Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 12: Cemburu ?


__ADS_3

Di mansion....


Semua pelayan menyambut kepulangan Davin ,mereka menundukan kepala hormat,"selamat malam tuan"


"Dimana Raveena?" mata Davin berkeliling mencari cari keberadaan Raveena.


"Nyonya belum pulang tuan,tadi sudah berusaha untuk di telpon tapi tidak aktif ponsel nyonya" ujar Luna ,pelayan khusus Veena .


"Kau kenapa biarkan gadis itu pergi hah!! ,bukankah aku membayarmu untuk mengawasi gadis Sialan itu!! "


plakk !! suara tamparan keras mendarat di pipi manis Luna.


"Aawkh,sakit tuan"Luna memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan Davin


"Kau bekerja tidak becus! menjaga satu wanita saja tidak bisa" umpat Davin terhadap Luna


"Pasti gadis itu kabur bersama laki laki itu,beraninya !! " gumamnya dalam hati...


Davin terduduk di sofa,melepaskan sepatunya sendiri karena semua pelayan takut untuk menyentuh tuannya yang sedang marah,takutnya Davin akan tambah marah jika di sentuh...


15 menit kemudian ,Veena pulang. Veena mendapati suaminya yang sudah duduk di sofa,namun dengan wajah kesal.


"Kau sudah pu...?" omongan Veena terpotong oleh Davin .


"Darimana saja kau sialan! ?" Davin berdiri dan menatap tajam mata raveena


"Aaaku,a-aku" ucapny terbata.


"Jawab!! atau sabuk ini membekas di tubuhmu. Davin melepaskan sabuknya dan memainkannya.


"Jawab jujur! jangan berani-berani kau berbohong denganku." bentak Davin wajahnya merah padam.


"Aku... tadi keluar sebentar "Veena tertunduk tidak berani menatap wajah Davin yang marah besar.


"Kemana saja kau!" Davin menatap tajam mata Veena


"Tatap mataku!" perintahnya.


"Aaaku,"


"Jawab !!!"teriak davin


"Aku tadi pergi ke toko buku,puas kau ! balas Veena


"Ke toko buku sampai selarut ini? heh!! siapa yang kau bohongi? kau kira aku ini percaya? dasar gadis Sialan! ikut aku ! "Davin menarik tangan Veena menuju kamarnya.


Jody dan pelayan lain tidak berani menegur bahkan menolong Veena .


Davin menyeret tangan Veena masuk kedalam kamar ,Veena yang kesakitan berteriak histeris


"Awwh, lepaskan ! sakit ! lepaass!!" rintihnya mengikuti langkah Davin

__ADS_1


"Sudah ku bilang kan,jangan pernah melanggar peraturan di rumah ini apalagi sampai berbohong padaku.Sekarang terimalah hukuman atas apa yang kau perbuat" Davin mendorong tubuh Veena hingga terjatuh di atas ranjang.


Bruukk !!


"Aahhkk ,Veena merintih kesakitan karena Davin mengcekaram leher Veena dan menindihnya dengan tubuhnya yang kekar dan penuh otot.


"Katakan ! kau pergi dengan siapa tadi dan apa yang kau lakukan di luar sana? cepaaat!!" Davin semakin mengeratkan cengkraman nya pada leher Veena.


"Aku pergi,uhuk uhukk ....dengan Reynold temanku,kami pergi ke sebuah danau dan kami nongkrong disana sampai malam .Aakhh ,le-paaa-ssss" Veena menepuk-nepuk tangan Davin yang semakin menguatkan cengkraman nya.Hingga akhirnya Davin pun melepaskannya.


"Aaahhh, uhuuk uhuuk uhuukk,"nafas Veena lega.


"Itu hukuman mu hari ini,kalau sampai kau berani pergi dengan laki laki lain lagi tanpa seizin ku,akan ku habisi kalian berdua saat itu juga!!" tegas Davin yang beranjak dari tubuh Veena


"Memangnya kenapa kalau aku pergi dengan laki laki lain? bukankah kau pun sama,mencari kesenangan di luar sana bersama para gadis-gadis murahan itu,lalu kenapa aku tidak boleh? katanya kau tidak akan peduli dengan apa yang aku lakukan? tapi kenapa sekarang kau malah marah padaku?" ujar Veena yang terlihat kesal dan emosi


Davin yang semula melangkah pergi,membalikan badanya menghampiri veena .


"Sudah berani kau melawanku sekarang hah!! ,yang tadi belum cukup! hmm!! "Davin menarik paksa dagu Veena dan mendekatkannya pada wajahnya ."Bagaimana kalau ada orang ataupun media yang mengetahui kelakuan istriku di luar sana? kau ingin namaku jatuh? Hah!! "Kau tau betapa terkenalnya aku di negeri ini,siapa yang tidak mengenal aku dan kau ingin memperburuk citra ku dengan kelakuanmu? sebelum itu terjadi aku bisa membunuhmu terlebih dahulu."


Veena yang sudah mulai berani,menatap balik mata indah Davin,bibirnya seksi ,hidungnya mancung giginya rapi dan senyuman yang mematikan semua mahkluk hidup yang ada di sekelilingnya.


Veena menelan salivanya ,memandang wajah Davin ,begitupun dengan Davin ,ia tak kuasa menelan salivanya menatap wajah Veena yang menatapnya balik.


"aaarrggh....dasar gadis Sialan kau.Mulai hari ini kau tidak boleh keluar kamar tanpa seizin ku" Davin mendorong tubuh Veena hingga terbaring di ranjang dan meninggalkannya ....


"Apa?! tidaakk!! aku tidak mauuu!! aku ingin bebassss!! lepassskaan! dasar laki laki aneh, tempramen." umpatnya pada davin yang mengunci pintu...


Veena yang kesal atas perlakuan Davin mulai meneteskan air mata,.Hatinya begitu sakit,dadanya sesak mengingat kejadian tadi.Ia hampir saja di bunuh oleh suaminya sendiri yang bahkan tidak layak di sebut sebagai suami.


" Hiks hiks hiks ibuu... kenapa nasibku jadi begini...apa salahku" Ia meringis meratapi nasibnya.


semakin lama air matanya semakin deras dan Veena ketiduran.


Davin yang masih emosi keluar dari mansionnya menuju tempat yang biasa ia kunjungi ketika senang maupun sedih.


...****************...


Pagi yang mendung sama halnya dengan suasana hati Raveena dan Davin . Tiba-tiba suara ketukan pintu membuat Veena terbangun dari tidur lelapnya...


Tok tok tok...


"Permisi nyonya,anda sudah bangun? tuan Davin menyuruh anda ke kamarnya segera." suara pelayan dari luar


Veena terbangun dan mengusap wajahnya yang sembab."Iyaa sebentar."


Veena turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


15 menit kemudian Veena yang sedikit berhias hari ini dengan gaun selutut yang pas body memperlihatkan tubuh indahnya.


Ia bergegas ke kamar Davin sebelum singa itu marah besar dan menerkam dirinya...

__ADS_1


Tok tok ..."Permisi boleh saya masuk tuan"


"Masuk " suara Davin yang dingin dan menggelegar di seluruh ruangan.


" Kenapa lama sekali?"Davin berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


"saya tadi mandi tuan"Veena berdiri di samping ranjang Davin


"Sayang ,panggil aku sayang ,aku bukan majikanmu! kenapa kau tidak suka? mau ku hukum lagi? " matanya tajam menatap Veena


"Tiddakk dituan ,mmm maksud saya tidak sayang ,aku suka" Veena terpaksa tersenyum kepada Davin


"Bagus" Davin melangkah ke kamar mandi


("cihh ,apa maksud semua ini? bukannya dia bilang dia tidak suka padaku tapi sekarang malah ingin di panggil sayang? aaargg menambah aja beban ku saja , manusia aneh." gumam veena dalam hati


20 menit kemudian Davin keluar dari kamar mandi mendapati Veena yang tengah melamun sambil duduk di ujung kasur.


Tiba-tiba,Davin melemparkan handuknya ke tubuh Veena


"Ambilkan aku baju kerja ku!"perintah Davin


"Baik s-sayang" Veena menuju lemari pakaian Davin .Ia memilihkan beberap baju kerja Davin dan meletakkannya di atas ranjangnya.


"Ternyata seleramu buruk sekali !" cibir Davin sambil memegangi pakaian yang di pilih Veena lalu memakainya.


"Kenapa tidak kau saja yang memilih sendiri? kenapa menyuruhku kalau akhirnya kau akan menghina seleraku?"protes Veena


"Supaya aku tidak rugi punya istri"jawab davin santai


"Manusia aneh,tak punya hati kenapa aku harus menikah dengannya dan menjadi istrinya? apa aku sudah gila? " batinnya kesal


" Kau tunggu apa lagi? cepat pasangkan dasiku!" Davin melempar dasi itu ke wajah Veena


"Aku tidak bisa memasang dasi" terang Veena


"Biar aku ajarkan,pertama tama kau tarik ujungnya hingga menjadi lebih pendek" Davin tersenyum tipis melihat Veena yang memperhatikannya,"lalu silang keduannya hingga berhimpit agar keduanya tidak berpisah dan selalu bersama" Davin masih menatap mata Veena lekat,"lipat bagian lainnya ,masukan salah satu ujungnya ke dalam celah dua sisi yang mengatup.Dan pastikan dia kuat, saling mengikat dan tak terpisahkan "Davin semakin menyeringai membuat Veena semakin gemetar...


"Kau bodoh sekali!" ejek Davin


"Jody pasangkan aku dasi"Davin memanggil Jody .


"Mulai sekarang kau harus bisa memasangkan aku dasi ,mau tidak mau harus ,paham!?"


"I--iya tu--aan.Maksudku s--sayang" ucap Vena gugup.


Setelah selesai dengan dramanya Davin berangkat ke kantornya dan Veena berdiam diri di kamarnya .


"Jody,kau belikan istriku gaun terbaik untuk acara nanti malam,pastikan ia terlihat sempurna di mataku" titahnya pada Jody


"Baik tuan muda,nanti saya carikan gaun di Mall."sahut Jody ...

__ADS_1


__ADS_2