
Pagi pun tiba, Raveena melihat Davin yang masih tertidur lelap.Ia merasakan semua tubuhnya terasa sakit."Aahk...kenapa semua badanku sakit? apa yang terjadi semalam?" Veena berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi dengannya.
"Astaga!!...a--apa..akuu...semalam? melakukan hal itu? astaga...aku malu sekali" ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya,ia sangat malu dengan apa yang terjadi semalam.Ia mengingat sangat jelas betapa liarnya ia tadi malam....
"Aku harus mandi sekarang,aku harus tampil cantik mulai sekarang di depan suamiku" Raveena turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Davin mengintip kelakuan istrinya pagi pagi ,ia tersenyum tipis melihat sang istri yang berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Raveena masih melihat Davin terlelap.Karena tidak ingin mengganggu suaminya,Raveena turun untuk membuatkan Davin sarapan.
Saat sedang asyik memasak, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.Karena terkejut,Raveena sampai menjatuhkan gelas yang di bawanya.
"Sayang...kenapa sampai terkejut begitu? ini aku suamimu" protesnya
"Kau membuatku kaget saja" Veena berjongkok memungut serpihan gelas yang pecah.
"Sayang hati-hati nanti biar aku saja yang memungutnya.."
"Aawkkh...." Raveena merintih kesakitan karena tangannya tertancap serpihan gelas
"Raveena ,kau tidak apa-apa?" Davin memeriksa tangan istrinya.
"Sakit..."
"Sudah ku bilang hati hati,kau keras kepala sekali" Davin menghisap darah di tangan Raveena agar berhenti mengalir.
"tunggu sebentar biar aku ambilkan obat dulu." Davin berdiri mengambil obat.
Raveena melihat Davin yang sangat mencintainya,bahkan melihatnya terluka saja tidak rela.
"Mana tanganmu?"
"Biar aku saja,ini tidak seberapa"
"Tidak seberapa apanya?tanganmu berdarah sayang,kau bilang tidak seberapa??" Davin menarik paksa tangan istrinya.
"Jangan keras kepala Raveena ,aku tidak mau istriku kenapa-napa" dengan perlahan Davin mengoleskan obat dan membalut luka Veena agar tidak infeksi.
"Sudah,ini akan membaik"
"Terima kasih"
"Hanya itu? hanya itu yang terucap dari mulutmu?"
"Memangnya apalagi?"
"Disini" Davin menunjuk pipinya
"Apa?"
__ADS_1
"Cium..." ucapnya manja
"Aku mau menyelesaikan masakan ku dulu" Veena berdiri mengalihkan pembicaraan.
"Sayang...." rengek Davin
Raveena sama sekali tidak menghiraukan rengek Davin dan melanjutkan masakannya.
(Ada apa dengan istriku? pagi pagi begini sudah badmood,apa aku punya kesalahan?") batinnya dalam hati
Davin tidak mau menyerah,ia terus mendekati sang istri."Sayang,aku lapar" Davin menaruh kepalanya di pundak Veena
"Biarkan aku menyelesaikan masakan ku dulu,agar kau cepat makan.Kau bisa mandi dulu sana"
"Hmmm,baiklah" Davin pun menyerah dan berjalan menuju kamar mandi...
15 menit Davin di kamar mandi,akhirnya ia keluar dan langsung menuju meja makan.Tampak Raveena yang sudah menyiapkan beberapa makanan di atas meja.
"Sayang sudah selesai?"
"Sudah,ayo makan"sahut Raveena
Raveena langsung menyiapkan piring Davin dan menyendokkan nasi dan lauk untuk Davin.Mereka berdua makan dengan lahap.Saat Davin ingin menyuapi Veena,tak terduga Veena menolak suapan Davin ,itu membuat Davin sedikit kaget dengan sikap istrinya ,yang tidak seperti biasanya.Davin hanya terdiam melihat tangan yang baru saja Raveena tolak.
"Raveena ,kau baik-baik saja kan?" tanya Davin memastikan.
"Aku baik baik saja Davin? " sahutnya ..
"Apa Jody ikut?"
"Dia tidak ikut,dia akan mengurus perusahaan disini.Kau mau Jody ikut?" Davin menatap mata Veena
"Ti-idak suamiku, kasihan dia nanti jadi obat nyamuk,heheee" Raveena tertawa tipis...
...****************...
Pukul 13.10 siang,mereka berangkat ke bandara karena ia mendapatkan jadwal berangkat siang.Jody sudah menunggu mereka berdua di loby apartment.
"Selamat siang tuan, nyonya" Jody langsung mengambil alih koper dan tas yang di bawa Raveena
"Terima kasih Jody" mereka berdua masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang."Pukul berapa pesawatnya berangkat jody?" tanya Davin
"Pukul 14.00 tuan"
"Kau sudah urus semuanya kan?
"Sudah tuan,termasuk hotel sudah saya pesankan"
"Kerja bagus,aku percayakan semua kepadamu Jody,kau urus perusahaan dengan baik,kalau sampai ada kesalahan tamat riwayatmu Jody "
__ADS_1
"Baik tuan,akan saya kerjakan dengan baik,anda tenang saja"
Tibalah mereka di bandara.Tak lama pesawat mereka akhirnya berangkat menuju Paris.Raveena yang takut ketinggian merasa gugup dan hanya diam tanpa suara.
"Sayang,kenapa kau diam saja?apa kau sakit?" ucap Davin sambil memegangi tangan Veena
"Aku...aku takut ketinggian,aku mual" wajahnya pucat
"Tidak apa-apa,semua akan baik-baik saja.Kau bisa tidur agar tidak mual lagi yaa" Davin memeluk erat tubuh istrinya dan membenamkan wajah Veena ke dalam dadanya yang kekar.Tak berapa lama kemudian Veena tertidur dalam dekapan Davin .
16 jam perjalanan,Davin dan Raveena tiba di tempat tujuan.Davin menarik koper sambil menggandeng tangan istrinya karena Veena terlihat sangat pucat dan lemas."Sayang kau mau makan?"
"Tidak,aku mau istirahat saja,aku lelah" sahutnya
"Baiklah kita langsung ke hotel saja kalau begitu."
Raveena mengangguk dan mengikuti langkah suaminya itu.
30 menit kemudian mereka sampai ke hotel yang sudah di pesankan Jody.Mereka menaiki lift menuju kamar mereka...
Saat sampai di dalam kamar Raveena langsung berlari menuju toilet karena ia sangat mual.
Davin begitu khawatir dengan keadaan istrinya dan menyusul istrinya ke toilet."Sayang kau..."
BRAKK!!
Tiba-tiba Raveena menutup pintu dan menghalangi Davin untuk masuk.
"Sayang kau tidak apa-apa kan?kenapa di tutup? buka sayang " Davin menggedor-gedor pintu toilet.
"Aku..tidak apa-apa,kau istirahat saja ini sudah malam." suara Raveena dari dalam toilet
"Iya tapi buka dulu,aku mau melihat istriku"
"Aku bilang pergi!,aku baik baik saja" nada Raveena sedikit meninggi
Davin tidak bisa berbuat apa-apa,dia menuruti perkataan Raveena dan pergi meninggalkan toilet.
Ia duduk di sofa dan memesan beberapa makanan.
Raveena keluar dari toilet dengan wajah yang masih pucat. Davin sudah menyiapkan beberapa makanan yang ia pesan tadi "Sayang ,ayo makan" ajaknya
"Aku..tidak lapar,aku mau tidur saja" Raveena berjalan menuju tempat tidur sambil mengusap-usap perutnya.
"Aku sudah siapkan obat,kau bisa meminumnya terlebih dahulu" Davin menunjuk obat yang sudah ia siapkan untuk istrinya di atas meja
Raveena menoleh obat itu dan langsung meminumnya lalu tertidur lelap.
Davin melihat wajah istrinya yang terlihat sangat lelah hari ini.Ia menutup kembali makanan tadi dan mendekati Raveena lalu menyelimuti tubuhnya.Sebuah kecupan mendarat di dahi Veena ,walaupun Veena memejamkan mata tapi ia masih bisa merasakan kecupan Davin yang hangat.
__ADS_1
Davin yang belum mengantuk,memilih berdiri di beranda kamar sambil menatap indahnya kota Paris saat malam...