Ketika Cinta Memudar

Ketika Cinta Memudar
penyesalan devina


__ADS_3

"braakkkk.....". Alan terjatuh dari kendaraannya dan ia terlempar sejauh lima meter. Ia mengalami kecelakaan tunggal. Kendaraan yang ia gunakan hancur bagian depan karena menghantam pembatas jalan.


Beruntung waktu kejadian Anton sedang melewati jalan itu.


"sepertinya ada orang kecelakaan.. Kasian sekali.. Semoga orangnya gak kenapa-kenapa". Gumam Anton sambil menghentikan mobilnya dan menghampiri korban.


Betapa terkejutnya Anton setelah melihat orang yang tengah tergeletak itu adalah sahabatnya sendiri, Alan.


"Ya Allah Alan.. Kok bisa begini sih ?".


Anton membawa Alan menuju mobilnya dan mencari rumah sakit terdekat.


"kamu dari mana sih Al malam-malam begini ?". Anton khawatir dengan kondisi Alan. Darah terus mengalir dari tangan kanannya.


"ini mana lagi rumah sakitnya... Nah itu dia". Anton langsung berbelok dan menghentikan mobilnya.


Ia turun dan memanggil perawat dengan bahasa isyarat karena ia tak pandai bahasa arab.


Alan langsung dibawa ke ruangan ICU guna mendapatkan perawatan.


Alan menunggu di luar ruangan dan ingin menghubungi Rena.


"tapi sebaiknya aku tidak memberitahu Rena kalau alan kecelakaan. Dia pasti sangat khawatir. Nanti saja kalau Alan sudah membaik. Atau aku kabari Devina".


Devina yang mulai terlelap terbangun dengan suara pesan ponselnya.

__ADS_1


(Dev. Alan kecelakaan. Sekarang di rumah sakit terdekat).


Devina sangat kaget setelah membaca isi pesan dari Anton. Ia bangkit dan bersiap-siap untuk menuju ke rumah sakit.


Ia meminjam kendaraan milik tetangga messnya yang juga orang indonesia.


Butuh waktu enam puluh menit bagi Devina untuk ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit ia memarkirkan motornya dan langsung menuju ruang ICU dengan berlari kecil.


"Anton.... Gimana keadaan Alan ?". Devina menghampiri anton yang sedang duduk di depan ruang ICU.


"masih di tangani dokter".


"ini semua salah aku". Devina merasa bersalah.


"tadi aku mampir ke tempat kerja Alan. Setelah itu aku minta diantar pulang. Aku bener-bener menyesal.. Hiksss hikssss.....". Devina menangis .


"sepertinya kamu ada rasa dengan Alan".


Devina menoleh ke arah Anton yang berada tepat di sampingnya.


"iya. Kamu benar". Devina menjawab singkat.


"kamu tau dia sudah beristri bahkan sudah punya anak ?".


"sudah.. Dia sering cerita tentang istri dan anaknya. Sepertinya mereka keluarga yang bahagia".

__ADS_1


"iya.. Dan kebahagiaan mereka akan terusik jika kamu terus di samping Alan".


"aku tidak tau bagaimana rasa ini muncul dan bagaimana pula aku harus membuangnya. Aku ingin memiliki alan sebagaimana Renata memilikinya. Kamu boleh katakan aku egois".


"kamu tau Alan sangat mencintai Renata?. Kamu tau bagaimana perasaan Renata jika dia tau semua ini?". Anton memberikan pertanyaan yang tak bisa di jawab oleh Devina.


"aku tidak tau Anton.. hikss.. ". Devina kembali menangis.


"apa Alan tau dengan perasaan mu ke dia ??".


"Alan tidak tau".


"sebaiknya jangan beri tahu dia. itu saran ku". Anton memberi saran.


"why ???".


"itu hanya akan memperkeruh suasana. Apalagi dia sekarang sedang sakit". Anton menjelaskan alasannya.


"tapi dia harus tau anton.. Aku gak masalah jika dijadikan istri ke dua".


"benar... kamu memang tidak bermasalah. Tapi tidak bagi Renata. Ini adalah masalah besar baginya. Ngerti kamu !!!". Anton mulai meninggikan suaranya.


"Renata itu perempuan, pasti dia tau perasaan ku saat ini". Devina tetap egois.


" dan kamu juga perempuan Devina. Harusnya kamu juga tau bagaimana perasaan Renata setelah tahu perasaan mu pada suaminya". Anton makin marah dan kesal dengan devina.

__ADS_1


__ADS_2