Kekasih Bayaran Tuan Samuel

Kekasih Bayaran Tuan Samuel
Ada Yang Ingin Bertemu


__ADS_3

Samuel keluar dari kamar sebelum Scarlet terbangun. Ada yang hendak dia lakukan, dia tahu orang yang selalu mengikuti mereka pasti berada d hotel di mana mereka menginap. Dia ingin melihat apa yang orang itu inginkan. Jika memang ada hubungannya dengan keluarga Scarlet, maka itu akan menjadi kesempatan yang bagus karena dia tidak perlu bersusah payah untuk mencari.


Seperti yang dia duga, orang itu ada di sekitar hotel. Samuel sudah menggunakan sarung tangannya, dia sudah mengambil antisipasi oleh sebab itu, Samuel segera menghampiri orang asing yang selalu mengikuti dirinya dari London bahkan dia tidak membiarkan orang itu lari.


"Kau mengikuti aku dari London, apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya Samuel pada seorang pria yang memang selalu mengikutinya.


"Maaf, aku mengikuti Nona yang selalu bersama denganmu."


"Kenapa kau mengikutinya, katakan yang jelas. Jika ada maksud jahat maka aku tidak akan segan!" ancam Samuel.


"Sesungguhnya ada yang memerintahkan aku untuk mengikuti kalian."


"Siapa?" Samuel semakin curiga jika memang ada hubungannya dengan masa lalu Scarlet.


"Maaf, ada yang hendak bertemu dengan Nona yang bersama denganmu. Apa kau bisa membawanya ke rumah sakit, Sir?" pinta orang itu.


"Rumah sakit?"


"Yeah, ada yang ingin bertemu dengannya dan ini sangat penting. Apakah kau bisa membantu membawa Nona itu ke rumah sakit?"


"Katakan di mana, aku akan membawanya pergi!" entah siapa yang ingin bertemu dengan Scarlet tapi dia semakin yakin ada hubungannya dengan keluarga Scarlet. Sebuah nama rumah sakit sudah didapatkan, Samuel pun pergi dan berjanji akan membawa Scarlet ke sana saat siang karena saat ini Scarlet sedang tidur akibat kelelahan dengan apa yang mereka lakukan semalam.


Samuel kembali ke hotel setelah mengetahui tujuan orang yang selalu mengikuti dirinya. Dia rasa Scarlet pasti ingin tahu siapa yang menunggunya di rumah sakit. Kabar itu pun sudah disampaikan pada pasangan Alfredo. Mereka tentu saja sangat senang dan sudah tidak sabar terutama Diana. Itu kabar yang sangat bagus, mereka tidak perlu bersusah payah untuk menemui Scarlet.


"Jika dia benar-benar putri kita, apa dia akan menerima kita dan memaafkan kita, Alfred?" tanya Diana. Ekspresi wajahnya berseri, setelah sekian lama mencari dan untuk pertama kali mereka akan bertemu dengan seseorang yang mereka anggap sebagai putri mereka yang hilang.


"Jika kita menjelaskannya dengan baik, aku rasa dia akan mengerti dan memaafkan kita karena kita juga tidak menginginkan hal ini."


"Aku takut dia tidak bisa menerima apa yang terjadi lalu tidak bisa memaafkan kita!"

__ADS_1


"Pasti bisa. Kau tidak perlu khawatir, aku yang akan menjelaskannya tapi yang paling penting adalah, kita harus memastikan terlebih dahulu apakah dia putri kita atau bukan."


"Semoga tanda lahir itu tidak hilang," ucap Diana.


"Jika tidak ada tanda lahirnya, kita bisa tes DNA. Apa pun akan aku lakukan untuk memastikan apakah dia putri kita atau bukan."


"Aku harap kali ini kita menemukannya, Alfred. Waktuku ini, aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Setidaknya aku dapat melihat wajah putri kita sebelum aku mati. Satu kali saja, aku harap aku diberi kesempatan itu!" ucap Diana.


"Jangan berkata demikian, kita pasti bisa bertemu dengannya."


"Aku harap demikian," ucap Diana yang sudah tidak sabar tapi mereka hanya bisa menunggu, menunggu kedatangan Samuel dan Scarlet yang akan datang nanti siang.


Samuel yang sudah kembali ke hotel pun mencoba membangunkan Scarlet yang masih tidur dengan nyenyak. Sarapan sudah dia pesan, tinggal membangunkan Scarlet saja yang sepertinya begitu lelah akibat kegiatan mereka semalam. Selimut yang menutupi tubuh Scarlet disingkirkan, Samuel meraba tubuhnya yang polos dengan perlahan hingga membuat Scarlet terbangun.


"Jangan mengganggu aku, Samuel!"


"Aku sudah memesan sarapan, sebaiknya segera bangun jika tidak aku yang akan menggendongmu ke kamar mandi!" ucap Samuel tanpa henti mencium leher Scarlet lalu wajahnya.


"Hei, ada yang ingin bertemu denganmu!"


"Siapa? Jangan katakan Darien atau salah satu anggota keluarganya mengejar kita sampai ke sini hanya untuk mencari perkara!"


"Bukan, bukan mereka."


"Lalu?" Scarlet mengernyitkan dahi, kini dia mulai penasaran.


"Kau ingat dengan orang yang mengikutimu dari panti asuhan?" tanya Samuel.


"Yeah, apa hubungannya? Tidak mungkin orang itu mengikuti kita sampai di sini, bukan?"

__ADS_1


"Bagaimana jika iya? Apa kau tidak percaya?"


"Kau serius?" Scarlet memandangi Samuel, dia tampak tidak percaya jika orang yang mengikutinya dari panti asuhan sampai mengikutinya ke Paris.


"Apa aku sedang berbohong saat ini? Aku baru saja keluar menemui orang itu untuk mencari tahu apa tujuannya sampai mengikuti kita ke sini!"


"Jadi orang itu yang akan bertemu denganku?"


"No, bukan. Bukan orang itu yang ingin menemui dirimu tapi ada yang lainnya dan orang itu ada di rumah sakit. Dia meminta kita pergi ke sana untuk menemui mereka karena salah satu dari mereka tidak bisa peri ke mana pun dan hanya bisa berbaring di rumah sakit saja!"


Scarlet diam, kenapa harus di rumah sakit? Apakah ada yang sedang sakit? Mendadak dia jadi merasa tidak nyaman. Sebenarnya siapa yang mau bertemu dengannya? Entah kenapa dia jadi berdebar bahkan dia tidak memiliki bayangan siapa yang akan bertemu dengannya.


"Apa aku harus pergi?" tanya Scarlet karena dia tampak ragu.


"Sudah pasti, bukan? Aku rasa yang ingin bertemu denganmu ada hubungannya dengan dirimu."


"Apa maksudmu?" Scarlet berpaling, melihat ke arah Samuel dengan ekspresi wajah tidak mengerti.


"Bisa saja yang ingin bertemu denganmu adalah kedua orangtuamu. Apa kau tidak mau tahu akan hal ini? Mungkin saja mereka mencarimu selama ini tapi mereka tidak bisa menemukan dirimu. Banyak kejadian yang tak kita ketahui karena dunia ini sangat luas. Mungkin ini kesempatanmu untuk mengetahui jati dirimu jadi jangan disia-siakan karena saat kau sadar, kau akan menyesalinya."


"Aku bukannya tidak mau, Sam. Aku hanya takut saja. Bagaimana jika apa yang dikatakan tentang aku adalah benar? Aku sungguh takut."


"Bodoh!" Samuel menyentil dahi Scarlet dengan pelan namun kecupannya pun mendarat di tempat yang sama.


"Dari pada menerka-nerka yang meracuni pikiran lebih baik kau mencari tahu secara langsung. Dengan begini kau tidak akan ditipu oleh siapa pun dan kau tidak akan menerka-nerka. Mencari tahu lebih baik dari pada hanya mendengar omongan orang lain yang pada akhirnya meracuni pikiranmu sendiri."


"Baiklah, kau benar. Aku akan pergi menemuinya, siapa pun itu!"


"Bagus, sekarang saatnya mandi lalu sarapan dan setelah itu kita pergi!"

__ADS_1


"Mau menggendong aku ke kamar mandi?" pinta Scarlet.


"Dengan senang hati!" Samuel beranjak dari atas ranjang lalu menggendong Scarlet menuju kamar mandi. Scarlet diperlakukan istimewa, dia tahu itu tapi yang membuatnya gelisah adalah orang yang akan mereka temui sebentar lagi. Siapa mereka? Sungguh dia sangat ingin tahu dan tidak sabar.


__ADS_2