Kembar Tidak Identik

Kembar Tidak Identik
Siapa Dia


__ADS_3

Siang hari, di sebuah sekolah SMA swasta. Putra duduk sendirian di sebuah taman sekolah. Putra merupakan siswa baru. Setelah masa orientasi siswa selesai, hari ini merupakan hari pertamanya menjadi siswa di sekolah tersebut. Setelah merasa capek membaca, Putra menutup bukunya, kemudian dia termenung seorang diri.


Andai saja ... aku punya saudara, pasti seru deh. Bisa main bareng, ada temen ngobrol di rumah. Nggak harus kesepian. gumam Putra dalam hati.


Putra hidup bersama kedua orang tuanya, dia merupakan anak tunggal, tidak mempunyai kaka, dan tidak mempunyai adik. Orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sang ayah selalu sibuk di perusahaan, sedangkan ibu, selalu sibuk dengan coffee shop miliknya.


Sepulang sekolah, Putra selalu disambut oleh asisten rumah tangga. Dia selalu melakukan segalanya sendirian selama di rumah. Kedua orang tuanya akan pulang saat malam hari di saat ia sudah tertidur pulas. Meskipun Putra termasuk anak yang cerdas, ia tidak pernah ikut dalam kegiatan sosial di sekolahnya. Karena kondisi keluarganya yang kurang komunikasi, Putra menjadi pribadi yang cacat mental, pendiam, penakut dan pemalu. Itu semua karena ia selalu merasa kesepian dan kurangnya perhatian dari orang tuanya.


"Hem, toiletnya di mana yah?" Putra kebingungan mencari letak toilet sekolah, karena dia tiba-tiba kebelet pipis. Karena sudah tak tertahankan lagi, dia cepat-cepat berdiri dan pergi mencari toilet di sekitar tempatnya berada.


"Ah, itu ada toilet." Putra mempercepat langkahnya saat melihat ada toilet umum di depannya, tanpa memerhatikan tempat tersebut, dia langsung masuk ke salah satu ruangan yang pintunya agak sedikit terbuka.


Karena sudah tidak tahan, Putra segera melepas resleting dan kancing celananya, saat dirinya masih berada di tengah pintu toilet, dia cepat cepat mengeluarkan air seninya saat ia baru saja masuk di dalam toilet tersebut.


"Aaaaaaa!"


Putra spontan menoleh ke samping, dia kaget saat mendengar suara teriakan wanita, karena kaget, dia jadi tidak konsen, hingga air kencingnya mengenai celana seragam yang ia pakai.


Kedua bola mata Putra membulat sempurna, dia lebih kaget lagi, ketika mendapati sosok seorang gadis di sampingnya, gadis itu dalam keadaan telanjang yang hanya mengenakan ****** ***** saja.


"Heeep ..."


Putra tidak jadi menjerit, karena dengan cepat, gadis itu langsung membungkam mulut putra.


"Sssst, diam" ucap gadis itu sambil menutup mulut Putra, dia membiarkan tubuhnya yang masih telanjang tanpa pakaian.


Putra menganggukkan kepala yang menandakan dia setuju. Gadis itu melepaskan bungkamannya, kemudian dia menutup dan mengancing pintu toilet yang kini mereka tempati. "Lanjutin aja dulu kegiatanmu, aku tidak akan mengintip" Ucap gadis itu kepada putra, dia berdiri menghadap pintu toilet membelakangi tubuh Putra.


Karen sudah terlanjur, dengan malu malu, putra melanjutkan kencingnya yang sempat tertunda.


"Lyk, kamu kenapa?" Suara teriakan dari luar toilet terdengar keras. Putra semakin panik, dengan cepat-cepat dia menyelesaikannya, dan merapikan kembali celananya.


"Gak papa kok Han, tadi ada kecoak, aku kaget. Kamu duluan ke kelas ya, perutku tiba-tiba terasa sakit". Jawab gadis itu membalas pertanyaan dari luar,


" Ooh, ya udah, gua duluan ya, soalnya ada tugas yang belum aku selesaikan" cewek di luar toilet itu pergi setelah mendengar jawaban temannya dari dalam, dia langsung pergi ke kelas tanpa curiga sedikitpun.


Putra hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya, dia tidak mengerti dengan situasi yang sedang ia alami saat ini.

__ADS_1


"Gue mau ganti baju, tutup matamu, awas kalau sampai ngintip" Ucap gadis itu dengan ketus, Putra dengan sikap lugunya, langsung menutup wajah dengan kedua telapak tangannya rapat-rapat, posisinya membelakangi gadis yang berada satu ruangan dengannya. Gadis itu kemudian mengambil pakaian seragamnya, lalu memakainya dengan tanpa rasa risih atau malu sedikitpun.


"Loe kenapa masuk dalam toilet wanita?" gadis itu bertanya sambil membenarkan kancing bajunya.


Putra kembali terkejut saat mendengar kalimat pertanyaan itu. "Jadi ini toilet wanita?" gumam Putra di dalam hati, "Saya tadi tidak begitu memerhatikan, soalnya pas lagi kebelet, jadi, saya tidak tahu kalau yang saya masuki adalah toilet wanita" Jawab Putra dengan posisi tubuh tetap sama seperti sebelumnya, dia benar benar menutup rapat kedua matanya.


"Bodoh!" Umpat gadis itu menanggapi jawaban Putra.


Ni anak lugu banget ya, dia bener benar menutup matanya, walau sudah membelakangi ku. Apa dia tidak tertarik dengan tubuhku? Gumam gadis itu dalam hati.


"Udah. Buka aja matamu, aku udah selesai" Ucap gadis tersebut sambil merapikan rambutnya.


Pelan pelan, Putra menurunkan kedua tangannya, dia mulai membuka kedua matanya, namun masih tetap membelakangi gadis tersebut, dia menundukkan kepalanya, kedua tangannya, dia satukan didepan dengan jari-jari yang saling bertautan.


"Nama loe sapa?" Gadis tersebut memperhatikan sikap Putra yang nampak culun.


"Saya ... saya Pu, Pu, Putra" Putra menjawabnya dengan terbata bata. Karena merasa ada kelainan pada pria yang sedang bersamanya, gadis itu berinsiatif memutar tubuh pria itu dan menatap wajahnya.


Cukup tampan. Gumamnya lalu melepaskan kedua tangannya dari bahu Putra.


"Maaf, saya tadi tidak sengaja" Putra tidak berani menatap gadis yang kini berada di depan matanya, dia meminta maaf atas kecerobohannya dengan rasa penuh penyesalan.


Putra langsung melihat celana yang ia pakai, dia pun semakin menundukkan kepala, saat menyadari celananya ada yang basah terkena air kencingnya, dia semakin merasa malu.


"Udah, pakai aja celana gue. Emang loe mau keluar dengan celana yang basah begitu? entar dikira habis ngompol looh" gadis itu mencoba mengajak bercanda. Tiba-tiba, Putra mengangkat wajahnya menatap gadis di depannya.


"Jangan bengong napa?, Nih pakai, tangan gue dah pegel tau, dari tadi gak loe terima." Gadis itu menyodorkan celananya pada tubuh Putra.


"Udah, cepat ganti celana loe." Suara gadis itu agak meninggi, dia kesal karena Putra hanya diam saja.


"Ba, ba, baiklah." Dengan malu malu, Putra mengambil celana tersebut, kemudian kembali diam dan menundukkan kepalanya.


Keduanya terdiam tanpa ada yang berbicara, Putra hanya menundukkan kepala sambil tetap memegangi celana dari gadis tersebut.


"Kenapa tidak ganti celana? Loe malu pakai celana gue?"


Putra hanya diam mendengar pertanyaan tersebut, dia memang malu memakai celana itu, namun dia lebih malu saat ganti celana, masalahnya gadis itu tidak juga keluar dari toilet tersebut, Putra tidak mungkin ganti celana di depan seorang gadis.

__ADS_1


"ka, ka, kamu tidak keluar?" tanya Putra terbata bata, dia mengatakannya dengan sedikit ragu, karena takut menyinggung.


"Hahahahaha...." Bukannya menjawab pertanyaan dari Putra, gadis itu malah tertawa terpingkal. Putra sedikit mengangkat wajahnya dan menatap gadis di depannya, dia merasa bingung dengan reaksi gadis tersebut. "Apakah ada yang lucu?" Ucapan Putra menghentikan tawanya, dengan berkacak pinggang dia menatap wajah Putra.


"Jadi, karena di sini ada gue, loe gk mau ganti celana?" Ucap gadis itu seakan mengerti dengan perasaan Putra. Putra kembali menunduk sambil mengangguk pelan.


"Loe tadi, lihat gue cuman pake celana dalem doang, pas gue mau ganti pakaian, nah sekarang gantian, biar kita impas." gadis itu berbicara ketus sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dada, dia tidak bermaksud membuat malu pria di depannya, dia hanya ingin mengetes saja.


Memang benar, Gadis itu akan mengganti pakaian olahraga yang ia kenakan, dengan seragam putih abu abunya, karena terburu-buru, dia tidak menutup pintu toilet, dia langsung saja melepas semua pakaian yang ia kenakan, dan hanya menyisakan ****** ***** saja, sedangkan Putra yang sedang terburu buru karena kebelet, tidak membaca tulisan (Toilet wanita) di depan pintu, dia langsung saja nyelonong masuk dan langsung kencing tanpa melihat sekitar, alhasil, terjadilah adegan yang tidak terduga saat ini.


Putra memang pria yang lugu dan pemalu, bahkan saat ia melihat gadis bertelanjang di depannya, tidak sedikitpun ada nafsu dalam jiwanya, dia seperti tidak tertarik pada wanita, bisa dibilang juga, dia pria tidak normal. Saya rasa semua lelaki akan bernafsu saat berada di posisi Putra saat ini, tapi kenapa dia tidak?.


Karena Putra hanya diam saja, akhirnya gadis itu berinsiatif keluar meninggalkan putra, dia pun melangkah mendekati Putra. Karena merasa jaraknya sangat dekat, Putra pun melangkah mundur pelan pelan, ia mencoba menjauh, dia merasa risih berdekatan dengan wanita.


Putra terus saja menjauhi gadis yang semakin mendekatinya, namun langkahnya terhenti, Putra tidak bisa lagi mundur, karena tubuhnya sudah mentok menempel tombok, dia tidak bisa bergerak lagi.


Gadis itu tersenyum puas saat pria di depannya telah mati langkah, dia menghentikan langkahnya saat tubuhnya sudah sangat dekat dengan tubuh Putra, dia memegang dagu Putra dan mengangkatnya hingga wajah Putra berhadapan dengannya. Putra masih saja menundukkan pandangannya, dia tidak berani menatap gadis di depannya itu.


Cup.


Gadis itu mencium bibir Putra sekilas. putra sangat kaget hingga tubuhnya sedikit menjingkat.


"Dadah, sampai bertemu besok ya, temui gue di tempat ini lagi, dan kembalikan celana gue" Gadis itu tersenyum genit sambil mengedipkan sebelah matanya, kemudian dia membuka pintu toilet, lalu keluar dan menutupnya kembali.


Putra masih berdiri mematung, dia sedang terkejut dengan kelakuan gadis itu, dia benar benar tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"Siapa dia?" Putra sangat kebingungan, dia belum sempat tahu nama gadis itu, bahkan dia tidak menanyakannya.


"Kenal, tidak. Tahu namanya, tidak. Tiba - tiba main cium, siapa dia?" Putra kemudian mengganti celananya dengan celana hasil pinjaman dari gadis yang tidak dikenalnya.


Siapa dia? Aku pun tak tahu🤷‍♂


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Maaf, diawal cerita saya menyuguhkan hal seperti ini, karen saya ingin memperkenalkan 2 jiwa yang memiliki sifat dan kehidupan yang bertolak belakang, kalau ingin tahu siapa (Dia) silahkan ikuti ceritanya, semoga kalian suka.


__ADS_2