Kekasih Brengsekku

Kekasih Brengsekku
bab 41 judul ajakan menikah di acc


__ADS_3

Bab 41


 


     Dinda menggeliat dan menguap lebar dengan bebasnya.


     Dia tidak menyangka, tidurnya akan sangat nyenyak tapi sangat aneh. Ia merasa mimpinya semalam sangatlah nyata!


     Paling tidak ia sadar, ia masih mrncintai Dodi. 


     Kenapa ia bisa memimpikan Dodi sampai memimpikan hal yang aneh-aneh seperti itu!?


     Ia menggeliat lagi kearah kanan dan menyadari saat ini, dia tidak sendirian!


     Otomatis dia langsung terduduk dan terperangah menyadari Dodi saat ini sedang tertidur disebelahnya!


     Dinda memukul-mukul wajahnya untuk menyadarkannya dari mimpi buruk ini dan rasanya sakit! Ia sadar bahwa ini bukan mimpi! Ia menjerit dalam hati. Sambil menutup mulutnya supaya Dodi tidak terbangun.


     Ia mulai memperhatikan sekelilingnya dan menyadari, saat ini, ia berada dikamar yang salah!


     Dan hal yang lebih mengerikan lagi, saat ini dia dalam keadaan tanpa busana. Dinda panik dan mulai mencari-cari semua pakaiannya!


     Setelah berpakaian, dia langsung cepat-cepat kabur dari kamar Dodi!


     Begitu sampai dikamarnya, ia mencoba mengingat-ingat kejadian semalam dan adegan tadi malam langsung nongol tanpa bisa Dinda cegah. Seketika ia langsung memegang wajahnya yang memanas karena malu.


     Dan begitu menyadari kenyataan yang telah terjadi, ia terduduk lemas di kamar hotelnya.


     "Kenapa hal ini bisa terjadi!?" erang Dinda dengan kesal. Menyalahkan dirinya sendiri.


     "Apa berarti aku bukan perawan lagi?" tanya Dinda pada dirinya sendiri dengan panik. "Oh, Tuhan! Kenapa semuanya ini bisa terjadi!?"


     Bel pintu kamarnya dibunyikan.


     Dengan cemas, Dinda mengintip melalui celah kamar.

__ADS_1


     Karyawan hotel yang datang!


     Ia bingung karena tidak merasa menelepon layanan kamar. Ia segera membukakan pintu. 


     Karyawan hotel itu berniat mendorong sarapan mewah kekamarnya, namun ia segera mencegahnya.


     "Saya tidak memesan makanan ini. Coba dicek, apa kakak salah mengantar?"


     "Aku yang memesan sarapan untuk kita, Din."


     Dodi masuk tanpa bisa dicegah Dinda.


     "Untuk apa kau ke sini?!" tanya Dinda dengan marah. Ia marah pada Dodi tapi ia lebih marah kepada dirinya sendiri. Ia menyerahkan keperawanannya kepada Dodi yang sudah menghianatinya! erangnya dalam hati.


     "Apa kau lupa? Kita sudah sah sebagai pasangan suami istri semalam tapi sayangnya ketika aku bangun, aku tidak menemukan dirimu, disampingku!" ucap Dodi sambil menggoda Dinda.


     "Kita dalam keadaan mabuk semalam. Kejadian itu tidak dihitung sebagai kejadian yang sebenarnya!"


     Dodi tersenyum. "Tentu saja sayang, setelah ini kita akan pulang ke Indonesia dan mempersiapkan pesta pernikahan kita yang sesungguhnya."


     "Kurasa itu bukanlah pilihan lagi Din, tapi keharusan! Saat ini bayiku ada dalam kandunganmu, apa kau mau anakmu lahir tanpa seorang ayah?" bentak Dodi dengan marah. Dalam hati, Dodi berharap Dinda tidak berbalik marah padanya.


     Dinda berniat menyanggah ucapan Dodi tapi kemudian, ia mengurungkan ucapannya.


     "Apa kejadian semalam benar-benar terjadi?!" tanya Dinda lagi, merasa belum yakin dengan apa yang sudah terjadi semalam. "Dan bagaimana aku bisa berada dikamarmu!?"


     "Untung saja kau bertemu denganku, bayangkan kalau kau sampai bertemu dengan orang jahat!? Kau terlalu mabuk untuk menyadarinya semalam, tapi kau yang merayuku!"


     "Aku merayumu?" Dinda mendengus tidak percaya. "Tidak mungkin!"


     "Apa kau mau melihat cctv bar?" tantang Dodi. Dia harus berusaha memojokkan Dinda agar Dinda tidak mengelak lagi darinya.


     Dinda jadi gelagapan mendengar pernyataan Dodi.


     "Kau harus bertanggung jawab atas hilangnya keperjakaanku tadi malam!"

__ADS_1


     Dinda menutup mulutnya karena kaget mendengar perkataan Dodi lalu ia berpikir ulang tentang segala sesuatu yang saat ini telah terjadi.


     "Tunggu dulu, kau memang sudah bukan perjaka lagi! Kau sudah tidur dengan wanita lain sebelumnya, jadi aku tidak harus bertanggung jawab padamu! Tapi aku yang telah kehilangan keperawananku semalam gara-gara kamu! Seharusnya kamu yang harus bertanggung jawab dan bukannya aku!"


     Yes! Dalam hati Dodi bersorak senang.


     "Baik, aku akan bertanggung jawab. Saat ini juga, aku akan mendaftarkan pernikahan kita di sini. Setelah itu kita daftarkan pernikahan kita di Indonesia. Ayo, kita sarapan dulu. Kau pasti sedang lapar, bayi kita perlu asupan gizi yang tinggi. Habis ini kita beli susu hamil yah, Din," kata Dodi, tidak memberi kesempatan Dinda untuk melarikan diri darinya.


     "Tunggu-tunggu, aku merasa ada yang salah di sini!" ucap Dinda mencoba untuk berpikir keras tapi ia lupa, apa yang ia ingin sampaikan.


     "Ini cobalah," kata Dodi menyuapkan sepotong daging ke mulut Dinda untuk mengalihkan pikiran Dinda.


     Sambil masih berpikir, Dinda membuka mulutnya dan mengunyah makanan yang disuapkan Dodi kepadanya. Matanya langsung terbelalak karena daging itu sangat empuk dan rasanya enak sekali!


     Dinda langsung duduk dan menyantap sarapan bagiannya.


     "Nanti kita beli susu hamil rasa apa din?" pancing Dodi dengan hati-hati.


     "Stawberry," jawab Dinda sambil masih asyik menikmati sarapannya.


     Aman! seru Dodi dalam hati. Dan cepat-cepat mengirim pesan lewat hp ke para asistennya.


 


    


     


     


     


     


 

__ADS_1


__ADS_2