Kembalikan Anakku

Kembalikan Anakku
Curhat Lagi


__ADS_3

Tanganku gemetaran mengetik pesan ke nomor ibunya mas Akbar. Saat ini aku butuh curhat pada seseorang dan hanya ia satu-satunya yang mau mendengarkan aku. Rasanya ingin menangis, tapi air mata ini sulit keluar.


[Ini kebodohan saya, harusnya saya menyadari bahwa saya tak pantas untuknya, jadi tak menerima ketika ia menawarkan pernikahan. Bagaimana mungkin seorang yatim piatu yang miskin berharap menjadi Cinderella dan menikah dengan pangerannya karena kenyataannya Cinderella adalah anak bangsawan, sementara saya hanyalah orang biasa yang sejak lahir yatim piatu.] pesan pertama yang ku tulis untuk Tante Seruni. [Sekarang aku hanya menginginkan anakku, tak peduli masalalu yang begitu menyakitkan.]


[Yan, kamu berhak mendapatkan cinta yang tulus dari pangeran kamu meski kamu bukan siapa-siapa. Bisa jadi ia memang bukan orang yang tepat, sekarang fokus pada putramu saja, relakan semuanya. Pada saat yang tepat kamu akan mendapatkan pengganti yang benar-benar mencintai kamu dengan tulus.] balas Tante Seruni yang membuat air mataku akhirnya mengalir juga.


Rasa sesak ini terurai juga. Aku yang semula merasa tak akan mungkin mendapatkan cinta pada akhirnya punya keyakinan juga, aku pun berkah di cinta meski terlahir yatim piatu.


***


Laporanku akhirnya naik juga ke pengadilan. Hari ini aku akan berjuang untuk putraku Sean. Apapun yang terjadi aku yakin akan mendapatkan kembali dirinya.


[Jangan sampai terlambat, saya tunggu di pengadilan.] pesan dari mas Akbar saat aku dan Wisnu bersiap berangkat naik mobil kijang tua miliknya.


Sayangnya, baru beberapa meter, mobil Wisnu mengalami pecah ban. Ia menduga ada yang sengaja menebar paku di jalanan yang kami lalui untuk menghambat perjalanan kami. Untungnya kami tak kehabisan ide, langsung memanggil taksi untuk mengantarkan ke pengadilan, makanya pagi itu kami bisa datang tanpa terlambat sedikitpun.


Seperti janji mas Akbar, ia sudah menyiapkan pengacara untuk membantuku melawan keluarga mas Dani. Di ruang pengadilan, aku bertemu dengan mantan suamiku, mertua serta mas Alex. Tak ada kak Dira dan Sean di sana, padahal aku berharap bisa bertemu putraku.


Bagaimana kabarnya hari ini? apakah ia baik-baik saja?


Apa yang dilakukan mas Dani benar-benar membuatku menderita. Memisahkan aku dari putra semata wayang yang amat aku cintai.


Di pengadilan ini, pengacara mas Dani membeberkan bukti-bukti berupa surat keterangan dari tiga orang psikolog, juga bukti rekaman yang diambil orang suruhan mas Akbar dan rekaman yang aku ambil sendiri.

__ADS_1


Keluarga mantan suamiku tampak kaget, mungkin mereka tak menyangka jika kami akan mempersiapkan semuanya dengan sangat detail untuk melawan mereka.


Sayangnya masih ada beberapa rangkaian persidangan yang harus kami lakukan untuk membuktikan bahwa aku tak bersalah.


***


"Menyerah saja Yan, kamu tak akan pernah berhasil!" kata mas Dani saat kami kembali bertemu usai sidang yang keempat.


"Aku ini seorang ibu, mas. Aku nggak akan pernah menyerah. Saranku, harusnya kamu yang mengalah, serahkan putraku atau kamu akan menyesal karena masih ada satu serangan lagi yang akan aku persiapkan!" kataku, menegaskan padanya bahwa sampai kapanpun aku tak akan mundur.


"Oh sekarang kamu sudah berani ya?"


"Semua ibu tak akan pernah takut jika itu berkaitan dengan anaknya!" kataku lagi.


***


Rupanya ancaman itu benar-benar dilakukan, ia membalasku lewat anak-anak panti. Entah kerjasama seperti apalagi yang ia lakukan dengan Bu Tari sehingga saat ini mas Dani berhasil mendapatkan surat-surat tanah panti asuhan yang kini berganti nama jadi miliknya.


kami diberi waktu tiga hari untuk angkat kaki dari panti ini yang katanya akan diratakan dengan tanah.


"Jahat sekali kamu, mas. Anak-anak ini nggak bersalah. Cukup kamu zalim kepadaku saja, jangan pada anak-anak yang tak berdosa seperti mereka!" aku benar-benar marah, tapi tak bisa melakukan apapun sebab ia memiliki surat tanah panti ini.


"Kalau kamu enggak mau anak-anak ini diusikaka hentikan laporan kamu yang sudah naik ke pengadilan. Tanda tangani surat perjanjian ini, lalu pergilah menghilang dari sini maka anak-anak itu akan aman!" kata mas Dani, mengajukan kesepakatan yang tentunya merugikan aku.

__ADS_1


Dalam surat perjanjian itu tertera jelas bahwa aku menyerahkan Sean pada kak Dira dan tak akan menggugat sampai kapanpun. Kalau aku berani melanggar maka akan dipenjarakan.


Sebagai imbalannya, tak hanya panti asuhan ini, ia juga akan memberi sejumlah uang agar aku bisa memulai hidup baru di kota lain.


"Ini jahat sekali." kataku yang tak terima dengan apa yang sudah dituliskan mas Dani.


Sean sangat berarti untukku, bagaimana mungkin aku bisa melepaskannya pada orang seperti mereka. Sekarang saja caranya sudah sangat jahat. Lalu seperti apa mereka akan merawat dan membesarkan Sean? Sebagai ibunya aku tak rela jika putraku memiliki sifat seperti ayahnya.


Lelaki itu sebenarnya tak pantas menjadi ayah anakku karena ia sendiri yang mengaku menikahi aku bukan karena cinta. Ia hanya menginginkan anak untuk kakaknya. Mengingat itu daerahku langsung mendidih.


"Dengar mas, aku tak pernah semarah ini sebelumnya. Tapi aku janji, aku gak akan membiarkan kalian begitu saja. Kesempatan kalian sudah tak ada, sekarang waktu aku membalas kalian!" kataku. "Kalian semua akan menyesal sudah merebut Sean dari tanganku."


"Kamu mengancam aku? Kamu nggak lupa kan Yana, siapa aku, keluargaku dan kak Dira? Kamu itu hanya anak yatim piatu, yang nggak akan punya power apapun, makanya aku memilih kamu untuk melahirkan anak untuk kak Dira." katanya.


"Penjahat kamu mas, jahat!" aku benar-benar meradang, namun sadar ia sedang berusaha memancing emosi agar aku kembali terpancing dan melakukan kesalahan yang sama sehingga dengan mudahnya ia mengalahkan aku di pengadilan.


"Perempuan seperti kamu tak mengapa diperlakukan seperti itu. Makanya menyerah saja Yana, kami bukan lawan seimbang untuk Kamu!" katanya lagi.


Andai aku bisa, ingin ku habisi saja ia. Tapi aku sadar, mas Dani juga cuma boneka, kak Dira lah lawanku sebenarnya.


Ia menginginkan seorang bayi yang memiliki darah yang sama seperti dirinya. Karena ia tak mampu memiliki keturunan makanya ia menyuruh adiknya memberikan bayi untuknya.


Sekarang semua sudah terjadi, seperti kata mas Akbar, aku harus lebih kuat lagi untuk memenangkan pertarungan ini. Kak Dira bukan orang sembarang, ia adalah seorang pengusaha sukses yang terkenal. Ia memiliki banyak kekuatan. Sangat mudah baginya untuk menghancurkan aku, makanya aku butuh power yang besar juga.

__ADS_1


__ADS_2