
Suatu pagi yang indah dan cerah,sang mentari yang mulai muncul menampakan sinarnya,membuat Veena pelan pelan terbangun dari tidur lelapnya.
Ia bangun sambil mengerjap ngerjapkan matanya dan menyusuri setiap ruangan.
Setelah kesadarannya terkumpul,ia begitu kaget setelah mendapati dirinya yang berada di kamar Davin .
Ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi,namun akhirnya ia sadar kalau semalam ia dan Davin berada di danau dan pakaian mereka basah kuyup.
Ia terlonjak kaget melihat tubuhnya yang tidak memakai dalaman apapun.Ia hanya mengenakan kemeja Davin yang hanya menutupi setengah pahanya saja...
"Tidak ! ini tidak mungkin kan?! tidak mungkin Davin melakukan itu semalam,mungkin dia tidur di kamarku? iyaa....dia pasti tidur di kamarku" Veena berusaha meyakinkan dirinya agar tidak panik.
Tok tok tok !!
"Permisi nona, tuan menyuruhku untuk membawakan sarapan ke kamar anda" suara Luna dari luar kamar.
"Masuk saja Luna , pintunya tidak terkunci" sahut veena.
"Baik nona" Luna pun masuk dengan semangkok bubur yang di buat khusus oleh Davin untuk Veena.
"Selamat datang kembali nona,lama kita tidak bertemu"
"Terimakasih Luna" Veena menyantap dengan nikmat bubur buatan Davin .
"Eemmm,ini enak sekali,kau yang membuatnya Luna? " Veena memakan bubur itu lahap.
"Bukan nona, tuan Davin tadi membuatnya untuk anda"
"Oohhh .....( Ternyata pintar juga ia memasak, memang lelaki idaman para wanita sihh,hihii)" batinnya
"Nona? kenapa anda senyum senyum?" Luna membuyarkan lamunan Veena
"Aahh...itu ..tadi aku mengingat sesuatu yang lucu hehe..."
"Saya permisi ke luar dulu nona,ada hal yang harus selesaikan di bawah,permisi nona " Luna bergerak keluar dari kamar Veena.
" Eeeem...Lunaaa...? " panggil Veena
"Iya nona ,ada apa?"
"Semalam ...siapa yang mengganti bajuku"
"Saya nona, tuan menyuruh saya mengganti pakaian nona karena sudah basah ,dan memakaikan kemeja tuan karena tidak ada pakaian nona disini" terang Luna
"Huuhhh....syukurlah "
"Memang kenapa nona?"
"T--tiidakk,tidak apa-apa,kau bisa keluar sekarang"
"Baiklah nona"
Di Rumah sakit....
"Ini semua pasti gara-gara gadis brengsek itu ! sampai Davin tega membatalkan pernikahannya sendiri dan rela menanggung malu di depan semua rekan bisnisnya.Aku tidak akan membiarkan wanita bajingan itu hidup tenang bersama Davin ,ia harus menanggung semua rasa malu ku kemarin .Aargghh....."
prangkk!!
Angelica melempar sebuah nampan yang berisi makanan ke lantai.Semua perawat panik di buatnya dan dengan segera menenangkan Angelica.
"Nona tenanglah,jangan mengamuk seperti ini nanti kondisi anda semakin lemah"
"Pernikahanku hancur begitu saja! ,kau masih bisa bilang tenang?!! apa kau tau seberapa hancurnya aku saat merasakan malu yang luar biasa karena mempelai pria ku kabur?"teriak Angelica
"Saya mengerti nona,tapi ini rumah sakit,anda bisa mengganggu pasien yang lain"
__ADS_1
"Aaarrgghhh....."
Crang!
Semua barang di lemparkan Angelica ke lantai hingga semua menjadi hancur dan menyebabkan keributan di rumah sakit.
Seorang dokter masuk dan memberi Angelica suntikan penenang ,hingga akhirnya Angelica tenang dan tertidur.
...****************...
Di kantor Davin ....
"Permisi tuan "
"Ada apa Jody "
"Ada laporan dari rumah sakit ,nona Angelica mengamuk tuan"
"Lalu?" sahut Davin
"Tapi sekarang sudah tenang tuan,karena dokter memberi obat penenang tadi tuan."
" Aku pulang sore hari ini ,nanti kita akan menjenguk Angelica bersama Raveena "
"Baik tuan,...saya permisi"
Sore hari...
Veena yang duduk di balkon kamar Davin, melihat ponselnya yang sudah berisi beberapa panggilan dan pesan dari Reynold.
"Dia pasti mengkhawatirkan aku "
"*Aku baik baik saja Rey ,kau tidak usah khawatir"
"Kau dimana sekarang?,ku cari di apartemen tidak ada"
"Kenapa kau bisa disana? apa Davin menculikmu?"
"Tidak Rey ,aku baik baik saja*"
Saat Veena melihat sebuah mobil masuk kehalaman mansionnya,dengan segera ia bangun dan berlari ke luar sambil menyembunyikan ponselnya agar tidak ketahuan oleh Davin .
Jody membukakan pintu Davin."Silahkan tuan"
"Sayang ,kau tidak menyambut ku?" Davin melirik Veena yang berdiri agak jauh dari Davin
"Nona,sana datangi Tuan muda dan sambut dia " bisik Luna pada Veena
"Hah..harus a--aaku yaah?"
"Iyaa nona ,nanti tuan marah besar"
Veena akhirnya menghampiri Davin dan menyambutnya.
"Hai..sayang, kenapa sudah pulang" Veena memegangi tangan Davin
"Disini.." Davin menunjuk pipinya memberi isyarat agar Veena menciumnya
"Apa maksud anda tuan?"
(Tidak mungkin kan Davin menyuruhku menciumnya di depan semua orang?" ) batin Veena
"Cium aku disini setiap aku pergi dan pulang dari bekerja atau dari manapun " tegas Davin
"Haha,kau bercanda kan tuan ?"
__ADS_1
"Aku serius Raveena !" wajah Davin tidak suka
"Maafkan aku tuan"
"Dan jangan panggil aku dengan sebutan tuan,aku bukan majikanmu!"
"Lalu aku harus menyebutmu aap..a?"
"Sayang ,atau suamiku ! ,kau paham?"
"Paham sayang"
Cup!
Davin mengecup dahi istrinya dengan penuh kasih sayang dan berjalan menuju kamarnya...
" Ohh ya Veena ,hari ini aku mau mengajakmu menjenguk Angelica di rumah sakit ,kau tidak keberatan kan?"
(Hehh...dia saja menyebut nama kenapa aku harus memanggilnya sayang atau suamiku? dasar licik!" gumam veena dalam hatinya...
"Sayang?"
"Eehh...,iya sayang aku setuju" Veena memberikan senyuman terbaiknya untuk Davin
"Aku mau mandi dulu dan kau cepat siap- siap sana"
"Baiklah..."
Rumah sakit.....
Semua orang begitu takjub melihat kedatangan pemuda tampan yang begitu mempesona ,tidak ada yang tidak melihat kedatangan Davin malam itu...
"(Heii !! apa yang kalian lihat! dia miliku ! .Heii kau! ibu dokter ,urus saja pasienmu,jangan melirik suamiku terus.Kalian tuli atau bagaimana sihh!") Veena sangat kesal dengan tatapan semua wanita kepada suaminya...
Ceklek !
Davin membuka pintu kamar Angelica dan mendapati Angelica yang terbaring
"Sayang...." teriak Angelica yang kegirangan.
(" Heiii .... apa lagi ini !!?,bangga sekali dia menyebut suamiku sayang? andai saja tidak ada Davin disini ,bisa bisa ku remas sampai hancur bibirmu itu!! ") umpat Veena pada Angelica.
"Kau sudah baikan Ika?"
("Wahhh,ternyata itu panggilan Davin untuk Angelica? manis sekali .Lalu bagaimana dengan panggilanku yaa? Ravee? Inna?? atau ....? ."Heii gadis bodoh...,gadis jelek..seleramu buruk sekali..." huhhh.... iya aku tau aku jelek,hanya seleramu saja yang bagus." ) Veena mengingat panggilan suaminya dulu.
"Aku sudah baikan Viin."
"Ini ...aku membawa buah untuk mu,kau harus makan " perhatian Davin pada Angelica dan memperhatikan Raveena
Saat Angelica ingin menyentuh tangan Davin, dengan cepat Raveena memegangi tangan Davin agar Angelica tidak menyentuhnya duluan.
Set!
"Sayang .. aku mau ke toilet ..."Angelica meminta agar Davin mengantarkan ke toilet.
"Aku saja yang mengantar" ucap Veena tiba-tiba yang membuat Davin dan Angelica kaget
"Raveena benar,tidak baik kan laki laki dan perempuan berduaan di dalam satu ruangan yang sempit?"
"Tapi..."
"Davin benar,bagaimana kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan?" Veena menegaskan kata "sesuatu".
"Ayo ,mari ku antar ." Veena memapah tubuh Angelica dan menuntunnya ke kamar toilet.
__ADS_1
Setelah 10 menit Angelica keluar dari dalam toilet dan hendak mencuci tanganya.
"Apa yang kau masukan dalam otak Davin sehingga ia membatalkan pernikahannya dan rela berkorban harga diri nya hah!!" bentak Angelica