
Di Indonesia.
Aku merasa sangat lelah. Karena hari-hari ini toko begitu ramai pengunjung. Yeah... Itu selalu aku syukuri, meskipun online shope merajalela saat ini, itu tidak menggangu usaha ku. Rezeki sudah ada yang atur.
"mas Alan apa kabar ya... Dua hari yang lalu katanya anton ke Saudi.. Coba deh aku kirim pesan saja.. Takutnya mas Alan lagi sibuk".
( assalamualaikum.... Mas... Gimana kabanya..?).
Cukup lama aku menunggu balasan dari mas Alan. Setelah itu aku menutup toko ku karena hari sudah sore. Dan aku langsung menuju rumah.
Sesampai di rumah anak-anak sedang mengaji di mushola dekat rumah. Itu salah satu pesan mas Alan pada ku. Agar anak-anaknya di berikan ilmu agama pula.
Ku berjalan ke arah kamar lalu duduk di atas kursi dekat dengan jendela kamar dan ku raih gawai di dalam tas hitam kecil ku.
"Sepertinya ada pesan. Mungkin dari mas Alan ". Dengan cepat ku ambil handphone ku dan ku baca pesan itu.
( walaikum salam istri ku.. Kabar mas baik.. Kamu dan anak-anak bagaimana ?).
Dan memang benar itu pesan dari mas Alan.
(alhamdulillah sehat semua mas.. Oh ya mas.. Anton gimana ?. Sudah ketemu dengan Devina ?).
__ADS_1
(sudah sayang... Semalam mereka makan malam di kafe ... ).
(alhamdulillah ya mas.. Semoga mereka berjodoh. Amiin).
( aminn sayangg..).
Setelah berbalas pesan dengan mas Alan, ku letakkan handphone ku dan beranjak untuk mandi. Karena sebentar lagi sudah masuk waktu magrib.
***
Devina yang merasa dikecewakan oleh Alan tak henti-hentinya berfikir bagaimana cara untuk menjerat cintanya Alan.
"sepertinya memang harus dengan cara ini Alan. Tunggu saja tanggal mainnya". Sepertinya Devina memiliki rencana buruk untuk Alan.
Tak berapa lama. Ia sampai di depan tempat alan bekerja. Ia melihat Alan dari jauh dan Alan melihatnya. Devina hanya melambaikan tangannya.
"ku tunggu di sini". Devina berkata tapi tak bersuara.
Alan hanya memberi isyarat dengan menganggukkan kepalanya.
Sepuluh menit kemudian Alan datang menghampiri Devina.
__ADS_1
"hayy... Sudah lama ?". Alan duduk kursi sebelah devina.
"gak kok. Sekitar sepuluh menit..". Jawab devina.
"oh ya.. Kemarin gimana dengan kejutan dari ku ?".
"itu... Aku sangat terkejut.. ". Devina menjawab dengan santai.
"jujur ya dev.. Aku sih setuju banget kalau kamu menikah dengan Anton. Dia pria mapan. Dia baik. Dan satu yang aku sangat suka dari dia yaitu dia gak pernah pilih-pilih teman". Alan mulai bercerita tentang anton.
"untuk saat ini aku masih belum mau menikah Al.. Hati ku tertutup". Devina menjawab sambil berkata dalam hati nya.
"sekarang di hati ku ada kamu Al".
"Al.. aku tadi buat kue.. Cobain deh..". Devina memberikan bungkusan roti pada Alan.
"wawww .... Kayaknya enek nihh .. Pas banget lagi laper..".Alan langsung membuka bungkusan yang di berikan oleh Devina.
"aal.. Kamu bisa anterin aku pulang gak ??? Aku takut pulang sendirian. . Ini jauh loh dari mess ku..". Devina merengek minta di antar pulang. Padahal biasanya Devina kemana-mana selalu sendirian.
"okay... ". Tanpa pikir panjang Alan mau mengantarkan Devina. Meskipun saat ini kepalanya mendadak pusing karena memang dia sedang tidak enak badan.
__ADS_1
Sesampai di rumah Devina, Alan langsung memutar kendaraannya dan meninggalkan Devina seorang diri.
Ditengah jalan, Alan merasakan kepalanya begitu berat sampai-sampai ia tak fokus menyetir dan akhirnya terjadilah kecelakaan.