Kekasih Brengsekku

Kekasih Brengsekku
Kekasih Brengsekku by Lucy Ang bab 26 judul Dinda meninggalkannya


__ADS_3

Bab 26


     Tujuh tahun kemudian...


     Dodi tersentak bangun dari tidurnya sambil memanggil-manggil nama Adinda! Keringat bercucuran membasahi tubuh Dodi yang kekar berisi. Napasnya memburu tidak beraturan.


     Ia menekan wajahnya dengan frustasi dan masih merasa marah, mengapa Dinda tega meninggalkannya, tanpa mau mendengar penjelasan darinya! Dinda menutup semua akses bagi Dodi untuk dapat menemukannya. 


     Dinda memutuskan pertunangannya tanpa berbicara langsung dengan Dodi. Dia hanya menitipkan cincin pertunangannya kepada mami papinya dan memberi ultimatum untuk tidak membocorkan keberadaannya kepada Dodi. Dodi tidak tahu, kesalahan apa yang ia perbuat sampai Dinda marah dan berlaku kejam seperti itu!


     Tujuh tahun lalu, papi Dodi terkena stroke parah, dan mengharuskannya untuk mengambil alih perusahaannya, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri.


     Diusianya yang masih muda, ia harus cepat mempelajari segala sesuatunya agar tidak dipandang sebelah mata oleh semua kalangan.


     Pernikahan impiannya tertunda karena Dinda mau papinya Dodi sehat dulu, baru pernikahan dilangsungkan. Dengan berat hati, Dodi menyetujui rencana Dinda. Akhirnya, mereka hanya menggelar pesta pertunangan saja dan Dodi tidak menyangka Dinda akan memutuskan pertunangannya tanpa memberi penjelasan yang pasti.

__ADS_1


     Kata orang tua Dinda, Dinda memergoki Dodi yang sedang berdua dengan seorang wanita dalam keadaan tanpa busana. Dinda merah besar dan langsung pulang ke Indonesia sambil memberikan keputusannya untuk memutuskan pertunangannya.


     Kabar putusnya pertunangannya, ia ketahui dari orang tua Dinda. Sementara itu, Dinda tidak bersedia ditemui Dodi. Bahkan ketika orang tuanya membujuknya untuk memberi kesempatan bagi Dodi menjelaskan kesalahpahaman diantara mereka, Dinda menolak tegas dan mengancam tidak akan lagi memberi kabar keberadaannya kepada mami papinya, jika sampai Dodi berhasil menemukan kontak dan alamat apartementnya.


     Ketika ditanya apa yang telah terjadi, Dodi juga merasa bingung. Begitu dia bangun, dia berada sendirian di kamar hotel dalam keadaan tanpa busana. Ia merasa dijebak dan ia mengira-ngira motif pelaku sebenarnya. Terkaannya rupanya benar, mereka ingin merusak hubungannya dengan Dinda!


     Dodi langsung menghubungi polisi setempat untuk menyelidiki masalah ini. Tapi sampai saat ini karena kurangnya bukti, masalah itu masih menjadi misteri sampai sekarang.


     Dodi mengerang keras, menyalahkan dirinya kenapa bisa jatuh dalam jebakan orang jahat! Sehingga, Dinda tertipu dan meninggalkannya.


     Setiap kali Dinda menelepon, orang tua Dinda selalu merekam pembicaraan mereka dan memberikan rekamannya kepada Dodi untuk ia dengarkan.


     Dari hasil rekaman terdengar jelas Dinda langsung memotong pembicaraan saat mami Dinda mulai membahas tentang Dodi. Intinya, Dinda membenci Dodi dan tidak mau bertemu lagi dengan Dodi, selamanya.


     Dia juga mengancam akan menghilang dan tidak memberi kabar lagi kepada orang tuanya. Sudah tujuh tahun lamanya, ia tidak pernah bertemu dengan Dinda lagi.

__ADS_1


     Hatinya sangat merindukan tunangannya itu. Sampai sesak rasanya! Selama ini, Dodi selalu memenuhi jadwal kerjanya yg di buat sepadat mungkin dengan tujuan, saat dia pulang ke rumah, dia bisa langsung tidur tanpa harus menderita karena merindukan Dinda.


     Dodi mengerang di dalam kesakitannya. Dia tidak tahan dan sangat merindukan Dinda. Semakin hari bukannya semakin melupakan Dinda, malah Dodi selalu mengingat Dinda. Mengingat kenangan manis di antara mereka berdua. Dodi rindu memeluk Dinda. Dodi ingin merasakan hangatnya pelukan Dinda ketika ia lelah karena bekerja terlalu keras.


     Dinda selalu ada untuknya. Dan menjadi charger kesukaannya.


     Ketika ia lelah, dengan melihatnya saja, Dodi sudah bahagia.


     Dinda selalu menghiburnya dengan caranya yang unik. Dinda, di mana kau!? erang Dodi sambil menangis di apartementnya.


Ps. Eps 26 ini agak berat bagi saya. Ketika Dodi mengerang menangis merindukan Dinda, sayapun jadi ikut merasakan begitu dalamnya rasa cinta Dodi dan saya bisa merasakan juga betapa Dodi merindukan Dinda, bagaimana kelanjutan kisah Kekasih Brengsekku, nantikan di kisah selanjutnya yah, doakan author agar jangan terlalu lama larut dalam kesedihan Dodi yang merindukan Dinda. Wish me luck!


 


     

__ADS_1


__ADS_2