
Darien Yang tak bisa mencari Scarlet ke Spanyol terpaksa mengintai Samuel karena dia tahu Scarlet pasti bersama dengan Samuel. Dia tidak memiliki banyak uang lagi untuk mengejar Scarlet sampai ke Spanyol hanya untuk membalas dendam. Yang bisa dia lakukan hanya bersabar saja sampai Scarlet datang ke London.
Setidaknya perusahaannya masih Berdiri meski punya ayahnya sudah hancur. Mereka benar-benar kehilangan banyak hal dalam sekejap mat. Susan yang berada di dalam penjara tak henti meminta dibebaskan namun mereka tidak memiliki kuasa apa pun karena segala bukti yang menunjukkan jika Susanlah yang memukul Scarlet terlebih dahulu dan bukti itu tak bisa mereka bantah.
Keadaan ayahnya semakin memburuk, ibunya juga demikian. Setiap hari ibunya mengoceh tiada henti dan sekarang masalah keuangan menjadi masalah besar bagi mereka. Padahal mereka tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya.
Perusahaan ayahnya yang bangkrut membuat mereka jatuh. Seolah-olah tidak cukup, keadaan ayahnya pun semakin membuat keadaan semakin kacau. Biaya pengobatan yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit dan semua itu harus Darien yang tangguh. Tidak ada yang membantunya, karena hanya dia saja yang memiliki penghasilan sekarang.
Entah apa yang harus dia lakukan, dia sendiri bingung mau bagaimana membalas Scarlet. Bukannya tidak tahu di mana Scarlet berada, tapi karena dia tidak bisa pergi ke Spanyol untuk mencarinya akibat biaya yang harus dia keluarkan. Sekarang Scarlet hidup dengan nyaman dan keluarganya yang berada di dalam masalah. Sungguh tidak adil, benar-benar tidak adil tapi bukan berarti dia akan menyerah.
Dia pasti akan membalas, tinggal menunggu waktu sebab itu dia mengintai Scarlet apakah dia bersama dengan Samuel atau tidak tapi nyatanya pria itu terlihat sendiri. Sepertinya dia harus memikirkan sebuah siasat karena dia tidak mau Scarlet menikmati kebahagiaan yang begitu lama sedangkan dia berada di ambang kehancuran tapi bagaimana caranya? inilah yang sedang dia pikirkan.
Sesuai dengan permintaan ibunya, Darien pergi menjenguk Susan. Dia harus menyampaikan pada adiknya jika ayah mereka sedang sakit. Susan mengira kakaknya datang untuk membebaskannya dari penjara. Sungguh dia sudah tidak tahan karena bau penjara yang kotor. Rambutnya yang biasa dirawat dengan baik tidak terawat lagi, bahkan kukunya pun sudah tidak terawat sama sekali. Dia benar-benar tidak tahan berada dalam penjara dan dia berharap kakaknya datang membawa berita bagus.
"Apa kau sudah membalas Scarlet? Apa kau sudah membalasnya dan akan mengeluarkan aku dari penjara hari ini juga?" Susan bertanya dengan tidak sabar karena dia sangat ingin tahu apakah kakaknya sudah menghancurkan Scarlet atau belum.
"Jangan bertanya yang tidak tidak, aku datang untuk menyampaikan pesan padamu Jika Daddy sedang sakit."
"Jadi kau datang hanya untuk menyampaikan hal ini padaku?" Susan terlihat tidak senang karena memang bukan itu yang ingin dia dengar.
"Kita berada dalam masala, Susan!"
"Apa maksudmu? Dalam masalah seperti apa maksudmu?"
"Kau tahu? Perusahaan Daddy bangkrut dan sekarang dia di stroke!" .
"Apa?" Susan terkejut dan dia terlihat sangat syok dengan berita yang baru saja kakaknya sampaikan.
__ADS_1
"Jangan membuat lelucon yang tidak lucu. Bagaimana bisa perusahaan Daddy bangkrut?" Sungguh dia tidak percaya Karena perusahaan ayahnya bukanlah perusahaan baru yang mudah dihancurkan begitu saja.
"Ini bukan lelucon. Apa yang aku katakan adalah benar. Perusahaan Daddy bangkrut dan sekarang Daddy terbaring di rumah sakit!"
"Bagaimana bisa?" Sungguh dia tidak bisa mempercayainya?
"Semua gara-gara Scarlet!"
"Sial. Lalu Bagaimana denganku? Kapan aku bisa bebas?" tanya Susan yang sudah tidak sabar ingin keluar dari penjara itu tapi setelah mendengar apa yang kakaknya katakan dia merasa kebebasan itu berada jauh di depan mata.
"Aku tidak yakin tapi aku rasa aku tidak bisa membebaskanmu1" perkataan Darien yang tentu saja membuatnya marah.
"Kenapa begitu? Kau adalah kakakku. Seharusnya kau bisa membebaskan aku dengan mudah. Bukankah kau memiliki uang? Gunakanlah uangmu untuk membebaskan aku dari penjara ini!" Susan berteriak dengan keras. Seharusnya Kakaknya bisa membebaskan dirinya sehingga dia tidak perlu terlalu lama berada di dalam penjara.
"Kau tahu selama ini aku dan Daddy selalu berupaya untuk membebaskan dirimu tapi hukum tidak bisa dibeli dengan uang. Bukannya tidak bisa tapi orang yang kita hadapi bukanlah sembarangan orang. Segala upaya sudah aku lakukan. Susan. Sekarang aku harus menanggung biaya rumah sakit yang tidak kira-kira jumlahnya. seandainya aku punya uang pun, antara membebaskanmu dan mengobati penyakit Daddy, aku tidak tahu harus memilih yang mana?" Darien tampak frustasi.
"Bagaimana caranya, katakan padaku jika kau tahu!" Darien semakin sudah putus asa. Padahal dia mengira tidak akan berada dalam masalah hanya karena menjual Scarlet pada Samuel. Dia tidak memikirkan apa pun saat itu karena yang dia pikirkan hanya uang dan uang satu juta dollar yang dia dapatkan cukup menggiurkan. Dia bersenang-senang sangat menikmatinya tapi yang terjadi gara-gara uang satu juta dollar itu, tidak saja dirinya tapi keluarganya pun berada di dalam masalah.
"Aku tidak mau tahu karena aku sudah tidak tahan berada dalam penjara. Bukankah kau berjanji akan membebaskan aku? Sebab itu bebaskanlah aku dan setelah itu kita balas Scarlet bersama!" ucap Susan.
"Jangan bermimpi, aku juga sangat ingin membalasnya karena dia, kita berada dalam posisi seperti ini tapi wanita itu tidak mudah dihancurkan seperti yang kita inginkan."
"Apa maksud perkataanmu? Dia hanya Scarlet, memangnya dia siapa? Dia hanyalah anak yatim piatu yang tidak memiliki apa pun jadi jangan berkata seolah-olah dia memiliki kekuasaan sehingga kita tidak dapat membalasnya!" Susan belum tahu akan berita adalah Putri seorang miliarder yang hilang.
Darien diam, dia justru Sedang berpikir bagaimana caranya untuk Scarlet. Seandainya dia punya uang maka dia akan pergi ke Spanyol lalu membalaskan Scarlet. Tidak ada Samuel jadi Scarlet bukanlah siapa-siapa meskipun dia anak orang kaya.
Lagi pula dia sudah mengintai dan mendapati Samuel seorang diri yang berarti Scarlet tidak bersama dengan pria itu lagi. Bukankah ini sebuah kesempatan dan kesemoatan seperti itu tidak akan terulang jadi dia harus memanfaatkan kesempatan itu untuk membalas dendam. Tiba-tiba saja sebuah ide cemerlang dia dapat padahal dia sudah putus asa. Sungguh bodoh, kenapa tidak pernah terpikirkan olehnya selama ini?
__ADS_1
Yeah, akhirnya dia tahu apa yang harus dia lakukan dan dia yakin rencana ini pasti dapat berjalan dengan lancar tapi satu yang menjadi masalahnya satu yaitu uang.
"Susa, apa kau ingin bebas dari penjara" tanya dari yang pada adiknya.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tentu saja aku mau bebas," ucap Susan dengan nada kesal.
"Jika begitu, bekerja samalah denganku maka kau akan bebas."
"Apa maksud ucapanmu Darien, aku tidak mengerti," Susan memandangi kakaknya dengan tatapan curiga. Entah apa yang kakaknya rencanakan, dia harap kakaknya memiliki rencana yang benar-benar bagus.
"Aku tahu kau memiliki banyak perhiasan, hadiah dari kekasihmu."
"Lalu?"
"Berikan itu padaku dan aku akan menjualnya!" pinta Darien.
"Tidak mau. Perhiasan itu ada harta yang aku miliki. Apa kau sudah gila?" Susan menolak karena barang-barang itu adalah benda berharga miliknya.
"Kau sungguh bodoh. Jika kau ingin bebas maka kau harus berkorban karena kau tahu aku tidak memiliki apa pun lagi untuk membebaskan dirimu jadi berikan perhiasanmu. Aku jamin kau pasti akan bebas bahkan kau akan mendapatkan lebih dari perhiasan itu," Darien begitu percaya diri karena dia yakin rencananya kali ini pasti berhasil.
"Apa sebenarnya yang kau rencanakan?" tanya Susan curiga.
"Kau mau bebas atau tidak? Jika kau mau maka ikuti rencanaku. Aku jamin dan aku berjanji setelah kau memberikannya, kau akan mendapatkannya dua kali lipat dari apa yang aku jual!"
"Apa kau berani menjamin, Darien?”
"Aku menjaminnya. Jangankan perhiasanmu, perusahaan Daddy pun pasti akan kembali lagi," Ucap Darien dengan rasa percaya diri yang cukup besar.
__ADS_1
Rencana yang baru dia dapatkan benar-benar rencana yang sempurna dan bodohnya dia baru mendapatkan rencana itu tapi belum terlambat karena rencana itu akan dia jalankan segera asalkan Susan bersedia memberikan perhiasan miliknya. Susan yang ingin bebas dari penjara menyetujui keinginan kakaknya untuk menjual perhiasan yang dia miliki. Tidak jadi soal, dia percaya Darien dapat membalikkan itu menjadi dua kali lipat meski dia tidak tahu apa yang direncanakan oleh Darien tapi dia bisa melihat jika Darien begitu yakin dengan rencananya. Dia harap berhasil Karena dia sudah tidak sabar melihat Scarlet hancur bahkan dia ingin Scarlet membusuk di penjara dan mengalami apa yang dialami di dalam selama ini.