Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 39: Tentang Perusahaan


__ADS_3

Hari menjelang sore,hari ini adalah hari yang begitu menyenangkan untuk Davin dan Raveena karena akan hadir malaikat kecil di tengah keluarga kecil mereka...


"Sayang ..kau mau apa?"


"Aku mau jalan-jalan berdua" sahut veena


"Hanya itu? ada lagi?"


"Tidak.."Raveena menggeleng kan kepalanya


"Oke..kita jalan-jalan sekarang ,tapi jangan jauh-jauh,kasihan baby kita nanti lelah" Davin mengelus perut Veena


"Eumm....aku mau siap siap dulu"Raveena beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi.


Mereka berdua berjalan menyusuri kota Paris dengan berjalan kaki.Raveena begitu bahagia dengan semua pemandangan yang ada,namun dia juga sedikit jengkel karena semua wanita melirik suaminya tanpa henti dengan wajah yang terkagum-kagum.Raveena kembali cemberut dan bergerutu kesal dengan para gadis-gadis disana.("Kenapa mereka semua melirik suamiku? iya aku tau dia tampan,tapi dia sudah beristri gadis bodoh!!....jangan lirik-lirik suamiku,!!!itu punyaku!ahhh...) gerutunya ..


"Hei.. kalian!? apa yang kalian lihat hah!? dia sudah beristri dan aku istrinya.Jangan melirik suamiku lagi atau akan ku colok mata kalian!! pergi...!!" teriaknya pada gadis itu,namun mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala karena tidak mengerti yang di katakan Raveena.Davin yang melihat kelakuan istrinya dari belakang hanya tertawa cekikikan saat mendengar celoteh Raveena."Sayang...,mereka tidak bisa berbahasa Indonesia,kita sedang di Paris sekarang" ucapnya dari arah belakang.


"Terserah!!" Raveena berjalan cepat mendahului Davin.


Davin tidak mengejar sang istri ,ia malah pergi ke sebuah minimarket untuk membeli makanan dan minuman.Raveena yang lelah karena berjalan agak cepat mendahului Davin berhenti pada suatu tempat ,ia membalikan tubuhnya namun Davin tidak mengejar nya,membuat ia semakin kesal.Ia duduk di sebuah kursi taman dengan seluruh kekesalannya."Mengejarku saja tidak,pasti dia sedang tebar pesona dengan gadis-gadis itu,menyebalkan sekali!.Lebih baik tidak usah jalan jalan begini,bukannya romantis malah menyebalkan begini!" gerutunya tanpa henti.Tak lama Davin datang membawakan Raveena sebuah roti dan air mineral ,namun Raveena tidak memperhatikan Davin sama sekali.


"Sayang...sudah jangan cemberut terus,ini aku bawakan roti dan air ,aku tahu kau pasti lapar dan haus." Davin meyerahkan roti dan air itu dari tangannya.


"Aku tidak lapar! kenapa kau kesini ? sudah puas tebar pesona dengan gadis-gadis itu?" Raveena membuang mukanya dari Davin


"Hahaha...sayang kau cemburu? aku tidak tebar pesona,tadi aku mampir ke minimarket untuk membeli ini sayang...mana mungkin aku tertarik dengan gadis-gadis itu,jelas mereka kalah cantik dengan mu istriku" elaknya."tapi...kau tadi tersenyum padanya"..


."Aku hanya membalas senyuman mereka,tidak lebih.Bagaimana mungkin aku bisa berpaling dari gadis secantik ini" Davin memegangi dagu Veena.Pelan-pelan Raveena menyunggingkan senyuman."Janji tidak akan begitu lagi?" katanya


"Eumm....aku janji sayang" Davin mengecup dahi Raveena.


"Sudah sore,kita pulang yuk" ajak Davin


"Kita ke minimarket sebentar ya..ada yang ingin aku beli"


"Siap istriku".Mereka berjalan beriringan menuju ke sebuah minimarket terdekat untuk membeli beberapa keperluan mereka.

__ADS_1


...****************...


Di Minimarket....


Raveena mulai memilih apa saja yang ia perlukan .Mereka berjalan menyusuri semua lorong minimarket.Davin berjalan di belakang Raveena sambil mendorong Troli.


"Sayang ..kau mau makan apa malam ini?" tanya raveena


"Aku makan apapun yang kau masak sayang" tegasnya


"Mmm...baiklah." Raveena memilih beberapa bahan makanan untuk di masaknya nanti.Setelah selesai Raveena membayar belanjaannya di kasir lalu pulang ke hotel.


15 menit mereka berjalan menuju hotel akhirnya sampai di kamarnya.Raveena yang sedikit kelelahan merobohkan tubuhnya ke sofa. Davin menaruh belanjaannya tadi di dapur."Sayang kau lelah ya?" kata Davin sambil memijat kaki istrinya."Tidak apa apa sayang,aku mau mandi dulu "sahut Raveena yang menuju kamar mandi.


"Biar aku yang masak ya, kau tunggu saja di kamar" ucap Davin


"Baiklah" sahutnya dari balik pintu kamar mandi.


Davin mulai memasak ,ia mencari resep di dalam ponselnya.Ia tampak sibuk dengan kegiatannya.


Tak lama Raveena sudah selesai mandi ,ia melihat sang suami yang masih sibuk di dapur, ia tersenyum tipis melihat sang suami yang tampak begitu serius.Tiba-tiba ia mendengar ponselnya berbunyi.


"Maaf nyonya mengganggu,saya berusaha menghubungi tuan muda ,tapi tidak di angkat terpaksa saya menelpon nyonya.Ada hal yang harus saya sampaikan nyonya, perusahaan mengalami penurunan nyonya karena ada perusahaan baru yang menyaingi kita,saya tidak bisa menanganinya ,tolong sampaikan kepada tuan muda nyonya."


"Baiklah Jody,kau tenang saja nanti aku sampaikan kepada suamiku ,kami akan segera kembali" sahut Raveena


"Baiklah nyonya, saya akan tutup telponya.Tut!" Jody menutup telponnya.


Raveena duduk di atas ranjangnya dengan tatapan kosong setelah mendengar kabar buruk dari Jody.Namun suara Davin membuyarkan lamunan Veena."Sayang...ayo keluar mari kita makan." panggil Davin


"I-iyaa sayang...sebentar lagi" Raveena bergegas keluar menuju Davin


"Wahh...kau masak apa sayang,tampaknya enak sekali" puji Raveena


"Siapa dulu yang masak" ucapnya bangga


"Iya iya.. suamiku yang memasak" Raveena mulai memakan masakan Davin.

__ADS_1


"Bagaimana sayang enak?"


"Sangat enak sayang,ini beneran kau yang memasak?"


"Memangnya siapa lagi" ucapnya pede


"Bagaimana kau bisa memasak?"


"Dulu..waktu aku masih kecil dan mamaku masih hidup ,ia sering mengajariku memasak,dari situ aku banyak belajar, tapi setelah ia meninggal aku jadi malas memasak karena itu akan mengingatkan ku pada mama.Kata mamaku, tugas laki laki tidak hanya mencari uang,tapi juga harus bisa mengerjakan pekerjaan perempuan."


Ucapan Davin membuat Raveena tersentuh,ternyata Davin bukan hanya Laki laki yang tampan,namun juga laki laki yang hebat karena di didik oleh orangtua yang hebat juga.


"Sayang..kenapa melamun?


"Ahh..tidak apa-apa sayang, mamamu pasti wanita yang hebat sekali" ucapnya terharu


"Sangat hebat...begitu pun dengan istriku yang sudah membuat hidupku berubah juga.Terimakasih sayang ,sudah hadir di hidupku menggantikan mama.Mama pasti tersenyum senang di sana"


Tak terasa air mata Veena menetes karena terharu dengan ucapan Davin.Spontan ia memeluk Davin dan menangis di pelukannya.


"Sayang .kenapa kau menangis? sudah ya...kasihan anak kita nanti dia juga menangis" Davin cemas dengan Raveena yang tidak berhenti menangis.


"Aku merasa sangat bersalah karena sudah meninggalkanmu waktu lalu,bagaimana bisa aku egois begitu.hiks hiks..."


"Sayang itu sudah berlalu,jangan di ungkit lagi ya,kita jalani hidup baru kita"


Raveena menganguk di pelukan Davin.


"Ayo makan lagi,biar bayi kita sehat"


"Tapi aku sudah kenyang.."


"Sedikit lagi sayang..biar aku suapi yaa..."


"Tidak mau..aku sudah kenyang.Nanti kalau aku mual bagaimana? "


"Iya iya...kau tidur saja sayang..aku mau mandi dulu"

__ADS_1


"Mmm..." Raveena berdiri dan berjalan menuju kamar....


__ADS_2