi aku tidak tahu ada yang separah itu sampai tidak bisa bersentuhan dengan siapa pun."


"Tapi, Scarlet. Kau tidak terpaksa bersama dengannya, bukan?" tanya ibunya.


"Tentu saja tidak, setelah berpisah aku menyadari perasaanku padanya dan aku telah jatuh hati padanya."


"Baiklah, kami bisa melihat itu. Jodoh memang terkadang datang tanpa disangka."


"Mommy benar," ucap Scarlet, senyuman pun kembali menghiasi wajahnya. Yang ibunya katakan memang benar, jodoh datang tanpa disangka dan semua itu berkat Darien. Haruskah dia berterima kasih pada Darien? Sepertinya harus dia lakukan dan dia beri hadiah yaitu kehancuran perusahaannya.


"Nona, ada yang ingin bertemu," seorang pelayan menyampaikan pesan untuknya.


"Terima kasih, aku keluar dulu Mom, Dad," Scarlet keluar dengan cepat untuk menemui Samuel. Dia sangat senang dan seperti kemarin, Scarlet langsung melompat ke dalam pelukan Samuel.


"Kau begitu bersemangat hari ini, Scarlet?"


"Tentu saja. Kita akan pergi berkencan, tentu aku sangat senang."


"Aku punya berita bagus untukmu dan aku yakin kau akan semakin senang."


"Oh yeah? Apa itu?" Scarlet jadi penasaran.


"Malam ini, menginap denganku maka aku akan mengatakan padamu berita bagusnya. Kau mau, bukan?"


"Menginap, ayo minta ijin terlebih dahulu pada ayah dan ibuku!" Scarlet menarik Samuel untuk masuk ke dalam rumahnya. Kedua orang tuanya menyambut kedatangan Samuel dengan hangat.


Samuel pun meminta ijin pada mereka untuk membawa Scarlet dan mengajak Scarlet untuk menginap. Mereka tidak keberatan sama sekali karena Scarlet tampak bahagia.

__ADS_1


__ADS_2