Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 36 :Raveena yang cantik


__ADS_3

Mereka sudah sampai di rumah, Davin membukakan mobil untuk istrinya dan berjalan beriringan masuk ke dalam...


"Kita pesan makanan online saja sayang" ucap Davin yang melonggarkan dasinya dan duduk di sofa.


"Biar aku pesankan suamiku" balas Raveena yang merogoh ponsel di dalam tasnya


"Aku mau mandi dulu" Davin berdiri dan melangkah ke kamar mandi.


Raveena menatap langkah suaminya yang membuatnya terkagum-kagum.Bahkan langkahnya saja bisa membuat jantung Veena berdegup kencang.


15 menit kemudian,Davin yang sudah selesai, keluar dari kamar mandi.Ia hanya menggunakan handuk yang bergelantungan di lehernya, dadanya yang telanjang dengan hanya menggunakan bokser pendek yang menutupi bagian bawahnya saja.Rambut Davin yang basah menambah ketampanannya 90 derajat.


Sontak Raveena kaget dengan apa yang dilihat di depannya ,pemandangan yang sangat indah bahkan Raveena tidak mampu menelan salivanya saking kagumnya dengan suaminya.


"Bagaimana mungkin laki laki sesempurna itu bisa menyukai kentang sepertiku? apa matanya sudah buta?...padahal di luar sana masih banyak yang lebih baik,bagaimana bisa ia memilihku bahkan memilih tidak mencari pengganti ku? memang laki laki sempurna ,aku sangat beruntung memilikinya,aku mencintaimu suamiku sayang" gumamnya dalam hati


Davin mengibaskan rambutnya yang basah dan melihat dirinya dalam cermin, ia melihat sang istri yang menatapnya dari ranjang dengan penuh kekaguman bahkan air liurnya hampir saja tumpah saking kagumnya.


"Tutup mulutmu sayang,liurmu hampir saja menetes" Davin menahan ketawanya melihat istrinya yang gelagapan karena kaget dengan ucapan Davin.Pipinya memancarkan rona kemerahan karena menahan malu pada suaminya.


Ding dong ding dong !!


Suara bel dari luar membuat suasana menjadi lebih baik.Raveena segera menghampiri pesanan yang ia pesan tadi .Namun bukannya pergi ke arah pintu,ia malah berjalan mendekati kamar mandi.


"Sayang ..pintunya di sebelah sana" Davin menunjukan arah pintu dan tidak dapat menahan tawanya dengan kelakuan istrinya yang gugup.


Raveena berjalan cepat karena untuk kedua kalinya ia merasakan malu pada suaminya.


Raveena membawa makanannya ke meja makan dan menyantapnya bersama dengan Davin.


"Kenapa sedikit sekali makannya sayang?" Davin menatap Veena yang menyudahi makannya dan berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


"Aku sudah kenyang ,kau makan saja aku mau mandi dulu " ucapnya menjauhi Davin .


...****************...


Davin berdiri di balkon kamarnya menunggu Raveena yang belum selesai mandi.Ia menatap langit yang sedikit berawan,tampak bintang bintang yang mulai redup di tutup oleh awan.


Raveena yang sudah selesai mandi melihat suaminya sedang melamun di atas balkon."Sayang..kenapa tidak tidur? jangan berdiri disana malam malam begini nanti masuk angin ." ucapnya memperingati Davin ,namun Davin hanya tersenyum manis kepadanya." Anginnya sejuk sekali sayang,aku suka"


"Nanti masuk angin Bagaiamana? bukankah besok kita mau ke Paris?" Veena menyentuh tangan Davin


Davin malah memeluk pinggang nya erat dan bersandar di bahunya." Kau cantik sekali malam ini sayangku" suara Davin yang lembut membuat panas dingin tubuh Veena.


"Kau wangi sekali" Davin mengendus-endus leher Veena


"Davin hentikan,nanti dilihat orang aku malu"


"Biarkan saja,kan kita pasangan suami-istri,sudah wajar kalau kita romantis" elaknya


"Iyaa...sangat indah ,tapi tidak lebih indah daripada istriku" Davin menatap tajam mata raveena


Sekali lagi pipi Veena memerah karena tersipu malu.


Davin memegangi wajah Raveena dan ...


Cup !


Satu kecupan mesra mendarat di dahinya.


"Aku sangat mencintaimu istriku, jangan tinggalkan aku lagi,aku tidak bisa tanpamu.Aku bisa mati"


"Akulah yang mati tanpamu sayang,Aku juga"

__ADS_1


"Juga apa?"


"Sangat sangat mencintaimu suamiku.Terima kasih sudah menerima semua kekurangan ku sayang"


"Aku juga berterima kasih padamu,sudah menjadi wanitaku"


Davin mengecup bibir seksi Raveena sangat lama dan bermain dengan lidah Raveena .Mereka berdua sangat menikmati permainannya malam itu.


Karena angin yang tiba-tiba datang sangat kencang ,mereka menghentikan kegiatannya dan masuk kedalam kamar.Davin yang menggendong Raveena meletakkan dengan lembut istrinya ke atas ranjang ,lalu menindihnya.


Dia beranjak sejenak untuk menutup pintu beranda dan kembali kepada Raveena.Davin menumpukan tangan di sisi kiri dan kana Raveena dan merapikan rambut Raveena yang berantakan di sebabkan angin tadi.


"Kau sangat cantik Raveena ,pantas saja semua orang tergila-gila padamu.Termasuk aku" Davin tertawa kecil


"Aku hanya wanita biasa Davin,aku juga punya kekurangan "


"Tidak...Tidak ada celah sedikitpun bagiku sayang,kau..makhluk Tuhan yang paling sempurna" Davin menempelkan hidungnya ke hidung istrinya dan menjejaki bibir Raveena yang mungil.Kali ini Raveena memimpin permainan dengan sangat liar.Davin tersenyum tipis melihat sang istri yang begitu liar.


Tangan Veena merambat jauh hingga dada kekar Davin.Tidak ada penolakan dari Davin, dengan lancang Raveena membuka satu persatu kancing baju Davin. Davin hanya tersenyum melihat keberanian istrinya.Davin memanjangkan tangannya dan mematikan lampu sehingga kamar itu menjadi remang remang.


Satu,dua hingga semua kancing baju Davin terlepas.Davin hanya tersenyum puas sebelum akhirnya ia melepaskan celananya dan menurunkan pakaian Raveena.Tidak bisa di jelaskan lagi apa yang akan mereka lakukan selanjutnya...


"Izinkan aku melakukannya lagi sayang?"


Tidak ada jawaban dari Raveena ,ia hanya mengangguk pelan.


"Kau suamiku,kenapa harus meminta izin lagi,aku milikmu"


Tanpa ragu Davin memulai permainannya dengan baik,lebih baik dari sebelumnya.


Karena lelah mereka akhirnya tertidur saling berhadapan dan saling berpelukan....

__ADS_1


__ADS_2