Kekasih Brengsekku

Kekasih Brengsekku
Kekasih Brengsekku by Lucy Ang bab 20 judul resmi pacaran, horeee


__ADS_3

Bab 20


     Dodi perlahan mendekati Dinda, takutnya yang ia rasakan saat ini, seperti mendekati macan betina. Tapi karena sayang, dia rela meski harus menerima terkem-man Dinda.


     Baru kali ini, Dinda marah padanya. Tapi dia bingung karena tidak merasa berbuat salah. Tapi tadi malam, Dinda mengatakan, dia ada salah. Berarti benar, dia telah menyakiti hati Dinda. Dodi sangat menyesal dan berniat menanyakan alasan Dinda marah padanya.


     Mami papi Dinda memberi semangat kepada Dodi, dari jauh.


     Dodi mengangguk lalu mendekati Dinda yang masih melotot marah padanya.


     Dodi ingin duduk disebelah Dinda tapi Dinda langsung memberi isyarat untuk duduk menjauh darinya.


     Dodi langsung memutar arah dan duduk ditempat yang telah ditunjuk Dinda. Belum juga duduk, Dodi langsung berdiri tegak mendengar seruan Dinda.


    "Dodi jahat!" pekikku tidak sabaran sambil menunjuk Dodi.


    "Din, kamu ngomong yah, sebenernya Dodi nih, salah dimana? Dodi bingung. Walaupun begitu, Dodi minta maaf yah kalau sudah membuat Dinda marah. Sekarang Dinda ngomong yah, salah Dodi nih apa?!" kata Dodi sambil meraih tangan Dinda.


     Aku menghentak tangan Dodi dari tanganku dan langsung berbalik dan membuang mukaku dari Dodi.


     "Din, kalo Dinda nggak ngomong, Dodi nggak tau salahnya Dodi dimana!?"


    "Dinda mau putus aja! Dinda mau pacaran sama Rico aja karena Dodi udah nggak sayang sama Dinda."


     Mami papi Dinda ikutan bingung melihat aksi anaknya. Tapi mereka bersikap tenang karena bukan sekali dua kali ini aja Dinda minta putus dari Dodi. Mereka percaya Dodi bisa menenangkan Dinda. 

__ADS_1


     "Mami, Papi kedepan dulu yah. Mau mancing di empang bareng mami papi kamu. Ntar rumah, dikunci aja kalau mau pergi."


     Begitu mami papi Dinda pergi. Dodi buru-buru menghampiri Dinda dan menyuruhnya duduk, lalu ia mengambilkan air mineral untuk Dinda.


     "Dinda nggak boleh minta putus terus yah, hati Dodi sedih mendengarnya. Emang di mana Dodi nggak sayang Dinda. Apapun permintaan Dinda 'kan selalu Dodi turutin. Meski Dinda menduakan Dodi juga 'kan Dodi tetap nurutin," kata Dodi sambil menangis.


     Hatiku bergetar melihat Dodi menangis saat ini. Aku jadi merasa bersalah. Pelan-pelan kuhapus air mata Dodi. "Maaf yah Dot, Dinda salah. Dodi jangan nangis lagi."


     "Dinda juga, jangan marah lagi yah sama Dodi. Dodi merasa sedih banget."


     Aku mengangguk.


     "Sekarang Dinda ngomong, Dodi salah dimana? Biar Dodi perbaiki sikap Dodi."


     Aku membuang pandanganku tidak mau menatap Dodi.


     Dodi memegang kedua pipiku dengan lembut dan menyuruhku untuk menatapnya.


     Tiba-tiba air mataku mengalir tanpa bisa dicegah. Buru-buru kuhapus air mataku.


     Dodi memeluk dan menenangkan aku. Dengan sabar, Dodi menungguku untuk siap bercerita.


     "Tadi malam, Dinda teringat cewek-cewek yang deketin Dodi sore kemaren. Entah kenapa hal itu mengganggu Dinda. Dinda nggak bisa tidur, padahal udah berbagai gaya tapi tetap nggak bisa tidur. Dinda jadi kesel. Juga sikap Dodi ke mereka, Dinda nggak suka ngeliatnya! Dinda jadi benci sama Dodi setiap kali ingat itu. Dinda bingung sama sikap Dinda saat ini. Dinda merasa, Dodi udah berubah dan nggak sayang Dinda lagi!"


     Dodi tersenyum lebar! "Itu tandanya kamu cemburu, Din sama Dodi. Kalau kamu cemburu itu tandanya kamu cinta juga sama Dodi."

__ADS_1


     "Masa sih Dot!? Kok kenapa baru sekarang, Dinda rasain hal ini. Kenapa kemarin-kemarin Dinda biasa aja liat Dodi dikerubungi cewek-cewek itu?"


     "Mungkin dalam hati Dinda mulai takut kehilangan Dodi. Jadinya perasaan itu timbul tanpa kamu sadari. Tapi Dodi senang, Dinda merasa cemburu sama Dodi. Dodi lega, itu tandanya Dodi nggak bakal ditinggalin Dinda."


     "Tapi Dinda nggak suka dengan perasaan ini, Dot! Kalo sekali lagi Dinda liat Dodi deket-deket cewek lain. Dinda mau putus aja!"


    Dodi membelai rambutku sambil terkekeh. "Dodi nggak pernah deketin mereka, tapi mereka yang deketin Dodi, sayang. Dan salah satu cara agar mereka menjaga jarak yaitu dengan mengumumkan hubungan kita."


     Aku mengangguk setuju.


     "Dodi juga nggak mau liat Dinda dekat-dekat cowok lain yah termasuk, Rico."


     Aku mengangguk.


     Dodi memelukku dengan perasaan bahagia.


     Baru kali ini aku menikmati pelukan Dodi. Rasanya menyenangkan!


     


     


 


     

__ADS_1


__ADS_2