Ketika Cinta Memudar

Ketika Cinta Memudar
merelakan


__ADS_3

Bertemu dengan mantan dan mengajaknya berkencan adalah hal yang tak pernah di fikirkan oleh seorang Alan Abisali.


Disudut taman kota. Alan sedang duduk santai bersama Maya. Hanya untuk sekedar melepas lelah saja, sambil melihat burung-burung terbang kembali menuju pada sarangnya. Suara percikan air yang jatuh kekolam membuat segar ditelinga dan pemandangan sore semakin indah dengan sunset yang memanjakan mata.


"May, apa kamu tidak dimarah suami mu jika sering-sering bertemu dengan ku ?". Alan memulai obrolan memecahkan keheningan diantara keduanya.


"Suami ?? Aku belum menikah Al. Aku masih ingin menikmati masa lajangku".


Alan menarik napas dalam-dalam itu terlihat dari kedua bahunya yang terangkat.


"Apa yang kamu cari ?".


"Cinta ku yang karam Al ".


"Siapa itu "


"Kamu".


Deg... Alan kembali terdiam.


"Al, apakah rasa itu masih ada ?. Sedikit saja untuk ku. Agar hidup ku lebih berharga. Mungkin burung-burung disana saat ini sedang mengatai ku, menertawakan ku. Wanita yang tak punya malu. Ditinggalkan kekasihnya menikahi wanita lain, tapi masih mengemis cinta padanya. Seharusnya aku malu".


"Maafkan aku May, aku meninggalkan mu tanpa alasan. Aku pun tak tahu mengapa Tuhan membawa ku pada Renata. Padahal aku baru mengenalnya dan sekarang dia adalah orang yang sangat sangat aku cintai juga anak-anak ku".


"Aku menunggu mu sampai detik ini Al. Masih mengharapkan mu. Aku masih mencintaimu Alan. Rasa cinta ku dari dulu sampai sekarang masih utuh, bahkan bertambah.


Hari-hari ku berubah lebih berwarna disini setelah bertemu dengan mu.

__ADS_1


Al, tak bisakah kau memberi sedikit saja rasa cintamu pada ku. Tak perlu banyak-banyak lima persen saja itu sudah lebih dari cukup, sisanya berikan pada istri dan anak-anak mu.


Saat ini aku adalah wanita yang tidak punya harga diri. Mengemis cinta pada pria yang sudah beristri. Apakah aku sama dengan pelakor ?. Siapa sebenarnya yang pelakor ?. Aku atau Renata ?


Jawab Al. Jangan membisu. Kau tau aku tak menyukainya".


"Aku tak tau May, harus jawab apa.


Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita cintai, maka janganlah berlebihan mencintainya, agar saat kehilangan kau tak merasakan sedih yang berlebih.


Waktu sudah maghrib. Sebaiknya kita pulang.


Assalamualaikum".


Alan beranjak dari duduknya dan berlalu dari samping Maya.


"Walaikum salam".


*Ya Allah.. Terima kasih Engkau beri aku paras yang cantik. Otak yang cerdas juga kemampuan ku yang lainnya. Tapi satu hal, mengapa nasib cintaku tak secantik paras ku.


Ya Allah.. Engkau tahu, aku lebih dulu mencintai Alan sebelum Renata, Engkau lebih dulu mempertemukan aku dengan Alan. Tapi mengapa Engkau menjodohkan Alan dengan Renata* ? Mengapa tidak dengan ku. Apakah aku tidak pantas untuknya ?. Jika iya, maka aku akan memantaskan diri untuknya.


Ya Allah... Jika memang Alan bukan Jodoh ku, mengapa Engkau mempertemukan kami kembali ?. Lantas siapa jodoh ku ?


Dimana dia sekarang ?


Aku akan mencarinya..

__ADS_1


* * * * * *


Di penghujung malam. Tak henti-hentinya aku berdoa untuk kebaikan suami ku. Tiba-tiba aku teringat masa lalu, dimana mas Alan setiap akan tidur selalu menceritakan tentang perjalanan cintanya pada ku. Dari Maya, Lila, Savia, dan Nana si gadis penghafal Al quran.Sampai-sampai aku hafal siapa saja nama yang pernah singgah di hati suami ku. Awalnya aku biasa saja, karena aku juga bukan orang yang mudah jatuh cinta. Aku hanya menjadi pendengar setia suami ku. Tanpa adanya protes ataupun pertanyaan.


Flash back . . . .


Saat itu aku berfikir bahwa suami ku belum bisa move on dari para mantan-mantannya. Terutama Maya.


Hal itu masih mas Alan lakukan sampai putra kedua kami lahir. Saat itu usia pernikahan kami sudah tiga tahun.


"Mas.. Malam ini biar aku saja yang menceritakan masa pacaran mu dulu. Mas Alan mau request versi yang mana ?. Maya, Nana, Lila, atau Savia".


"Kok kamu tiba-tiba ngomong kaya' gitu ?. Memangnya kamu tau ?".


"Bukan hanya tau, bahkan aku sangat paham mas. Selama tiga tahun suami ku menceritakan masa lalunya kepada istrinya. Dan itu aku".


Mas Alan hanya melongo setelah mendengarkan penjelasan dari ku.


"Kenapa mas.. Kok diem".


Mas, aku adalah istri tersabar didunia. Karena selama tiga tahun dengan setia mendengarkan perjalanan kisah cinta suami ku dengan para mantannya.


Awalnya aku gak sakit mas. Tapi baru-baru ini aku merasakan sakit disini". Sambil ku tunjuk dada ku.


Mas Alan tak berkata sepatah katapun.


"Ku akui mas. Dulu aku sama sekali belum ada rasa apapun pada mu. Tapi sekarang rasa itu muncul dengan sendirinya. Dan rasa itu kini membuat aku sakit dan lemah.

__ADS_1


Jika mas Alan ingin kembali pada masa lalu mu. Silakan. Cari mereka. Temukan mereka. Tapi satu hal yang mas Alan harus tau. Aku akan mundur. Aku tidak akan memperebutkan suami ku. Karena bagiku lebih baik sakit satu kali dari pada sakit berkali-kali.


Bukannya aku egois. Hanya saja aku tak mampu jika harus berbagi suami".


__ADS_2