Kekasih Brengsekku

Kekasih Brengsekku
Kekasih Brengsekku by Lucy Ang bab 3 judul pilihan sulit


__ADS_3

 Bab Tiga


"Surprise!"


"Kenapa kamu sih!?" hardik Dinda dengan kesal. "Lagian, kenapa kamu ada disini?!" tanyaku tidak mengerti.


 "Kamu 'kan tau Din,  aku ini 'kan orangnya penyayang. Masa iya, aku tega ninggalin kamu, sendirian, sebatang kara, kayak anak ilang disekolah ini. Jadi ceritanya nih,  kebetulan kepala sekolah disini, temennya papi. Jadi setelah ada surat keputusan kamu diterima, aku langsung minta papi untuk masukin aku kesekolah yang sama dengan kamu. Aku hebat 'kan, Din?!"


Aku nggak bisa berkata apa-apa lagi dan menangis dalam hati. Why,... why penulis cantikku, apa karena aku keceplosan ngomong tentang pengikut yang sedikit itu yah, kamu dendam sama aku, jadi kamu menghadirkan Dodi disekolah ini! Mengapa, oh mengapa ... (sambil nyanyi dengan penghayatan) Hik hik hik. Dengan langkah lunglai, aku hanya bisa pasrah, berjalan duluan menjauhi Dodi. 


     Tentu saja, berbeda halnya dengan  yang Dodi rasakan saat ini. Dia terlihat selalu tersenyum bahagia sambil berlari menghampiriku dan berjalan beriringan.


"Nggak boleh begini!" tekadku tiba-tiba, lalu menyeret Dodi ke halaman samping sekolah. Aku menahan Dody dengan kedua tanganku, sambil mencoba mengatur kata-kataku.


"Dinda, kamu ternyata mau yang romantis-romantisan begini yah, aku jadi malu. Meski aku belom siap tapi aku nggak nolak kok!" kata Dodi lalu memejamkan matanya sambil memonyongkan bibirnya.


Dengan gemas kutarik bibirnya yang monyong.


"Sakit geh, sayang!" kata Dodi sambil merajuk dan memegang bibir seksinya.


"Sekarang, dengarkan Dinda!" 


Dody menunggu sambil mendengarkanku. Ia tersenyum lalu secara tiba-tiba memeluk pinggangku.


Aku gelagapan karena tindakan Dodi yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Kamu sebenernya mau apa sih? Ngomong aja, aku dengerin," katanya sambil berbisik ditelingaku.


Entah kenapa, aku jadi deg-degan nggak bisa ngomong apa yang mau aku omongin. Aneh kenapa Dodi bisa membuat hatiku berdebar begini yah! Cepet-cepet, kutepis pikiranku. Aku langsung melepaskan diri dari pelukannya.


Sementara Dody hanya cengengesan (ps. Cengengesan itu senyum-senyum malu-malu gitu loh).


"Dodi, seriusan ini. Kamu dengerin Dinda ngomong yah!"


"Yah udah, sekarang kamu mau ngomong apa?"


"Aku mau merasakan yang namanya cinta anak SMA."


Dodi tidak mengerti maksud perkataanku. Lalu tersipu malu-malu sambil meraih salah satu jari tanganku.


"Ih, kamu mikir apaan sih Dot," kataku sambil menghentak tangannya.


Kening Dody mengerut seolah memintaku untuk memberinya penjelasan.


Aku berdehem sebelum mengeluarkan kata-kataku.


"Aku mau ngerasain cinta itu seperti apa!"


Dody memiringkan kepalanya mencoba menebak maksud kata-kataku.


"Aku 'kan memang cinta sama kamu, Din," katanya lagi, masih belum menangkap maksud Dinda.

__ADS_1


Aku memejamkan mataku, berusaha mencari kata-kata yang pas untuk menyampaikan maksudku sebenernya.


"Maksudku, aku mau di SMA ini, nggak ada yang tau kita pacaran. Aku mau pacaran sama cowok lain Dot, di SMA ini!"


Mata Dodi serasa mau keluar mendengar maksud kata-kata Dinda.


"Maksudnya, kamu mau menduakan aku, Din! Jangan mimpi kamu, Din. Aku nggak bakal mau. Kamu itu adalah milikku, selamanya juga tetap milikku! Ngerti kamu!"


"Aku nggak mau. Aku sudah muak sama kamu. Aku juga mau tau dan mau ngerasain tentang cinta yang sebenernya! Kalau kamu nggak mau, kita putus aja dan kamu jangan mengganggu hidup aku lagi, se-la-ma-nya!" ucapku nggak kalah marah.


Sorot mata Dody tiba-tiba menjadi sedih. Menatap aku dengan pandangan tidak percaya.


"Kenapa toh Din, kamu begini? " (sayup-sayup terdengar melody sedih dimainkan) "kurang apa, aku sama kamu. Aku sayang sama kamu, Aku cinta sama kamu,..."


"Tapi aku nggak cinta sama kamu," sela-ku dengan tegas.


Air mata Dodi langsung jatuh dipipinya. Terus terang, aku kaget melihat Dody menangis. Hatiku tidak tega tapi kupaksakan.


"Bagaimanapun, saat ini aku mau merasakan  yang namanya cinta, jadi aku mesti tegas sama Dodi," kataku dalam hati.


     


 


     

__ADS_1


__ADS_2