
Bab 15
Pertandingan basket dimulai!
Aku sudah menyiapkan air minum, kacang goreng, sukro, dll, sebenernya aku ada disini, karena setia kawan saja. Aku nggak begitu suka menyaksikan olahraga yang beginian. Kalau nonton konser, nonton di bioskop, itu aku suka. Tapi hari ini, demi sahabat baikku, Dodi aku mesti hadir.
Aldo sudah menyiapkan tempat untukku duduk.
Sebelum pertandingan dimulai, aku mulai membuka kemasan sukro dan membagikannya kepada Aldo dan mulai memakannya.
"Hai!"
Aku berbalik dan tersedak. Langsung buru-buru kuraih minuman yang disondorkan padaku.
"Ciuman secara tidak langsung."
Air dalam mulutku langsung tersembur keluar tanpa sengaja. Orang-orang yang berada didepanku langsung ngedumel kena semburan air.
"Maaf, maaf yah," kataku merasa tidak enak hati.
Rico tertawa melihat ekspresiku. Tanpa disuruh dia langsung duduk disampingku. "Halo, namaku Rico. Aku murid pindahan dari smp 12. Kelasku tepat diseberang kelasmu."
Dinda memegang jantungnya. Dia menatap Rico malu-malu. "Halo aku Adinda," kataku tidak sanggup menatap wajah ganteng Rico.
__ADS_1
"Nanti dukung aku yah, kalau kau mendukungku, pasti tim kami akan menang."
Aku mengangguk dengan antusias tapi kemudian menggeleng setelah berpikir lebih jauh.
"Aku akan mendukungmu sebagai juara 2, juara 1 harus kelas kami yang menang," kataku dengan polos.
Rico tertawa lepas lalu mengacak-acak poni depanku. "Kamu lucu, pulangnya tunggu aku yah, kita pergi makan es krim mau?"
"Mau. Aldo dan Dedi boleh ikut 'kan!?" kataku dengan antusias.
Rico menimbang sesaat. Kemudian mengangguk. "Oke, jangan lupa yah pulang sekolah. Sekarang aku mau pertemuan tim dulu, semangati aku yah!"
Aku membalas lambaian tangan Rico.
Dodi serasa mau menangis melihat Dinda yang jelas-jelas menyukai Rico. Saat ini, Dinda melihat kearahku lalu melambaikan tangannya memberiku semangat dengan senyumannya yang indah.
Dia otomatis tersenyum dan melambai membalas lambaian Dinda.
Semua ada 10 tim yang bertanding. Masing-masing tim mengambil nomor urut pertandingan. Bagi yang memiliki nomor yang sama, itulah tim yang akan bertanding.
Kemudian pemenang akan diadu terus sampai menemukan juara 1-2- dan 3.
Menyaksikan tim lain bertanding, aku dan Aldo hanya santai saja menontonnya, tapi ketika tim kami yang maju, semangat kami pun jadi berkobar dan kami memberikan semangat kepada Dodi dan teman-teman kami lainnya, hasilnya!? Tim kami menang ke babak selanjutnya.
Setelah sekian lama waktu berjalan. Akhirnya ditentukanlah untuk posisi juara 1 dan 2 yaitu tim kami dan tim Rico.
__ADS_1
Petugas memberikan waktu istirahat selama 15 menit kepada kedua tim. Aku dan Aldo segera menghampiri Dodi. Memberi semangat yang baru, sekalian memberikannya minum juga handuk bersih.
"Dodi semangat yah, aku yakin tim kita akan meraih juara satu!"
"Pasti! Kamu tenang aja."
Tanpa disuruh aku memijat-mijat bahu Dodi. Sama seperti yang aku lakukan saat menemani Dodi latihan.
Mata Rico terbelalak melihat keakraban Dinda dan Dodi. Dalam hatinya bertanya-tanya. Apakah mereka pacaran?! Ingin rasanya, Rico menghampiri Dinda dan bertanya. Tapi Dinda begitu sibuk memperhatikan Dodi, jadi Rico hanya bisa mengalihkan pandangannya kearah lain.
Setelah masa istirahat berakhir, maka pertandingan final dimulai.
Aku melihat Dodi dan Rico saling berhadapan satu sama lain lengkap dengan keringat yang masih tersisa dari pertandingan sebelumnya. Napas mereka menderu dan tidak beraturan.
Jantungku berdebar kencang. Melihat Dodi dan Rico. Sekilas aku melihat Dodi dan Rico menatapku bersamaan. Aku langsung memberikan semangat untuk keduanya.
"Jangan harap, kau bisa mendekati Dinda," kata Dodi dengan napas yang menderu.
"Kita lihat saja, siapa yang akan dipilih Dinda. Kau atau aku, kau akan segera tahu," kata Rico tak kalah sengit.
Ketika wasit meniup peluit dan melempar bola ke udara, Dodi langsung mengambil kesempatan itu dengan gesit dan mengiringnya ke ring lawan.
Dinda menjerit kesenangan melihat keberhasilan Dodi mengiring bola saat ini, tidak lama kemudian. Angka bagi tim Dodi tercetak.
Balap balapan pun terjadi dan angka tidak terpaut jauh. Kami saling berdoa dan menunggu hasil akhir pertandingan. Lemparan jauh dari Dodi-lah yang membuat tim kami menang pada akhirnya. Kami bersorak dengan keras! Kedua tim saling bersalaman kemudian memisahkan diri. Anggota kelas kami dan penggemar-penggemar Dodi langsung berhamburan ketengah lapangan untuk memberikan semangat.
__ADS_1