Kekasih Brengsekku

Kekasih Brengsekku
Kekasih Brengsekku by Lucy Ang bab 31 judul wawancara televisi


__ADS_3

Bab 31


     Saat Dinda meninggalkannya, dunianya benar-benar kacau dan hampir membuatnya gila! Dia berusaha mencari Dinda ke semua tempat yang terpikirkan olehnya. Dia juga menyewa detektif untuk melacak keberadaan Dinda. Tapi tidak ada info sedikitpun mengenai Dinda. No hpnya sudah tidak aktif lagi. Orang tuanya juga tidak mengetahui keberadaan Dinda. Hanya sesekali saja Dinda memberi mereka kabar, dia dalam keadaan sehat dan tidak mau membahas mengenai hubungannya dengan Dodi!


     Melihat kondisi papinya yang sedang sakit, akhirnya Dodi tersadar, dia tidak boleh terpuruk dalam kesedihan tapi dia memaksakan dirinya untuk fokus mengurus perusahaan papinya. 


     Dengan giat bekerja, dia bisa melupakan masalahnya sejenak dan Dinda tapi satu hal yang dia hindari yaitu wanita dan alkohol. 


     Dia trauma dan tidak mau terlibat skandal dengan para wanita itu. Mereka menakutkan! Karena ulah merekalah, Dinda meninggalkannya.


     Terkadang Dodi tidak habis mengerti motif ulah mereka ini apa?! Sampai sekarang, Dodi tidak ada bayangan sama sekali siapa wanita yang bersamanya pada hari itu? Seingatnya malam itu dia sedang menjamu tamu perusahaanya di sebuah klub setelah itu, ketika dia sudah sadar. Dia dalam keadaan tanpa busana terbaring di kamar hotel sendirian. 


     Melihat bungkusan belanjaan dan kue perayaan ulang tahun pertunangan mereka, Dodi menebak apa yang sedang terjadi sebenarnya. 


     Dodi segera berpakaian dan menghubungi Dinda tapi selalu di tolak. Chatnya hanya dibaca saja tanpa dibalas! 


     Jantungnya berdetak tidak karuan. Tangannya gemeteran mengira-ngira apa yang telah terjadi sebenarnya!

__ADS_1


     Dia menaiki pesawat yang paling awal keberangkatannya tapi begitu ia sampai ke rumah Dinda, dia telah pergi.


     Orang tua Dinda menyerahkan titipan dari Dinda dan mengatakan alasan dia meninggalkan dan memutuskan pertunangannya dengan Dodi.


     Orang tua Dinda juga yakin Dodi tidak bersalah tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah keputusan Dinda dan merelakan kepergian putrinya semata wayang itu.


     Sayangnya dulu dia selalu menghandel semua masalah perusahaan sendiri. Jadi pada saat kejadian tidak ada asisten yang bisa menjadi saksinya seperti sekarang ini.


     Sampai sekarang Dodi sama sekali tidak ada bayangan, siapa yang telah menjebaknya. Kalau sampai ketemu, Dodi bertekad dalam hati, tidak akan pernah memaafkan mereka!


     Waktu 24 jam bagi Dodi sangatlah sedikit karena begitu banyak perusahaan dan properti yang mesti ia urus, baik yang di dalam negeri maupun luar negeri. Tidak salah rasanya kalau Dodi sampai membutuhkan 20 orang asisten untuk mengurus segala kepentingan perusahaan. Dan semua asistennya adalah lelaki.


     Setiap kali wawancara dengan media cetak dan televisi, Dodi selalu memberikan alasan ketika ditanya mengenai tunangannya, Dinda. Dia mengatakan Dinda tidak suka terlalu diekspos maka dia minta awak media jangan menyulitkannya dan tunangannya mengenai penampilan mereka di muka umum.


     Foto yang terpajang di majalah dan televisipun adalah kenangan mereka sewaktu mereka masih bersama.


     "Apakah anda sangat mencintai tunangan anda?" tanya presenter sebuah acara reality show. Kali ini mereka mengundang Dodi menjadi tamu di acara mereka karena begitu banyak antusias penonton yang tertarik dengan kehidupan pembisnis muda yang gagah dan kaya raya.

__ADS_1


     Sambil menatap ke kamera, dengan tegas Dodi mengatakan, "Saya sangat mencintai tunangan saya, Dinda."


     Desah iri terdengar dari seisi studio yang menyaksikan acara itu secara langsung.


     "Kami sangat tertarik dengan sosok tunangan anda yang sangat percaya diri melepas anda tanpa pendampingan darinya. Apa dia tidak khawatir kalau anda sampai tertarik dengan wanita lain?"


     "Karena dia tahu, saya sangat mencintainya karena itu tidak mungkin saya tergoda dengan wanita lain."


     Ohhhh, desah menyayangkan juga kagum kembali terdengar.


     "Apa kami boleh tahu rencana pernikahan kalian?"


     "Begitu ayah saya pulih dari stroke-nya, kami akan segera menikah."


     Orang tua Dinda menghapus air mata haru mereka sambil merekam wawancara Dodi dari televisi mereka. Mereka ingin mengirimkannya kepada Dinda. Mereka ingin Dinda tidak keras kepala lagi dan pulang untuk mendengar penjelasan dari Dodi.


     Mereka percaya, hanya Dodilah yang bisa membahagiakan putri mereka, juga hanya Dodilah satu-satunya pria yang Dinda cintai.

__ADS_1


     


__ADS_2