Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 8 : PERSETUJUAN


__ADS_3

Setelah selesai berbincang bincang,Rey dan Veena pulang karena sudah menjelang sore.Entah kenapa Veena merasa sangat bahagia hari ini walaupun banyak beban yang ia pikul,namun setelah mengenal Reynold,ia merasa sedikit bebannya berkurang ,atau mungkin Veena sudah mulai jatuh cinta terhadap Reynold?


"Terima kasih Rey, sudah mengantarkan aku pulang dan terima kasih karena kamu sudah mau mendengarkan curahan hatiku.Rasanya bebanku sedikit berkurang ,hihi" Vena menyunggingkan senyuman mautnya yang membuat Reynold selalu berdebar.


"Iyaa sama sama Veen,lain kali gk usah sungkan klo ada masalah, kamu curhat ke aku aja ya,ohh iya boleh aku minta no handphone kamu Veen?" Rey mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


"Tentu,085xxxxxx."


"Thanks Veen ,kapan kapan kita telponan ok? "


"Iya Rey,kamu hati hati ya,byee"


"Ok ,byee" Reynold melambikan tangannya.


Veena melempar tas nya ke ranjang ,melepas sepatunya kasar dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Dia tidak makan hari ini ,karena tadi Reynold sudah mentraktirnya makan di sebuah warung makan.Ia memikirkan kembali tawaran Davin,menurutnya mungkin Davin ada benarnya .Lebih baik dia memilih menikah dengan Davin toh juga tidak akan lama hanya satu tahun,dan pasti pria itu tidak akan begitu peduli padanya karena ini hanya kawin kontrak.Dia tidak akan membiarkan dirinya jatuh cinta dengan Davin ,"pria angkuh dan sombong begitu,tidak mungkin aku akan mencintainya "gumamnya. Daripada ia harus menikah dengan tua Bangka itu,membayangkannya saja ia sudah jijik,apalagi sampai menjadi istrinya.? NO WAY !!


Davin sudah pulang ke mansionnya.Ia merasa sangat lelah hari ini.Entah kenapa ia merasa tubuhnya agak kurang fit akhir akhir ini,mungkin karena stres memikirkan pekerjaan dan juga kekasihnya.Entahlah...


Davin masuk kedalam mansion ,mendapati beberapa pelayan sudah menunggunya."Selamat malam tuan" sambut si pelayan.


"Eeemm" sahut Davin dingin.


salah satu pelayan membukakan sepatunya.Davin menaiki tangga menuju kamarnya dan merebahkan dirinya di ranjang putihnya.Ia memeriksa ponsel ,berharap Angel menghubunginya,karena sudah seminggu Angel tidak menghubungi davin.


Namun tiba tiba , suara ponsel berbunyi...


Ting !!


Davin langsung membuka ponselnya berharap itu Angel,tapi ternyata...


Gadis Sialan :"Besok bisa kita bicara?"


Davin :"Aku sibuk ! apa yang ingin kau katakan? katakan disini saja sekarang !! "


"Tidakk !! ,besok saja, kita bertemu di cafe xx pukul 19.00 malam.Mau tidak mau kau harus datang." Pesan Veena mengancam.


Mereka berdua sama terlelap di tempat tidur mereka masing masing .


Davin yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya,keluar menuju halaman rumahnya ,ia tidak sempat untuk sarapan karena ia terburu buru untuk ke kantor hari ini ,karena ada sedikit masalah di kantornya...


" Aku tidak sarapan hari ini ,aku akan makan di kantor ,kalian jaga rumah ini dengan baik kalo ada orang asing jangan di biarkan masuk ,mengerti!!?" perintahnya ...


"Baik tuan ,kami mengerti" sahut semua pelayan.


Davin masuk ke mobilnya dan mobilnya pun melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor nya.


Veena yang sudah bisa kerja hari ini berangkat menuju tempat kerjanya ,namun sebelum kerja ,ia menyempatkan dirinya untuk menjenguk ibunya di rumah sakit.


Di rumah sakit...

__ADS_1


"Ibuu,apa kabar? ,ini Veena Buu,aku datang menjenguk ibu.Ibu harus cepat sembuh yaa,biar kita bisa kumpul lagi dan bisa bercanda lagi seperti dulu."Veena menciumi punggung tangan ibunya.


"Ibuu,aku janji akan segera melunasi biaya operasi ibu,dan ibu bisa sembuh,ibu harus janji sama Veena ,kalo ibu bisa sembuh,yaa?" Tak terasa air mata veena jatuh ,karena ia merasa sangat sedih melihat ibunya yang terbaring koma.


Setelah hampir setengah jam ia menemani ibunya kini ia kembali untuk bekerja.Ia menaiki taxi untuk berangkat ke tempat kerjanya.


Davin yang duduk di kursi kerjanya ,mengepal tangan erat.Ia kehilangan kesabarannya hari ini karena sebagian file file perusahaan hilang tanpa sebab,kemungkinan file file tersebut di curi oleh orang,melalui orang dalam.


"Jodyyy~"teriaknya lantang.


"Iyaa ,tuan " tiba tiba Jody sudah berada di ruangan Davin .


"Cepat kau cari ,siapa orang di balik ini semua,cari sampai tuntas dan keakar -akarnya."perintah Davin yang geram.


...***************...


Jam sudah menunjukan pukul 18.30,Veena bergegas untuk bertemu Davin di cafe yang sudah ia sepakati dengan Davin.Ia izin pulang lebih dulu dengan alasan tidak enak badan.


Ia menaiki taxi agar cepat sampai ke tempat tujuan,takutnya Davin sudah menunggu duluan dan Ia marah karena lama menunggu.


Dia pun sudah sampai di cafe xx tujuannya,ia membayar taxi dan kemudian masuk ke dalam cafe tersebut.Ia bingung mencari cari ke beradaan Davin ,namun tidak nampak mata dan hidungnya.


Di satu sisi....


"Beraninya kau berkhianat denganku Clara!! " bentak Davin .


"Kau bahkan sudah tahu siapa aku kan?!,aku tidak segan-segan membun*h mu hanya dengan tanganku !!" ucapnya sadis.


FLASHBACK ON,


Clara yang sedang menuju mobilnya dan akan segera pulang.Tiba tiba ada yang menarik ny dari belakang dan membawanya ke lorong sepi.


Tujuh pria berbadan besar dengan penuh otot-otot tangan mencengkram nya dengan kuat.


"Cepat katakan,dimana file file penting perusaahan Davin? ucap seorang bodyguard.


"A-aakuu ttidaak, tau tuan"jelas Clara lirih dan ketakutan.


"Tidak mungkin kau tidak tau,bahkan kau menjadi kaki tangan Atmajaya,bagaimana mungkin kau tidak mengetahuinya,hah !! bentaknya penuh amarah.


"Dengar,"pria itu mengangkat dagu Clara dengan kasar."kau bawakan aku beberapa file dan berkas penting perusahaan itu ,atau dirimu dan keluargamu mati sia sia di tanganku" ancaman pria itu.


Baa-ik,tuan saya akan berusaha". sahut Clara gemetar.


"Bagus,ini uang bayaranmu ,kalau sampai kau tidak berhasil, habis kau beserta keluargamu di tanganku"ancam pria berwajah seram itu sambil melangkah pergi... meninggalkan Clara di lorong sepi sebelah kantornya itu.


FLASHBACK OFF.


"Ma-aafkan saya tuan,saya di ancam ,bukan hanya aku tapi juga keluargaku ada disana."Suaranya ketakutan.

__ADS_1


"Seharusnya kau bilang padaku ,biar aku yang mengatasinya.Hanya demi uang yang tidak seberapa kau berhianat pada kantor dan juga tuan Davin " bentak Jody memarahi Clara."Dasar wanita sialan!!"


PLAKKK!!


Tamparan keras terdengar begitu nyaring.Clara yang meringis kesakitan sambil memegangi pipinya yang kemerahan akibat tamparan keras jody.


"Ahhkk, s-sakit tuan" rintih clara.


"aaahhhhkk !,saaakit tuan,saya mohon ampun,saya janji tidak akan mengulanginya lagi,ampuni saya tuan ,tolong ". Clara memegangi rambutnya yang di Jambak oleh Jody.Ia terus merintih kesakitan,dan tak berhenti untuk memohon ampun.


Davin hanya diam tanpa suara melihat aksi Jody yang menyeret Clara tanpa ampun masuk ke dalam mobil polisi.


Davin kemudian membalikan tubuhnya menghampiri lima pria yang berotot dan berwajah sangar.Wajah mereka nampak pucat pasi mengingat yang sedang berdiri di depan mereka adalah DAVIN ATMAJAYA SIREGAR ,yang di kenal sebagai bos mafia terkejam di kota ini,yang tidak ada rasa ampun dan toleransi sedikitpun.


Davin mengangkat kerah salah satu dari mereka."Katakan ! siapa yang membayarmu untuk mencuri berkas berkas rahasia di kantorku?"


"Katakan!!" bentak Davin.


"maaf tuan,maafkan saya,beri saya ampun,saya janji saya tidak,.." belum ia menyelesaikan katanya,sebuah pistol sudah ada di dahinya.


"Cepat kau katakan,atau timah panas ini menancap di dahi kalian semua,KATAKAN !!" bentak Davin menggelegar.


Tidak ada satupun dari mereka yang berani berkata,mereka hanya diam membisu.


"Ohhh,jadi ini yang kalian cari" Davin memainkan pistolnya dan...


Ceklek !! Dor ! Dor ! Dor !!


Davin menemb*ki mereka semua hingga mereka tersungkur ke tanah.Darah bercucuran dimana mana.


"Sudah ku bilang bukan, jangan main main dengan ku ,DAVIN ATMAJAYA!!"


Ucapnya sombong ,tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Urus pemakaman mereka semua,dan berikan uang kompensasi untuk keluarganya." Davin berjalan ke arah mobil dengan pakaian penuh darah.


Sekilas ia melihat jam di tangannya menunjukan sudah pukul 18.40. Ia bergegas untuk datang ke cafe yang sudah di sepakati bersama Raveena.


Ia menyetir mobil sendiri karena Jody masih sibuk mengurus penghianat tadi.


DI CAFE...


"Dimana sih pria angkuh itu,katanya sudah di cafe tapi sedikitpun tidak terlihat batang hidungnya" Batinnya dalam hati.


Tak ! tak ! tak! Terdengar suara sepatu dari arah pintu menuju tempat duduknya.


Vina melihat Davin sudah duduk di sebelahnya.


"Cepat ! apa yang kau ingin bicarakan ?" pertanyaan Davin membuat Veena kaget.

__ADS_1


Sekilas menatap wajah tampan Davin yang terlihat begitu sempurna karena keringat di dahi Davin menambah kesan cool pada dirinya,yang membuat Vena menelan air liurnya. Ia menatap sudut bibir seksi Davin yang sedikit memar dan ada bercak darah di baju davin.Dia sedikit kaget dengan apa yang di lihatnya,mengingat Davin yang ia ketahui adalah seorang mafia.


"Apa yang baru saja ia lakukan? kenapa bibirnya memar dan ada noda darah di bajunya?Apa dia habis menghabisi orang? atau...?


__ADS_2