
Bab 43
Dinda tidak menyangka Dodi begitu romantis.
Dodi mempersiapkan jamuan makan malam yang romantis, untuk mereka berdua di pinggir pantai.
Ada lampu-lampu hias, bunga-bunga cantik di mana-mana. Kelopak-kelipak bunga yang ditaburkan membentuk hati.
Dinda mulai bisa membaca keadaan ini. Dodi berniat melamarnya!
Dinda menutup mulutnya yang terperangah dan melihat Dodi yang kemudian tersenyum dan berlutut dihadapannya.
"Dinda, kamulah satu-satunya wanita yang aku inginkan! Menikahlah denganku, jadilah istriku satu-satunya, dan ibu dari anak-anakku."
Hati Dinda merasa bahagia dan terharu mendengar lamaran Dodi. Ia mengulurkan tangannya sambil mengangguk-angguk setuju.
Kembang api seketika menghiasi langit hawai saat itu. Indah sekali.
Tiba-tiba wanita itu datang lagi!
"Dodi adalah milikku, tolong jangan rebut dia dariku."
Bayangnya kemudian mengelilingi Dinda, dan Dinda menjerit tidak mau berada dalam situasi seperti itu.
...
Dinda tersentak bangun!
Jantungnya berdebar tidak karuan.
Ketika ia bangun, ia terkejut karena mendapati kamar yang sama dengan di dalam mimpinya!
__ADS_1
"Kenapa Din!? Kamu mimpi buruk yah, nggak apa-nggak apa, udah kita tidur lagi yah," kata Dodi menenangkan Dinda dengan mata yang tertutup.
Dodi!
Kenapa dia bisa berada di sini bersama-sama Dodi!?
Dinda benar-benar kaget melihat mimpinya sekarang menjadi nyata! Mimpi buruk yang aneh.
Bayangin aja tuh gimana perasaan Dinda saat itu. (Udah mimpi buruk, aneh lagi hihihi)
Sambil mengikuti Dodi berbaring dalam kebingungannya. Dinda mulai mengingat-ingat, apa yang sebenarnya telah terjadi.
Dia kemudian melihat tubuhnya saat ini juga Dodi tidak mengenakan sepotong pakaianpun.
Dinda benar-benar kaget. Otomatis ia langsung memegang perutnya!
"Apa mungkin ada dede kembar di sini?!" ia bertanya dalam hati.
Perasaannya campur aduk saat ini! Bagaimana ia harus menyikapi masalah ini!
Apa mungkin sekarang wanita itu sudah menjadi istrinya Dodi dan sekarang dia menjadi wanita kedua dalam rumah tangga Dodi?!
Dinda merasa ingin menangis membayangkan hal itu terjadi di antara mereka.
Ia menatap Dodi yang masih terlelap tidur dengan nyamannya sambil memeluk dirinya!
Dinda berteriak kaget dalam hatinya lalu pelan-pelan ia beranjak dari tempat tidur dan mulai mengumpulkan pakaiannya satu persatu, kemudian keluar dari kamar Dodi.
Dinda langsung cepat-cepat mengemas pakaian dan seluruh barang-barangnya ke dalam koper. Dia tidak mau mimpinya jadi kenyataan!
Secepat kilat setelah memeriksa semua barang-barangnya lengkap dan tidak tertinggal satupun, ia segera menyeret kopernya, keluar dari hotel dan naik taxi ke bandara.
__ADS_1
Ketika pagi Dodi bangun, ia sadar Dinda telah menghilang dari kamarnya. Buru-buru dia menghubungi asistennya untuk menyebar dan mencari keberadaan Dinda.
Kemudian dia menghubungi ponsel Dinda tapi dengan nada di luar servis area.
Dodi langsung memakai bajunya secepat kilat dan mencari jejak keberadaan Dinda, di kamar mandi, di dapur, di balkon tapi sosok Dinda tidak ditemukan dikamarnya!
Pintu kamarnya diketuk.
Dodi segera membukakan pintu dan mendapati pada asistennya yang sudah berkumpul.
"Nyonya Dinda sudah check out dari hotel ini, subuh tadi bos!"
Dodi memijat-mijat kepalanya. "Cari tahu, di mana dia sekarang berada!"
Beberapa asisten tanpa dikomando langsung menyebar. Sementara beberapa orang lagi menunggu perintah Dodi.
"Apa kita juga bersiap pulang, Bos?"
Dodi mengangguk.
Kemudian para asisten Dodi mulai menyebar dan membereskan barang-barang Dodi dengan cepat.
Dodi terduduk lemas sambil menatap anak buahnya membereskan barang-barangnya.
"Dinda, Dinda, kenapa kau masih belum bisa percaya kepadaku!? Apa yang harus kulakukan untuk meyakinkanmu!"
Dodi menutup wajahnya dengan kesal.
Bahkan setelah kejadian semalam?! Dinda benar-benar tidak mempertimbangkan hubungan mereka!
Dodi menyalahkan dirinya sendiri, kenapa bisa terlelap seperti itu hingga tidak menyadari kepergian Dinda dari kamarnya.
__ADS_1