
Semua orang terlihat begitu bahagia tidak terkecuali Davin dan Raveena.Saat pesta kembang api usai semua orang bersalaman dengan pengantin.Semua orang memberi selamat,namun Angelica dan Reynold memilih meninggalkan acara tersebut.
Davin meninggalkan Veena sendiri,dan sibuk berbincang-bincang dengan rekan kerjanya.
Di tengah-tengah acara tiba-tiba Raveena ingin ke toilet."Nyonya, anda mau kemana?" Luna melihat Raveena yang berjalan menjauhi acara.
"Aku ingin ke toilet sebentar,perutku tiba-tiba sakit." ujarnya
"Ada apa? biar ku antar nyonya"
" Tidak usah, aku bisa sendiri " tolaknya.
Raveena pun pergi meninggalkan acara dan pergi ke belakang.
15 menit ia di toilet, akhirnya ia pun keluar.Saat akan berjalan menuju ruang utama , tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dari belakang . Ia berusaha memberontak namun tentu saja ia kalah, karena orang itu sangat kuat dan sepertinya itu laki laki yang sangat kekar.la juga tidak bisa melihat jelas siapa di belakang tubuhnya karena pria itu bertopeng.
"Mmmm....mmmmm......mmm" Raveena berusaha berteriak ,namun mulutnya di bekap dengan kain.
" Siapa kau bajingan!! lepaskan aku....tolong...Davin tolong..!!" batinnya.
Lama kelamaan ia mulai kehilangan kesadaran karena kain itu berisi obat tidur.Dan akhirnya ia pingsan di tangan Laki laki itu.
Dia menggendong Raveena dan membawanya masuk kedalam mobil tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Davin sendiri.Mobil itu melaju kencang dan membawa tubuh Raveena yang sudah lemah dan tidak sadarkan diri.
1 jam berlalu namun Raveena masih belum kembali dari toilet.Luna mulai gelisah karena takut ada apa-apa dengan majikannya."Kenapa nyonya lama sekali di toilet.Sebenarnya apa yang terjadi padanya." batinnya yang terlihat gelisah.
Davin menyadari Raveena tidak ada disana bersama Luna ,ia segera menghampiri Luna dan menanyakan keberadaan Raveena.
"Luna, Raveena dimana? "
"Eee ..anu tuan,nyonya....sedang di ...toilet." ucapnya terbata karena mengkhawatirkan Raveena yang belum juga kembali.
"Tapi kenapa wajahmu terlihat cemas?" imbuh Davin
__ADS_1
"Ituu....tuan ,sudah 1 jam nyonya belum juga kembali." terangnya
"Apa!?....cepat kau susul dia, aku takut dia kenapa-napa" perintah Davin
"Baik ,tuan" Luna menyusul Raveena ke toilet.
Semua pintu toilet ia ketuk namun tidak ada terdengar suara dari Raveena.Ia memanggil- manggil Raveena namun Raveena tidak menjawab.
Dengan tergesa-gesa Luna menghampiri Davin "Tuan.....nyonya..nyonya tidak ada di toilet, saya sudah mencarinya di seluruh ruangan tapi nyonya tetap tidak ada"
"Apa!! Dimana istriku !!" Davin sudah mulai panik.
Jody yang mendengar keributan ,mendekati Davin
"Ada apa tuan"
"Istriku hilang!! kerahkan semua anak buah untuk mencari istriku.Pasti ada yang tidak beres. cari dimana pun dia berada!!" Davin berusaha tenang
" Baik tuan ,dengan cepat Jody mengerahkan semua bodyguard Davin untuk mencari keberadaan Raveena.
"Kau dimana Raveena? siapa yang telah menjahatimu? jangan tinggalkan aku lagi..." Davin terduduk di sebuah kursi dengan pasrah.
...****************...
Reynold membawa masuk Raveena ke dalam apartemen nya.Ia menidurkan Raveena tepat di atas ranjang."Kau sangat cantik Raveena ,tapi sayang cintamu bukan untukku!!,Kalau aku tidak bisa memilikimu seutuhnya,tidak ada yang bisa memilikimu !!,sudah ku bilang jangan bermain-main denganku Raveena ,kau belum seutuhnya tahu siapa aku sebenarnya.Aku sangat membenci Davin ,karena dia , usaha yang aku rintis hancur lebur di buatnya !!" Rey mengelus-elus rambut Veena yang panjang.
"Malam ini...., kau harus menemaniku sayang" Rey mengecup dahi Raveena penuh hasrat.
"Tuan,nyonya Raveena di ketahui ada di apartemen Reynold,mari kita susul disana."
"Kurang ajar!!" Davin bergegas menuju ke apartemen Reynold.
Di tengah perjalan ia mendapati sebuah pesan video dari orang yang tidak dikenal.Video itu menampakkan Reynold yang sedang mencumbui Raveena.Karena kesal Davin membanting ponselnya.jody terkejut dan tidak berani melihat tuannya yang terlihat sangat marah dan seluruh wajahnya merah padam.
__ADS_1
"Akan ku bunuh kau Reynold!!" pekiknya...
Setelah 10 menit tertidur akhirnya Raveena tersadar.Ia mengerjap kan matanya lalu sadar dirinya berada di apartemen Reynold .
"Kau sudah bangun sayang? Suara Reynold dari arah samping ranjangnya.
"Reynold? kenapa aku bisa disini? "
"Aku harus pulang,Davin pasti mencariku" Raveena berusaha untuk bangun namun kedua tangannya sudah diikat oleh Reynold.
"Apa yang kau lakukan!! kenapa kau mengikatku ?!!"
"Aku tidak akan membiarkan Davin bahagia, biar dia tahu apa arti kehilangan.Kau tahu? aku sangat membenci Davin,karena dia , perusahaan yang aku rintis bangkrut seketika.Dan dia juga merebut wanita yang aku sukai!!"
"Tapi Rey ,aku tidak mencintai mu ,aku hanya menganggap kau sebagai teman,tidak lebih"
PLAKK!!
Sebuah tamparan keras mengenai pipi Raveena."Aakkhh...." rintihnya.
"Tapi aku meminta lebih dari sekedar teman.Dan sekarang kau akan menjadi pemuas nafsu ku !!"
"Tidak ! aku tidak mau! aku sudah bersuami ! "
"Tidak peduli kau bersuami atau belum, dendamku harus terbalasakan !! " Rey mendekati tubuh Veena
Veena yang sudah bergetar menggeserkan tubuhnya kebelakang.
"Tidakk!! aku tidak mau .....Davin tolong aku..."
"Berteriak lah semampu mu,tidak akan ada yang menolong mu sekarang ! bwahahha...."
"Ternyata kau kejam ,aku tidak menyangka"
__ADS_1
"Aku kejam karena kau sialan.Kau yang memaksaku berbuat nekad seperti ini,kalau saja kau menuruti ku ,kau akan bahagia bersamaku!!"
Reynold yang sudah membuka dasi dan ikat pinggangnya,akan melancarkan aksinya...