Ketika Cinta Memudar

Ketika Cinta Memudar
Perjanjian satu bulan


__ADS_3

Alan masih terdiam. Tapi dia yakin cintanya pada Renata seluas samudera, jadi tak mungkin Devina bisa melewatinya karena bisa dipastikan Ia akan tenggelam.


"Itu ide konyol Dev. Aku tak mau melakukannya". Alan kali ini benar-benar marah dengan kelakuan Devina. Ia bangkit dari duduknya hendak meninggalkan Devina, namun tiba-tiba Devina menarik tangan Alan yang membuat Alan menghentikan langkahnya.


"Alan... Ku mohon.. , beri aku kesempatan kali ini saja. Dan jika aku gagal, aku akan segera pergi dari hidup mu. Juga turut membawa kenangan indah saat bersamamu. Ku mohon Al". Devina memelas dan memohon sembari tangannya menggenggam kuat jari jemari Alan.


"Aku bukanlah wanita yang tidak memiliki hati nurani Al. Aku akan meminta izin pada Renata. Entah bagaimana caranya, meski aku harus besimpuh di kakinyapun itu akan aku lakukan".


Melihat kesungguhan dari raut wajah Devina, hati Alan mulai luluh. Ia duduk kembali dan perlahan melepaskan genggaman Devina.


"Baiklah. Kapan kita mulai permainan ini ?".


Devina mengusap air matanya dengan tangan yang gemetaran setelah mendengar persetujuan dari pujaan hatinya.


"Besok. Iya besok.


Besok tanggal satu Desember".


"Baiklah. Ingat ya hanya satu bulan". Alan memberi tekanan pada kalimat terakhir.


"dan satu lagi jangan kau beri tahu Renata, karena itu hanya akan membuatnya terluka. Dan aku yakin usahamu ini hanya sia-sia". Ia berlalu dari hadapan Devina.

__ADS_1


"Terima kasih banyak Al. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Apapun dan bagaimanapun caranya. Aku harus bisa memilikimu.


Jika diluaran sana pelakor bermain panas, merebut suami orang dengan cara yang salah dan hanya menjadi simpanan belaka. Beda halnya dengan aku. Aku menyukai cara halus untuk semua permainan, termasuk kali ini. Aku ingin menjadi istri sah meskipun yang kedua. Bukan menjadi simpanan yang ujung-ujungnya ditinggalkan dan dipermalukan. Itu bukan cinta namanya tapi nafsu".


***


Aku selalu disibukkan dengan pelanggan-pelanggan ku. Sampai-sampai aku lupa menghubungi mas Alan. Semoga dia baik-baik saja disana.


Entah dari mana datangnya ingatanku tentang poligami. Tiba-tiba saja aku teringat pernah bertanya pada mas Alan tentang poligami.


Flash back


Itulah pertanyaan yang aku berikan pada Mas Alan. Itu ku peroleh dari mendengarkan ceramah di chanel youtube.


"kenapa kamu tiba-tiba mempertanyakan hal itu ?".


"ya gak apa-apa mas. Cuma tanya aja ".


"iya deh mas jawab pertanyaan dari istri kesayangan.


Jika seorang istri menerima poligami suaminya dengan tetap berlaku baik kepada suami dan istri keduanya, maka baginya pahala orang-orang yang berlaku baik.

__ADS_1


Seperti dalam firman Allah SWT dalam Quran surat Yusuf ayat 90.


sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik".


"Sungguh ?. Hanya itu ?".


"memangnya kamu mau dipoligami ?".


"Belum tau juga ".


"Tapi semua itu berat Dik. Berat di aku juga berat di kamu".


Flash on


"Ya Allah, mungkinkah pertanyaan ku waktu itu akan menjadi kenyataan.apakah mas Alan mau menikah lagi. Itu artinya Ia mengingkari semua janji-janjinya padaku. Jika semua itu akan terjadi.


Bantu hamba untuk melewatinya Ya Allah. Karena hamba yakin pasti ada hikmah setelahnya. Dan jika dengan cara ini Engkau menghapus dosa-dosak hamba, hamba akan menerimanya. Beri hamba kekuatan".


Tak terasa butiran bening membasahi pipiku. Aku tidak boleh egois. Jika aku bukanlah satu-satunya wanita yang berhak atas semua yang dimiliki mas Alan. Mungkin Allah telah mempersiapkan wanita itu. Sekalipun itu Devina.


Aku harus belajar untuk menerimanya. Aku tidak boleh melawan takdir, melawan kehendak Tuhan. Semua sudah digariskan. Sebagai manusia aku hanya bisa pasrah namun harus tetap istikomah. InsyaAllah aku ikhlas. Aku juga yakin Allah mempersiapkan hadiah terindah untukku.

__ADS_1


__ADS_2