
Bab 27
Agency Dinda mengubah nama Dinda menjadi Sherly.
Hidup sebatang kara, di negeri orang tentu tidak mudah.Dia kesepian. Dia rindu kedua orang tuanya. Tapi dia tidak mau pulang karena membenci mantan tunangannya, Dodi.
Dengan dalih sibuk, Dodi melupakan hari jadi pertunangan mereka. Niat hati memberi kejutan, rupanya, dia yang diberi kejutan dengan memergoki hubungan gelap Dodi dengan wanita lain.
Hati Dinda sakit sekali karena dia sangat mencintai Dodi. Tapi prinsip hidupnya tidak mengijinkannya untuk memberi kesempatan kepada seorang penghianat seperti Dodi.
Dia menyalahkan cici Lucy Ang, kenapa dia harus mengenal cinta kalau harus merasakan sakitnya dihianati!?
Apa karena Dinda tidak mau berhubungan intim dulu sebelum menikah? Maka terjadilah hal ini.
Kalau ini memang alasannya, dengan senang hati, Dinda mengalah dan memberikan kesempatan kepada mereka berdua untuk menikah.
Laki-laki seperti Dodi, tidak pantas untuk memilikinya. Dia tidak mau mendengar bujukan Dodi karenanya, ia memutuskan untuk menghilang dari dunia Dodi, untuk selamanya.
Tugasnya saat ini adalah melupakan Dodi. Titik!
Selama tinggal dikota ini, dia hanya, makan, tidur, jalan-jalan, belanja-belanja, berolah raga tanpa bekerja.
Dia hidup dalam kesendirian dan hanya menikmati hidup. Sudah enam tahun berlalu semenjak kejadian itu, Dinda merasa, dia perlu bekerja. Tapi dia mau bekerja apa, dia sendiri juga tidak tahu.
Orang tuanya secara rutin mengirimkan uang untuk kehidupannya sehari-hari. Bisa dibilang, ia tidak kekurangan uang. Tapi lama-lama juga bosen juga.
__ADS_1
Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Wildy, di counter hotdog, bukan di stand mall tapi dipinggir jalan.
Siapa sangka Wildy yang seorang Direktur agency terkenal di New York menyukai hot dog di pinggir jalan, sama halnya dengan Dinda.
Saat itu, salju sedang turun dan Dinda sudah ngiler banget mau makan hot dog langganannya. Dia turun dari apartmentnya, selang beberapa blok saja, ia sudah sampai di tempat tujuan.
Beruntunglah, hanya ada satu orang saja yang mengantri. Mungkin karena turun salju, antriannya sedikit, biasanya yang mengantri di counter ini, berderet-deret.
"Tolong satu hot dog, seperti biasanya yah," kata Dinda, lalu mengeluarkan uang satu dolar dari kantongnya dan membayar pesanannya.
Di kala menunggu, ia terkejut karena terkena cipratan saus. Otomatis dia melangkah mundur. Tapi ia tidak mengira, ada mobil yang hendak melintas kearahnya.
Disaat itu, dia hanya bisa memejamkan matanya dan pasrah. Tubuhnya seperti melayang tapi bukan terpental ke udara tapi mendarat di pelukan manusia.
Karena takut, ia tidak berani membuka matanya, tapi meraba-raba orang yang berada dibawahnya.
Dinda membuka matanya dan terkejut. Dia masih hidup! Cepat-cepat dia meminta maaf dan berterima kasih kepada penyelamatnya itu.
Disanalah, akhirnya dia berkenalan dengan Wildy. Dan saat Wildy menawarkan untuk menjadi model dan artis di agencynya, Dinda menerimanya dengan senang hati.
Tidak terasa sudah satu tahun, ia bergabung dengan PRISMA Agency dan dia menyukai pekerjaannya. Bayarannya juga lumayan besar, hanya saja banyak bos-bos centil yang suka menggodanya setiap kali habis show. Untunglah, Wildy selalu menyiapkan pengawal baginya. Jadi begitu selesai show, Dinda langsung ke ruang ganti dan langsung mendapatkan pengawalan ketat dari pengawalnya.
"Apa kau lelah hari ini?" tanya Wildy kepada Dinda.
"Lelah sekali, kenapa?"
__ADS_1
"Mau bersantai dipermandian air panas sambil makan sushi?"
"Mau. Siapa saja yang ikut?"
Wildy berdehem. "Hanya kita berdua saja."
Kening Dinda mengerut, "Apa ini kencan?"
"Apa kau keberatan?"
"Hmm, tergantung motifnya."
Wildy tertawa mendengar kata-kata Dinda.
"Dijodohkan lagi?"
Wildy tersenyum manis lalu mengangguk. "Lain kali tinggal tolak saja. Apa susahnya? Dibanding harus menyogokku setiap kali berperan jadi pacarmu."
"Lagi pula cara ini termasuk kejam, tahu. Apa salahnya hanya makan malam bersama. Kalau kurang cocok tinggal bilang, selesai deh urusan," tambah Dinda lagi sebelum Wildy menyelanya.
"Kau tahu, kau adalah tamengku. Karena itu menurutlah. Temani aku minggu ini bertemu dengan mama dan papa yah," pinta Wildy sambil memperlihatkan lesung pipitnya yang menawan.
"Oke, ayo kita makan sushi."
Wildy bersorak gembira.
__ADS_1