Kembalikan Anakku

Kembalikan Anakku
Dia Bukan Anakku


__ADS_3

"Anak itu adalah Sean, ia adalah anak yang kami bawa selama ini. Kenapa setelah ia tiada kamu malah tidak mengakuinya? Kamu benar-benar perempuan yang buruk, Yana. Kamu sendiri yang membuat Sean seperti ini. Andai kamu tak menghalang-halangi kami untuk membawa Sean berobat, pastinya ini tak akan pernah terjadi padanya." Kata mas Alex dengan penuh percaya diri, seolah aku adalah ibu yang paling buruk, makanya harus dipisahkan dari anak kandungnya.


"Hati-hati kalau bicara!" mas Akbar mengingatkan.


"Anda suaminya Yana, kan? Anda polisi, kan? Berarti sudah ada yang menjaga Yana. Harusnya anda ingatkan istri anda agar tidak terlalu gegabah dalam langkahnya. Masa anak sendiri nggak ingat." Mas Alex agak mengejek. "Oh iya, karena kalian sudah menikah, harusnya gak perlu seheboh ini menghadapi situasi ini. Kalian kan bisa punya anak lagi."


"Anda sendiri apa haknya membawa anak orang lain. Harusnya bicara dulu dengan ibunya, apalagi tahu ibunya sudah berjuang keras mencarinya. Meskipun kalian mendapatkan izin dari ayahnya karena biasanya ayah yang suka menjual anaknya adalah ayah yang buruk.


Lagian, kalau kalian ingin memiliki keturunan, carilah jalan yang baik. Allah sudah menguji harusnya semakin baik. Jangan malah mencuri anak orang lain!


Mau punya anak lagi atau tidak, bagi kami Sean sangatlah berarti. Jadi jangan macam-macam!" Ancam mas Akbar.


Masalah antara kami terus berlanjut dalam perdebatan. Dokter juga ikut membantu meyakinkan bahwa anak itu adalah anakku. Tapi sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan anakku, mereka tak akan mudah mengecoh. Anak itu bukan anakku. Meski hampir tiga tahun kami dipisahkan.

__ADS_1


"Tolong jangan ada yang ikut campur masalah ini karena kami akan menempuh jalur hukum. Siapapun yang terlibat diluar kewenangannya maka kami akan proses. Satu lagi, kami akan melakukan tes DNA atas anak ini!" Kata mas Akbar lagi


"Untuk apa tes DNA? Sean sudah tidak ada masih juga ingin kalian siksa. Dimana hari nurani kamu Yana. Lagipula sebagai ayah angkatnya saya tak mengizinkan putra saya diganggu gugat, dites tes segala. Saya tak mau anak saya diperlambat proses pemakaman. Kami sudah mempersiapkan pemakaman terbaik untuknya jadi jangan coba-coba halangi langkah kami. Lebih baik kalian mengalah saja!" Mas Alex menegaskan.


"Mempersiapkan pemakaman? Hei, kenapa semuanya begitu cepat? Kenapa seolah-olah ini semua sudah dipersiapkan?" Tanya mas Akbar yang terus memperkuat kecurigaan ku. "Apa benar anak ini baru meninggal beberapa jam lalu? Kalau iya, kalian cepat sekali mempersiapkan semua untuknya?"


"Ini yang aku curigai sejak awal, ada yang mereka tutupin lagi. Mereka masih juga belum sadar bahwa perbuatan mereka sangat jahat. Dan puncaknya ini, mengarang cerita seolah itu Sean. Dia pikir bisa dengan mudah menipu seorang ibu? Tentu tidak" kataku.


Namun, saat itu juga tiba-tiba mas Dani datang. Rupanya ia diizinkan untuk menghadiri pemakaman anak yang mereka akui sebagai Sean. Kedua mertuaku juga hadir. Tapi tetap saja semua sandiwara mereka tak akan bisa membuatku yakin kalau anak itu Sean. Lagian kalau itu benar Putraku, tak mungkin kak Dira tak ikut hadir di sini


Akting mantan suami dan mantan mertuaku benar-benar membuatku kesal. Kenapa harus begini untuk menipu. Lagian mas Dani benar-benar tidak punya hati, ia tega ikut mengarang cerita seperti ini demi uang.


"Yana, maafkan aku. Kamu relakan putra kita ya. Kamu harus ikhlas. Akupun sama seperti kamu. Sebenarnya hatiku hancur. Tapi aku sudah merelakan Sean. Ini yang terbaik untuk anak kita. Maafkan aku ya Yan. Kita lupakan semua ini, mari kita mulai hidup yang baru dan semoga kita bisa mendapatkan kebahagiaan kita!" Kata mas Dani dengan penuh percaya diri seakan aku benar-benar percaya dengan karangan mereka. Yang ada aku kesal dan jijik dengan cara mereka sekeluarga yang sangat rendah. Entah kenapa harus melakukan semua itu, tapi yang jelas mereka tega mengorbankan anakku.

__ADS_1


"Mana Sean!" Kataku dengan suara tinggi. "Sudah, hentikan semua sandiwara kalian dan kembalikan anakku. Atau aku akan benar -benar marah. Kamu, Dani, aku tak akan pernah membiarkan kamu lolos dari hukuman mati karena apa yang kamu lakukan benar-benar sangat keterlaluan!" Kataku, sambil menunjuk wajah mas Dani. "Kamu akan sangat menyesal karena sudah mempermainkan aku!" Kataku.


""Kamu bicara apa, Yan. Sean ... Dia baru saja meninggalkan kita. Aku tahu kamu sedih, kamu pasti sangat terpukul tapi mau bagaimana lagi. Kita hanya bisa mendoakan anak kita " kata mas Dani lagi dengan tidak tau malunya.


"Cukup!" Aku semakin meradang. "Kembalikan anakku atau kalian semua akan menyesal!" Aku sudah kehabisan sabar. Energiku rasanya sudah habis untuk bersabar pada mereka. "Aku akan menghancurkan kalian sampai jadi debu." Kataku dengan tegas. "Sekarang ayo kita tes DNA untuk membuktikan kebohongan mereka!" Aku mengajak mas Akbar.


"Untuk apa Yana? Aku sebagai ayahnya tak terima kamu mau memperlama proses pemakaman anakku " kata mas Dani. "Lagipula selama ini aku yang tahu bagaimana tumbuh kembang Sean. Ini anak kita. jadi jangan mengada-ada."


"Jangan sok paling peduli pada Sean kalau kamu saja tak menginginkan dirinya. Kamu hanya butuh uang. Kamu itu benar-benar laki-laki memalukan. Kamu pantas dihukum mati!" Kataku.


Mereka terus berusaha menghalang-halangi agar aku tak melakukan ters DNA, mulai dari bicara lemah lembut, berusaha membujuk hingga akhirnya sifat aslinya keluar semua. Mereka benar-benar memaki aku di rumah sakit yang notabene banyak orang.


"Perempuan macam apa kamu Yana. Aku sebagai mantan mertuamu sangat sedih dengan keputusan kamu mau melakukan tes pada anak sendiri. Kalau kamu tak menerima maka sudahlah. Biar kami yang mengurus cucuku yang malang ini. Di akhir hidupnya ibunya malah tak mau menerima. Tapi Oma tak akan marah pada ibumu nak, Oma tahu ia hanya terlalu sedih karena kehilangan kamu." Kata mama Vio.

__ADS_1


"Teruslah mengarang sepuas kalian. Dasar orang-orang memalukan. Demi obsesi jahat putri kalian rela melakukan semua ini. Maka terimalah kehancuran keluarga kalian karena ternyata dibanding bertaubat kalian lebih memilih untuk meneruskan kebohongan ini!" Kataku.


Aku tak mau mengikuti apa yang mereka inginkan. Aku sangat yakin itu bukan Sean. Makanya saat itu juga ku putuskan membawa mayat itu ke rumah sakit pemerintah agar tak bisa dicampur tangani oleh orang-orang kak Dira. Aku sangat yakin ada beberapa orang yang curang di sini, makanya tak mau percaya pada dokter yang disini. Bisa saja mereka dibayar oleh pihak mas Dani. Sebuah langkah tegas akan ku ambil untuk mengakhiri semua drama ini.


__ADS_2