Ketika Cinta Memudar

Ketika Cinta Memudar
hubungan ku membaik lagi


__ADS_3

Devina merebahkan tubuhnya diatas kasur dengan bed cover berwarna hijau yang bermotifkan daun-daun berguguran.


Ia tak tau kenapa bisa mencintai suami orang. Ini hal sulit baginya. Tak mudah untuk membuang begitu saja rasa cinta nya. Ia tipekal orang yang sulit untuk jatuh cinta. Tapi cintanya kali ini berlabuh pada hati yang salah.


Ia bangkit dan mengacak-acak rambutnya sambil berjalan ke kamar mandi.


"mungkin mandi bisa menyegarkan tubuh dan fikiran ku. Alan...... Kau membuat ku gila ....".


Ia bergegas melepas pakaian yang melekat pada tubuhnya dan perlahan memasukkannya pada air hangat yang telah ia siapkan.


***


Aku sampai detik ini masih belum bisa membuktikan kebenaran mengenai video yang membuat hubungan ku dengan mas Alan menjadi renggang.


"mungkin tak ada salahnya jika aku menelfonnya". Ku ambil gawai ku dan langsung menelfon mas alan.


" hallo... Assalamualaikum istri ku..". Begitu cepat mas Alan mengangkat telfon ku. Dan ada yang aneh.


" waalaikum salam mas.. Mas Alan apa kabar ?". Wajah bahagia terpancar sangat jelas pada mas Alan. Begitu juga dengan aku.


" kabar baik dik... Oh ya.. Anak-anak gimana ?".


"anak-anak sehat mas. ..".

__ADS_1


Mas Alan mengalihkan panggilan suara ke video call.


Melihat wajah suami ku di layar handphone membuat hati ku teramat sangat bahagia.


"alhamdulillah.. Emmm.... Dik..".


Sepertinya ada yang mau mas Alan sampaikan pada ku. Ia tiba-tiba menghentikan ucapan nya.


"iya mas.. Ada apa ?". Aku pun jadi penasaran dan jantungku berdegub dengan kencang.


"mas mau minta maaf". Ia menghentikan lagi ucapannya.


"minta maaf untuk apa mas ?". Aku pun makin penasaran.


"harusnya waktu itu mas gak langsung marah-marah sama kamu. Video yang dikirimkan mbak Iren itu...". Alan diam sejenak.


"laki-laki yang ada dalam video itu adalah mas Riyan. Mbak Iren hanya memberitahu mas. Tidak ada maksud lain.. Maafin mas ya..".


Aku tidak terkejut. Karena mas Riyan memang punya banyak pacar di luar sana. Bahkan pernah menikah pula. Tapi Abi tidak berani mengambil sikap. Entah apa yang ada dalam fikirannya.


"baguslah kalau begitu mas. Hatiku jadi lega. Aku gak mungkin menghianati cinta mu mas. Mas Alan adalah jodoh dari Allah untuk ku.".


"iya sayang... Mas percaya kok..".

__ADS_1


Cukup lama kami lempar pandang .. Memang hanya itu yang bisa kami lakukan saat ini.


"oh ya dekk... Bagaimana kalau Anton mas kenalkan dengan Devina ?". Anton adalah teman mas Alan yang sampai saat ini belum menikah.


"Lohh.... Emangnya Devina masih singel ?". Tanyaku jadi penasaran.


"iya.. Dia kemarin cerita sama mas. Dia menutup hatinya untuk siapapun. Mungkin Anton bisa membukanya kembali".


"wahhh.... Boleh juga itu mas. Tapi kapan Devina pulang ke Lampung ?".


"itulah masalahnya.. Dia gak mau pulang. Malah mau cari kerjaan lagi di Bali".


"yang penting sekarang mas Alan kasih kontak nya Devina dulu ke Anton. Siapa tau dia berubah fikiran".


" iya deh.. Mas coba aja dulu".


"ya udah.. sekarang mas istirahat aja.. Biar besok badannya fresh..".


"baiklah.. Bye darling... Miss u ..".


" bye... Miss u to..".


Lega rasanya hati ini setelah bertatap muka dengan suami tercinta. Meskipun hanya melalui telepon.

__ADS_1


Sepertinya mas Alan tidak akan mencari pengganti ku disana. Hati ini selalu gundah mengingat perkataan mas Alan yang ingin mencari istri lagi ketika di Bali.


Rencana Tuhan lebih indah dari harapan ku.


__ADS_2