
Siang ini matahari sepertinya sedang marah. Sangat panas sekali,suhu berkisar 33 derajat selsius. Belum lagi suara bisingnya kendaraan membuat suasana menjadi tidak nyaman.
Sudah lama aku dan mas Alan tidak bertanya kabar. Ingin sekali menelfonnya. Menghilangkan rasa rindu yang terlalu lama terpendam.
Ku ambil handphone dan ku temukan kontak mas Alan. Tapi tiba-tiba handphone ku bergetar. Dan ku lihat nama mas Alan pada layar ponsel ku. Rona bahagia terpancar dari wajahku ketika melihat nama itu.
"hallo assalamualaikum mas ?". Hati ini terasa amat sangat bahagia.
"Maksud kamu apa Dek?". Tiba-tiba suasana hatiku berubah, begitu pula dengan raut wajahku.
"Mbak Iren kirim video kamu sedang bermesraan dengan pria lain. Siapa dia !! Hah !!!". Mas Alan sangat marah. Pasti ini ulah mbak Iren. Tapi aku tidak boleh buruk sangka dulu.
"Astaghfirrulah mas.. Kamu ngomong apa mas ?". Badan ku terasa gemetaran dan jantung yang berdebar tak karuan seperti baru menyelesaikan lomba lari 1500 km.
"halah... Kamu gak sok alim! Sok gak tau ! Siapa pria itu !". Mas Alan terus saja marah dan membuat aku semakin takut.
"Mas. Mbak Iren kirim video apa sih ? Sampe mas Alan begitu marahnya ke aku ?. Terus maksud mas Alan itu laki-laki yang mana ?. Aku benar-benar gak ngerti".
"Apa kamu bilang ? Laki-laki yang mana ?. Memangnya ada berapa laki-laki yang kamu goda !. Aku benar-benar kecewa sama kamu !".
__ADS_1
Setelah mengucapkan kata terakhir mas Alan langsung menutup telponnya dengan dipenuhi rasa amarah.
"ya Tuhan, masalah apa lagi ini ?. Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan mas Alan".
Yeah... Dari dulu mbak Iren memang tidak menyukai ku. Entah aku salah apa. Tapi semua itu aku sembunyikan dari siapapun. Termasuk mas Alan sendiri.
"Apa mungkin selama mas Alan ke saudi mbak Iren memata-matai ku ?. Mungkinkah mas Alan yang memintanya ?. Atau jangan-jangan mbak Iren sengaja melakukan semua ini supaya aku pisah dengan mas Alan ?". Pikiran ku berargumen sendiri tapi tetap berusaha bahwa itu tidak benar.
Terasa sesak di dada. Terasa berat untuk difikirkan. Menambah pusing kepala ku saja. Jauh dari suami saja rasanya sangat sakit apalagi harus menerima fitnah seperti ini.
"hahhh!!! Entahlah. Tuhan tidak tidur. Aku yakin pasti suatu saat nanti akan terbongkar. Yang jelas aku tidak melakukannya".
"apa sayang ?". Ku angkat dan ku pangku tubuh mungilnya.
"ayah tapan pulan". Suara khas cedal nya yang belum lancar bicara membuat ku tak fokus dengan pertanyaannya.
"hah ?? Adik kangen sama ayah ?".
"hemm". Ia mengangguk pelan.
__ADS_1
"Gak lama lagi ayah pulang kok. Kalau adik dan mas terus mau belajar. Ayah lebih cepat pulangnya". Terpaksa aku berbohong padanya agar aku tak kehilangan senyum manisnya.
Tak tega melihat malaikat mungil ini besar tanpa adanya seorang ayah disampingnya. Ayah adalah seseorang yang akan ditiru pada anak laki-laki, terutama cara berfikirnya. Karena laki-laki selalu menggunakan otak kiri untuk berfikir sedangkan perempuan menggunakan otak kanannya. Itulah sebabnya laki-laki tak banyak bicara, berbeda dengan perempuan yang selalu banyak bicara alias cerewet.
"Beneran bu?. Ya udah kalau gitu adik sama mas Alfan belajar terus ya.. Biar ayah cepet pulang".
"iya Bu..".
Ya Allah. Alangkah bahagianya anak ini jika ayahnya beneran pulang.
Aku masih gak habis fikir. Apasih untungnya buat mbak Iren kirim video ke mas Alan. Itu video isinya apa coba. Mas Alan juga. Jadi orang kok gak teliti.
"trriinggg". Handphone ku berbunyi lagi. Dan ku lihat ternyata mas Alan kirim video.
"Oh tidak. Ini sangat memalukan". Aku terkejut melihat isi video itu.
Dalam video itu terlihat seorang perempuan berhijab sedang bermesraan dengan seorang pria sepertinya itu di sudut taman, tempatnya sepi. Hanya terliihat mereka berdua.
Tanpa pikir panjang aku langsung kirim pesan ke mas Alan.
__ADS_1
(Mas. Demi Allah itu bukan aku. aku masih istrimu yang suci. Aku tidak tau mereka itu siapa. Dan memang aku punya baju gamis seperti itu. Tetapi aku tidak pernah memakai gamis itu lagi. Aku menyimpannya rapi didalam lemari).