
Raveena yang terbangun,melihat di sekelilingnya suaminya tidak ada.Ia mendapati Davin tengah berdiri di beranda kamar dengan secangkir anggur merah di tangannya.Ia turun dari ranjangnya dan menyusul suaminya.
"Kenapa belum tidur? ini kan sudah malam.Kau baik baik saja kan?" Raveena memegangi tangan suaminya
"Aku tidak apa-apa,anginnya sejuk sekali ,aku suka" Davin merangkul pundak istrinya
"Masuklah,nanti kau sakit"Veena melepaskan tangan Davin dan ingin meninggalkannya,namun tiba-tiba Davin menarik tangannya." Bagaimana kalau aku tidak mau?" saat mengatakan ini,Davin sudah memeluk istrinya dari belakang.
"Hujan akan turun,nanti kau kedinginan bagaimana?" Veena berbalik menghadap suaminya.Ia tak habis pikir dengan suaminya,Bagaimana bisa Davin tidak kedinginan yang hanya menggunakan pakaian tipis berdiri disana.
"Aku tidak apa apa sayang,kau tidur saja duluan" bantah nya
"Ku mohon jangan membantahku,aku tidak mau suamiku kenapa-napa" Raveena menarik tangan suaminya agar masuk kedalam.Davin membiarkan tangan mungil istrinya menarik tangannya dan tersenyum tipis.Ia sekali lagi memeluk istrinya dari belakang."Apa aku melukaimu semalam? apa aku sangat lemah? apa aku terlalu kasar? atau terlalu cepat? istriku mengabaikan ku berkali kali ...Aku pasti tidak pandai melakukannya.Kau sangat cuek padaku hari ini,aku tidak bisa tidur karena memikirkan hal ini ..Setiap waktu aku selalu merindukanmu,tapi sepertinya kau tidak...Maafkan aku sayang ,aku sangat lemah..."
Deg!
"Yaa ampun...apakah ini yang dipikirkan laki laki sempurna seperti dirinya? bagaimana bisa ia berpikir begitu? justru aku sangat malu dengan semua kekuranganku,tapi dia? malah berpikir sebaliknya? Astaga..."
Jantung Raveena berdebar sangat kencang karena ucapan Davin.Suaranya begitu lirih namun membuat Veena candu.
"Bagaimana anda bisa berkata seperti itu sayang,anda sangat sempurna di mataku,tidak ada celah sedikitpun,Bagaimana bisa anda berpikir seperti itu.Untuk hal yang tadi,aku minta maaf,aku sebenarnya sangat gugup bila di dekatmu,aku malu dengan kejadian semalam...aku tidak pede di depanmu,maafkan aku suamiku dan entah kenapa belakangan ini aku mudah lelah dan juga mudah marah,aku juga mual.Mungkin tekanan darahku lagi naik ,makanya aku mudah lelah." ucap raveena yang menundukkan kepalanya
"Kenapa kau malu padaku?Aku menyukai caramu,aku menyukai semua yang ada pada dirimu,jangan berpikir begitu lagi.Besok kita periksa saja oke? dan jangan tidak peduli lagi padaku,itu menyakitiku..." ucap Davin yang begitu tenang seperti sebuah es yang mencair.
Raveena mengangguk manja di dada suaminya.
"Ini sudah malam,kita tidur saja ya biar kau cepat sembuh" Davin mengelus lembut rambut Veena
" Tapi....kau belum mandi" kata Raveena yang mendongakkan wajahnya
"Haha iya,kau benar sayang,kalau begitu aku mandi dulu ya,kau tidur saja duluan,nanti aku menyusul "
"eumm" Veena mengangguk dan menarik selimut ke tubuhnya.Sebagian tubuhnya sudah di tutupi oleh selimut dan ia mulai memejamkan mata.Davin dengan segera bergegas ke kamar mandi.
10 menit berlalu ,Davin sudah selesai mandi.Ia mendapati istrinya yang sudah terlelap,ia mengecup rambut Veena dan menarik selimut sembari memeluk erat istrinya Tidak ada permainan malam ini.Karena Davin kasihan melihat Raveena yang tidak enak badan.Dan ia juga sedikit kelelahan hari ini....
__ADS_1
...****************...
Sang mentari bersinar cerah pagi ini,cahayanya memaksa masuk melalui celah-celah kamar yang membuat Raveena membuka matanya.Ia melihat hari sudah pagi,dan berniat untuk bangun menyiapkan sarapan untuk suaminya.Namun tiba-tiba saja perutnya bergejolak dan ingin muntah.Dengan cepat ia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya walaupun tidak keluar apa-apa.
"Huekk,huekk!!"
"Hueekk!!"
"Huekk!!"
Suara air terus saja terdengar dari arah kamar mandi membuat Davin terbangun dan mendengarkan istrinya yang sedang mual.Ia bangun dari tidurnya dan menyusul sang istri."Sayang ,kau tidak apa-apa?"Suara Davin yang khawatir
"Perutku sangat mual,kepalaku pusing"
"Kita periksa sekarang ya," Davin menepuk-nepuk punggung Veena
Namun veena terus saja menolak dan berkata dirinya baik-baik saja.
"Aku tidak apa-apa,sebentar lagi juga akan mendingan"
"Aku bilang tidak apa-apa,jangan berlebihan begitu" Veena berjalan menuju sofa sementara Davin hanya terdiam menatap istrinya.
"Kau mau apa? akan aku buatkan" Davin menyusul istrinya duduk di sofa.
"Aku tidak ingin apa-apa,aku hanya ingin air" ucapnya sambil memegangi perutnya
"Biar ku ambilkan"
"Sepertinya sudah 2 Minggu ini aku belum menstruasi,apa jangan-jangan aku....? Ahh rasanya tidak mungkin,berhubungan saja baru 3 kali,mana mungkin bisa hamil secepat itu?" gumam Veena dalam hatinya...
"Ini sayang " Davin menyerahkan segelas air untuk Raveena
"Aku mau istirahat dulu sayang" Veena berdiri dan berjalan menuju ranjang
Dengan sigap Davin menuntun langkah istrinya dan membaringkannya di ranjang ,lalu menarik selimut untuk istrinya.
__ADS_1
Tak berselang lama akhirnya Raveena terlelap.Davin memilih untuk memasak untuk istrinya nanti saat sudah bangun.
Jam sudah menunjukan pukul 11.30 siang,Raveena berlari menuju toilet karena rasa mual kembali mendatanginya.Namun hal ini tidak di ketahui oleh Davin karena Davin berada di sofa luar kamar sedang mengerjakan beberapa pekerjaannya.
Raveena berinisiatif untuk mengecek apakah ia hamil atau hanya masuk angin biasa.15 menit ia menunggu ,akhirnya hasilnya sudah terlihat.
Saat melihat hasil testpack,ia begitu terkejut karena menunjukan dua garis merah yang menandakan bahwa dirinya benar-benar hamil saat ini.Perasaanya bercampur aduk Antara senang dan sedih.Ia meneteskan air mata di dalam toilet.
Ia ingin memberi kabar baik ini kepada suaminya,ia mencari Davin ke seluruh ruangan ,dan mendapati suaminya yang sedang sibuk bekerja.
"Sayang kau sudah bangun? apa kau masih sakit? " ucapnya khawatir
"Aku sudah mendingan,aku mau memberikan sesuatu "
"Apa sayang?" sahutnya penasaran
" Tutup matamu"
Davin menuruti permintaan Veena dan menutup matanya dengan kedua tangannya.Veena mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya dan menaruhnya di laptop Davin
"Buka sayang" perintahnya
"Mana hadiah...." Davin melihat alat tes kehamilan di atas laptopnya. "apa ini sayang?" Davin mengambil alat itu dan bola matanya membesar saat melihat dua garis merah di dalam testpack itu."Kau..kau hamil sayang?" ucapnya yang terbata karena sangat senang
"Iya..aku hamil,kau akan jadi ayah" air mata raveena menetes tanpa henti saat mengatakan ini.
"Terimakasih Tuhan...akhirnya aku jadi ayah"Davin langsung memeluk tubuh Raveena dan menggendongnya.
"Sayang,turunkan aku,aku pasti berat"
"Aku sangat bahagia sayang ,aku akan jadi ayah," Davin mengelus lembut perut Raveena yang masih ramping dan mengecup dengan bibir seksinya membuat Veena sedikit geli." akhh...geli sayang..."
"Baik-baik di dalam sana yaa Davin junior,jangan buat mama mu sakit" ucapnya...
Cup! cup!cup!!
__ADS_1
Davin kembali mengecup bibir Raveena dan seluruh wajahnya tanpa henti." Terimakasih istriku,kau sudah memberikan aku segalanya sekarang"