
Baju sudah berserakan di lantai kamar hotel tapi Scarlet dan Samuel tak terlihat. Itu karena mereka berdua berada di dalam kamar mandi untuk mandi meski tak ada yang fokus untuk melakukannya. Air shower yang menyala, membasahi tubuh mereka berdua. Scarlet sudah menempel di dinding karena Samuel menghimpitnya di sana sambil mencium bibirnya yang penuh naf*u.
Mereka sudah tidak melakukannya beberapa waktu, tentu rasanya berbeda dari sebelumnya karena biasanya Scarlet hanya pasrah saja tapi sekarang, mereka sama-sama saling menginginkan. Tubuh Scarlet sedikit diangkat, agar mempermudah Samuel melakukannya. Tidak perlu pemanasan yang berarti karena tidak ada yang mau kehilangan moment itu. Meski bukan pertama kali mereka bercinta, namun gai*rah yang ada seperti gaira*h yang berbeda sehingga membuat mereka mengebu-gebu.
Mungkin karena untuk percintaan pertama dilakukan dengan paksaan sehingga Scarlet tidak menikmati rasa yang dia rasakan saat ini dan sekarang, rasanya sangat jauh berbeda karena mereka sama-sama menginginkan satu sama lain sehingga percintaan mereka terasa berbeda.
Berat tubuh Scarlet pun ditopang dengan tubuhnya, Samuel mendorong dengan keras dan menghentakkan tubuhnya dengan keras sedangkan Scarlet menikmati permainan mereka. Malam mereka berdua masih panjang dan malam ini mungkin mereka akan melakukannya banyak kali karena setelah ini, mereka tidak akan melakukannya karena jarak yang memisahkan.
Setidaknya ekspresi wajah Scarlet terlihat puas dan bahagia setelah mereka selesai melakukannya. Scarlet masih berdada di dalam gendongan Samuel, mereka pun berciuman sejenak dan setelah itu mereka beristirahat sejenak sambil mengatur napas.
"kapan kau akan kembali ke London, Sam?" sesungguhnya dia tidak suka menanyakan hal ini tapi dia harus tahu. Jangan sampai Sam tiba-tiba pergi sebelum dia menyiapkan hati.
"Mungkin dua hari lagi aku kembali."
"Apa? Kenapa begitu cepat?" sekarang dia tidak rela setelah mendengarnya. Rasanya ingin menghentikan waktu agar Samuel tidak pergi darinya sehingga mereka tidak berpisah.
"Setelah dari Paris, aku kembali ke Australia. Aku berada di sana cukup lama dan sekarang aku ada di sini jadi pekerjaanku sudah aku tinggal lama. Jangan sampai perusahaan yang aku bangun dengan susah payah justru hancur gara-gara kepergianku."
"Australia?"
"Yes, semua keluargaku ada di sana. Apa aku belum pernah mengatakannya padamu?" Scarlet menggeleng karena dia tidak ingat.
"Aku jadi tidak rela berpisah denganmu," Scarlet memeluknya dengan erat, meski mereka sudah sepekat untuk menjalin hubungan jarak jauh tapi dia jadi tidak rela.
"Tidak perlu khawatir, aku akan datang untuk menemui dirimu saat ada waktu."
"Jika begitu aku akan kabur jika aku merindukanmu," ucap Scarlet.
"Kita bicarakan lagi nanti. Sekarang kita mandi dulu, kau harus menghubungi kedua orangtuamu agar mereka tidak mengkhawatirkan keadaanmu!"
__ADS_1
"Baiklah, aku juga tidak mau seperti koala terlalu lama!"
Samuel tersenyum lalu mencium pipinya.
"I love you," akhirnya perkataan itu terucap.
"What?" Scarlet terkejut mendengarnya.
"Kenapa terkejut seperti itu?"
"Me-Mendadak aku jadi tuli, bisakah kau ulangi lagi?" pinta Scarlet.
"I love you, Scarlet," kali ini Samuel berbisik di telinganya.
"Lagi!" pinta Scarlet, hatinya berbunga-bunga mendengar kata cinta yang Samuel ucapkan berkali-kali untuknya.
"Apa sudah puas?" tanya Samuel yang entah sudah berapa kali mengucapkan kata cinta yang Scarlet inginkan.
"Tidak ada yang bisa mencegah perasaan itu muncul, Scarlet. seperti dirimu, aku juga tidak bisa mencegah perasaan itu tumbuh di hati. Bukan karena kau satu-satunya wanita yang bisa aku sentuh, tapi karena kau begitu istimewa bagiku."
"Jadi, kau pernah menyukai seorang wanita sebelumnya?"
"Tentu saja pernah," Samuel menurunkan Scarlet dari gendongannya, "Aku laki-laki normal sudah pasti pernah jatuh cinta tapi aku hanya bisa memendamnya karena keterbatasanku ini tapi aku tidak berambisi karena aku melupakannya dengan mudah. Sekarang mandi, jangan sampai aku mengantarmu dalam keadaan sakit besok sehingga ayahmu melarang kita untuk bertemu!"
"Baiklah, aku tidak mau hal itu terjadi," Scarlet berdiri di bawah air shower, kali ini mereka benar-benar mandi. Samuel membantu Scarlet membersihkan tubuhnya, tentu dia selalu menyiapkan sarung tangan sekali pakai yang bisa langsung dibuang setelah digunakan.
Setelah selesai mandi pun, Samuel membantu Scarlet untuk menggunakan pakaian yang dia bawa dari rumah. Beruntungnya dia selalu membawa sarung tangan sehingga dia bisa menyentuh barang apa pun tanpa merasa jijik sama sekali.
Scarlet benar-benar mendapatkan perlakuan yang istimewa dari Samuel. Dia tidak perlu melakukan apa pun, minuman pun diambilkan oleh Samuel sampai membuatnya tidak enak hati. Scarlet sedang bersandar di ranjang sambil menghubungi ayahnya untuk memberi kabar agar ayahnya tidak khawatir.
__ADS_1
"Dad, aku sudah berada di hotel dengan Samuel," ucapnya setelah ayahnya menjawab.
"Bagus, apa kau menikmati kencan kalian berdua?"
"Tentu saja, Dad. Apa yang sedang Mommy lakukan?" Scarlet tersenyum saat Samuel mendekatinya namun dia terkejut karena Samuel memijitkan telapak kakinya. Scarlet menggeleng sebagai isyarat agar Samuel tidak melakukannya tapi Samuel tetap melakukannya.
"Mommy sedang beristirahat. Sejak tadi dia sudah ribut ingin tahu keadaanmu."
"Maaf telah membuat khawatir," seharusnya dia menghubungi ayahnya terlebih dahulu saat mereka kembali ke hotel.
"Tidak apa-apa, Daddy sudah menenangkan dirinya. Sekarang nikmati waktu kalian berdua, jangan memikirkan kami."
"Thanks, Dad. Tapi bolehkan aku bersama Samuel sebelum dia pulang? Hanya dua hari saja. Aku hanya ingin menghabiskan waktu dengannya sebelum dia kembali ke London."
"Daddy tidak akan melarang. Besok Daddy yang akan menjelaskannya pada ibumu."
"Thanks, Dad" Scarlet sangat senang karena ayahnya tidak melarang. Selama dua hari ini dia tidak mau berjauhan dengan Samuel. Dia ingin mereka bersama sebelum Samuel pulang ke London.
"Jadi kau ingin berada di sini selama dua hari?" tanya Samuel.
"Yes. Tidak keberatan, bukan?"
"Tentu saja tidak, kekasihku ingin bersama denganku jadi aku tidak akan keberatan!"
"Thanks, Sam." Scarlet mendekati Samuel dan mencium dahinya. Mereka berdua saling pandang, Scarlet tak bisa menutupi perasaan bahagianya. Samuel mendekatinya lalu mencium bibirnya dengan lembut. Scarlet pun berbaring dengan perlahan ke atas ranjang.
"I love you," Samuel kembali mengucapkan kata cinta yang membuat Scarlet semakin berbunga.
"Me too," ucap Scarlet dengan perasaan bahagia meluap di hati. Meski dia pernah menjalin hubungan sebelumnya tapi dia tidak pernah diperlakukan semanis itu oleh seorang pria. Kedua mata Scarlet terpejam saat Samuel mencium dahinya, mencium pipinya lalu kecupan lembut mendarat di bibirnya diiringi dengan kata cinta yang kembali diucapkan.
__ADS_1
Samual dan Scarlet kembali saling pandang, mereka pun tersenyum sebelum mereka berdua kembali berciuman dengan penuh perasaan di mana mereka mengekspresikan rasa cinta yang ada di hati dengan ciuman yang mereka lakukan.