Kekasih Brengsekku

Kekasih Brengsekku
Kekasih Brengsekku by Lucy Ang bab 39 judul melepas rindu


__ADS_3

Bab 39


     Wildy sudah kembali ke NY. 


     Dinda berjalan-jalan sendirian dan dia sangat menikmati kesendiriannya. Dia ikut dalam setiap acara yang diadakan di pantai.


     Membebaskan dirinya untuk menari bersama orang asing dan bersenang-senang bersama mereka tapi ketika mereka ingin mengenal Dinda lebih jauh, Dinda segera menolak halus permintaan mereka.


     Menjadi seorang single ada enaknya juga! katanya dalam hati.


     Ia dapat dengan bebas berkenalan atau menolak orang-orang itu tanpa merasa bersalah.


     "Pasti saat ini, Dodi sedang bersenang-senang bersama model-model itu!" Membayangkan hal itu Dinda menjadi bete tidak karuan. Akhirnya ia memutuskan untuk ke bar untuk memesan jus sebelum kembali ke kamar hotelnya.


     Begitu duduk di meja bar, ia melihat minuman yang sayang cantik yang dibawa oleh pelayan kepada pemesannya. 


     "Minuman apa itu?" tanyanya kepada Bartender.


     "Butterfly lady, sungguh sangat laris dipesan saat ini."

__ADS_1


     "Oke, mau satu yah."


     Mata Dinda langsung terbelalak ketika mencicipi minuman racikan yanh bernama Butterfly lady itu. Pantas saja banyak yang memesan. Enak sekali! Matanya mencari-cari daftar harga di papan yang bertuliskan kapur dan hampir saja minuman itu tersembur keluar dari mulutnya. Lima ratus delapan puluh ribu rupiah kalau dirupiahkan!


     Pantas saja enak sekali! Dinda tertawa pada dirinya sendiri dan membujuk dirinya sendiri untuk menikmati saat-saat ini untuk dirinya sendiri.


     "Pesan lagi yah," kata Dinda sambil mengeluarkan kartu kreditnya. Akhirnya kartu saktinya berguna juga disaat-saat seperti ini. Bulan depan baru bayar, biar nggak nyakit, gelaknya dalam hati!


     Tanpa sadar, ia sudah memesan hampir delapan gelas Butterfly lady. Yang dipegang inilah gelas yang ke delapan! Dinda otomatis menertawakan dirinya sendiri dan memutuskan untuk mengakhiri kekonyolannya.


     Tapi perasaannya saat ini begitu bahagia. Dia merasa bisa melayang di udara saat berjalan.


     Dodi menangkap tubuh Dinda yang hampir terjatuh.


     Saat melihat bayang Dodi, ia marah berniat melepaskan diri dari Dodi tapi ketika tangannya menyentuh wajah Dodi, hanya air mata kerinduan yang dirasakannya saat ini.


     "Dodi...," desah Dinda dengan lirih. Ia ingin sekali berharap semuanya ini bukan mimpi dan Dodi benar-benar ada untuknya saat ini.


     Air mata Dodi juga mengalir membasahi pipinya. "Dodi di sini, Din. Dodi di sini."

__ADS_1


     "Dinda kangen Dodi!" seru Dinda sambil menangis dan melepaskan kerinduannya kepada Dodi seraya memeluknya dengan erat.


     Mereka berdua menangis bersama-sama dan merasa lega karenanya.


     Mereka berdua saling menatap, saling menyentuh dan ketika Dodi mencium Dinda, Dinda menerima dan membalas ciuman Dodi. Dia sangat merindukan Dodi. Meski hanya dalam bayang Dodi tapi Dinda merasa seperti nyata, ia bisa menyentuh Dodi dan merasakan ciuman yang ia rindukan selama ini. 


     Dodi membawa Dinda ke dalam kamar hotelnya.


     "Dinda," desah Dodi merasakan gairah yang sama dengan yang Dinda rasakan saat ini.


     "Dodi," erang Dinda mengambil inisiatif mencium Dodi lagi.


     Meski semua ini hanya mimpi, Dinda ingin menikmati Dodi sepuasnya, tanpa merasa bersalah juga tanpa rasa takut.


     Malam ini dia ingin menyerahkan jiwanya kepada bayang Dodi, memohon Dodi agar menyentuhnya. Besok dia akan kembali menjadi sosok yang nembenci Dodi tapi malam ini, ia ingin menjadi wanita seutuhnya dan Dodi adalah satu-satunya pria yang Dinda inginkan!


     Dodi menelan air liurnya dengan susah payah. Ia berusaha menahan dirinya agar tidak melewati batas tapi akhirnya dia tidak sanggup menahan dirinya lagi.


Ia tidak mau tahu lagi apakah besok paginya, Dinda akan semakin membencinya atau bagaimana tapi yang jelas, malam ini, Dodi ingin menjadikan Dinda sebagai satu-satunya miliknya! Wanitanya dan ibu dari anak-anaknya kelak.

__ADS_1


     


     


__ADS_2