Ketika Cinta Memudar

Ketika Cinta Memudar
bertemu mantan


__ADS_3

Maya.. Yeah, wanita itu adalah Maya. Wanita yang sangat mencintai Alan sejak pertama ketemu. Tapi Alan dengan teganya meninggalkan Maya demi seorang Renata yang baru saja Ia kenal. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu.


Ketika itu, ada dua orang wanita yang sedang dekat dengan Alan. Lila dan Maya. Mereka berdua adalah sahabat Zahra, adik Alan. Lila dan Maya tidak saling kenal. Lila adalah sahabat Zahra ketika masih sekolah menengah atas. Sedangkan Maya adalah sahabat Zahra ketika kuliah Universitas Sriwijaya Palembang.


"Astaga .... Alan... Iya kamu Alan kan ? Kamu apa kabar ? Terus ngapain disini ?. Oh my God.. Ini kebetulan atau takdir Tuhan ". Maya nyerocos seakan tidak percaya dengan orang yang orang yang Ia lihat.


Alan hanya terdiam dan memaku dirinya di tepian jalan setelah mengetahui wanita didepannya adalah mantan kekasihnya. Maya.


"hello .... Alaan... Kenapa bengong ..?". Maya melambaikan tangan didepan wajah Alan, bermaksud membangunkannya dari lamunan.


"Oh iya.. Kamu ngapain disini ?". Alan bertanya sambil mulutnya kaku. Bukannya menjawab pertanyaan Maya malah balik bertanya.


"Aku ..???. Aku sekarang tinggal disini ikut Om Bima.


Aku memutuskan pergi dari Indonesia setelah kamu campakkan aku. Tujuh tahun yang lalu". Nada bicara Maya mulai turun. Tidak seantusias percakapan yang pertama.


"Maaf.. Maafkan aku. Aku memang salah".


"Its oke.. No problem. Kita lupakan saja semuanya". Maya berkata seraya mengangkat kedua bahunya.


"Kamu apa kabar May ".


"Aku baik.. Oh iya.. Apa gak sebaiknya kita cari tempat ngobrol. Harus berapa lama kita berdiri disini". Maya mulai merasakan pegal pada kakinya.


"Oh iya.. Kita cari tempat ". Alan lupa kalau Ia harus berangkat bekerja pagi ini.


"Di kafe itu saja. Lebih nyaman". Maya menunjuk kafe yang biasa Alan dan Devina bertemu.

__ADS_1


"Oh ... Aku lupa.. Aku harus kerja. Lain kali saja kita sambung". Alan memukul keningnya.


"Bagaimana kalau nanti malam kita ketemuan di kafe itu".


"Boleh.. Pukul tujuh".


"Sipp..".


Itulah pertemuan Alan dan Maya setelah Alan menikah tujuh tahun yang lalu. Mereka pertama kali bertemu di Yogyakarta Indonesia. Saat itu Zahra sedang mengikuti study tour yang diadakan oleh kampusnya.


Flash back ....


Zahra meminta kakaknya untuk menemuinya ketika Ia berada di Yogya nanti. Karena mereka sudah lama tidak bertemu. Zahra kuliah di Palembang sedangkan Alan kuliah di Surabaya. Bahkan hari raya pun Alan memilih tidak pulang kampung. Ia lebih betah tinggal di pondok.


Disitulah Maya langsung jatuh hati ketika melihat Alan. Padahal Alan lebih tertarik dengan teman Zahra yang lain namun Alan belum sempat berkenalan.


Mereka sering berhubungan via telepon dan sms, karena waktu itu belum ada aplikasi whatsApp seperti sekarang.


Satu bulan,


Dua bulan,


Tiga bulan pun telah berlalu. Maya mulai berniat memperkenalkan Alan pada keluarganya.


Namun sebelum itu, Zahra akan melangsungkan pernikahannya. Dan pastinya Maya akan hadir disana. Itu dijadikan kesempatan bagi Alan untuk memperkenalkan Maya pada keluarga besarnya. Semua keluarga setuju, tapi ada Om Malik dan Tante Seli yang tidak menyetujuinya, dengan alasan bukan orang jawa. Beda suku. Dan bla bla bla.


Siang itu Alan bermain ke rumah Om Malik. Mereka berdua sering ngobrol tapi sering juga berantem. Pemicunya hanya beda pendapat.

__ADS_1


"Al. Pokoknya Om gak setuju kalau kamu nikah sama Maya".


"Apa salah Maya ?. Dia cantik. Menarik. Baiik. Berpendidikan tinggi. Berwawasan luas. Mau terima aku apa adanya. Bukankah itu idaman para pria ?".


"Pokoknya Om tetap gak setuju. Kalau kamu bisa cari perempuan keturunan Jawa dan bisa menikah dalam waktu dekat. Om yang biayain semuanya. Kamu cukup duduk manis dipelaminan".


"Oke.. Saya terima tantangan Anda. Pak Malik. Permisi. Assalamualaikum".


"Walaikum salam".


Dari situlah awal mula Alan mencari wanita yang mau dinikahi dalam waktu dekat. Sayangnya Lila dan Maya belum siap. Maya meminta waktu diundur tahun depan. Sedangkan Lila harus mengurus cuti dulu di tempat kerjanya di Jakarta. Bagi Alan kedua wanita ini tidak memenuhi keinginannya.


Suatu hari, Alan menghubungi Tika yang juga sahabat Zahra.


"Tik. Carikan aku cewe yang mau diajak nikah dalam waktu dekat ".


"Hah ...?? Mas Alan kok lucu sih. Semua pasti butuh proses. Gak ujuk-ujuk ( tiba-tiba ) langsung nikah. Mana ada mas Alan".


"Pokoknya carikan. Kalau sampai gak ketemu, kamu yang aku nikahi". Alan sedikit mengancam.


"Lohhh.... Yo jangan to mas. Aku sudah punya pacar. Ya sudah sabar.. Aku carikan".


"Gak pake lama. Aku tunggu sampe besok siang".


"Iya mas Alan".


Tika langsung menutup telponnya. Takut Alan ngomong aneh-aneh lagi.

__ADS_1


Tika memutar otak. Kira-kira siapa yang sesuai dengan kemauan Alan. Akhirnya Ia teringat. Yeah.. Orang itu adalah aku. Renata Amalia.


__ADS_2