
Ku atur pertemuan ku dengan devina. Pastinya tanpa sepengetahuan mas alan. Hanya untuk memastikan bahwa tidak akan ada kelanjutan dari perasaan devina.
Aku kira Pelakor itu hanya ada dalam sinetron saja. Rupanya tidak. Ia bisa menghantui siapapun. Termasuk aku. Entah apa yang ada dalam fikiran mereka.
Sungguh tak masuk akal. Hanya orang yang memiliki hati yang kuat saja yang bisa menghindarinya.
Aku sendiri tak tahu, apakah mas alan bisa menjaga hatinya untuk ku atau tidak. Namanya juga manusia, pasti ada khilafnya.
Aku menunggu devina di sebuah restoran. Entah apa namanya, aku tak terlalu memperhatikan. Yang jelas mas alan kerja di kota Dhumman. Untuk bahasa aku sama sekali tak paham.
Yang pasti aku ingin berbicara dari hati ke hati.
"maaf. Sudah menunggu lama".
"iya. Tak apa".
Kami berbicara cukup singkat. Tak perlu bertele-tele. Itu hanya akan membuang tenaga saja.
"to the point aja ren. Apa maksud kamu ngajak aku ketemuan".
What !!! Gak salah ??. kenapa jadi dia yang sewot.
"well. . . Aku mau kamu jauhi suami ku".
"aku tidak mau".
__ADS_1
wanita ini benar-benar membuat ku emosi. Aku harus sabar. Jangan sampai terpancing. Ini negara orang.
"terus apa mau kamu !".
"aku mau memiliki alan".
"aku tidak mengizinkan".
"aku tidak peduli. Dan aku tidak perlu minta izin dari mu !".
Aku terdiam. Menahan tubuh yang sedari tadi mulai gemetar. Ku tarik napas dalam-dalam dan ku hembuskan perlahan.
"aku istri mas alan. Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan wanita manapun mengganggu rumah tanggaku. Cam kan itu !!.
"heh.... Kamu kira aku anak kecil yang takut dengan gertakan mu !. Yang jelas aku akan terus memperjuangkan cinta ku. Dan perlu kamu tau. Aku pernah bercinta dengannya".
"aku tidak percaya dengan ucapan mu. Maaf !!".
"terserah kamu renata. Itu urusan kamu mau percaya atau tidak. Sebentar lagi aku juga akan menjadi Ny. Alan Abisali".
"jangan mimpi kamu devina. Sebaiknya buang semua hayalan mu itu. Karena itu semua tidak akan terjadi. Percuma saja berbicara dengan wanita yang tak punya hati sepertimu. Wajar kalau dulu kamu ditinggalkan kekasih mu. Andai aku bisa bertemu dengannya, akan aku beri selamat padanya. Karena telah menjauhi wanita calon pelakor seperti mu".
Ku tekankan ucapan ku pada kata 'pelakor'. Aku berdiri dan pergi meninggalkan devina.
Lebih baik aku menemui mas alan. Dan melepas kerinduan ku padanya. Sangat lama kami berpisah. Dan sisa waktu satu tahun lagi bagi mas alan untuk pulang ke Indonesia.
__ADS_1
Rasanya tak sabar menunggu saat-saat itu.
Aku berjalan dan terus berjalan sambil menikmati panasnya kota Oman. Tapi begitu dingin ketika malam hari. Kota yang begitu ramai. Hilir mudik kendaraan roda empat.
Rasanya memang aneh. Seperti tinggal suatu planet yang tidak mengerti dengan perkataan mereka.
Hingga akhirnya aku sampai didepan tempat tinggal mas alan.
"assalamualaikum..".
"waalaikum salam".
"mas .. Sudah makan ?".
"sudah.. Kamu ?".
"belum lapar mas ".
Aku duduk di samping mas alan yang sedang berbaring diatas tempat tidurnya.
"mas... Sebelum aku pulang ke Indonesia. Aku mau mas janji dulu".
Mas menyerngitkan alis kanannya sambil menatap ku.
"janji ?".
__ADS_1
"iya... Janji untuk tidak menduakan aku. Tidak menikah lagi dan tidak mencarikan madu untuk ku".