
Raveena yang berusaha memejamkan mata namun ia tidak bisa tidur memikirkan nasib perusahaan suaminya yang tengah mengalami penurunan.Ia bingung bagaimana caranya memberitahukan kepada Davin .
Tak berselang lama Davin sudah selesai dari mandinya dan siap siap untuk tidur.Davin memeluk erat pinggang Raveena yang tidur memunggunginya."Sayang..kau sudah tidur?" Tak ada jawaban davinpun menarik selimut dan menyelimuti tubuh Veena.
"Sayang..." ucap Veena tiba-tiba
"Veena.. kau belum tidur ternyata"
" Aku tidak bisa tidur?"
"Kenapa sayang? kau sakit? apanya yang sakit?" sahut Davin yang nampak panik
"Tidak..aku tidak apa-apa.Aku hanya memikirkan perusahaan." tuturnya
"Perusahaan? memangnya,ada apa dengan perusaahan sayang?"
"Tadi Jody menelpon ku,katanya ponsel mu tidak aktif ,makanya ia menelpon ku.Dia bilang kalau saat ini perusahaan sedang mengalami penurunan di karenakan ada perusahaan baru yang menyaingi kita.Jody tidak bisa mengatasinya,makanya ia meminta kau untuk segera pulang menyelesaikan masalah ini."
"Kapan Jody menelpon mu?"
"Tadi saat kau sedang memasak"
"Sudah...jangan di pikirkan lagi ya..aku akan mengatasinya ,dan aku juga yakin Jody pasti bisa,aku tidak pernah meragukan kemampuan nya menangani perusahaan.Kau tidur saja ya,semua akan baik-baik saja." Davin mengelus rambut Veena dan berusaha menenangkannya.
"Sebaiknya ....besok kita pulang saja ya"
"Tapi sayang..kita kan baru dua hari disini" bantah Davin
"Tidak apa-apa sayang...kita bisa liburan nanti kalau perusahaan sudah membaik." jelas raveena sambil tersenyum
"Baiklah sayang...besok kita pulang.Maafkan aku belum bisa membuatmu bahagia istriku"
"Tidak apa-apa sayang..perusahaan mu lebih penting "
"Tidak...kau dan perusahaan Sama sama penting untuk ku" ujarnya yang memeluk sang istri penuh cinta.
"Kau tidur saja ya..aku ingin menelpon Jody sebentar."
"Iya sayang" Raveena menarik kembali selimut nya dan membaringkan tubuhnya.Davin beranjak dari ranjang dan keluar dari kamarnya lalu menelpon Jody.
__ADS_1
"Halo...tuan"
"Jody..kenapa kau malah menelpon istriku dan memberitahunya kabar ini? apa kau tau istriku memikirkan hal ini dan bisa berdampak pada kandungannya! kau bodoh sekali!" makinya kepada Jody
"Maaf..maaf tuan,saya benar-benar kehilangan ide , ngomong-ngomong apakah istri anda sedang hamil?"
"Huhhh....iya "
"Wahh...selamat tuan..anda akan menjadi ayah"
"Iya iya...cepat beritahu aku bagaimana kabar perusahaan?"
"Saham kita mengalami penurunan tuan,saya harap tuan bisa segera kembali,karena perusahaan benar benar membutuhkan anda saat ini,saya tidak bisa mengatasinya tuan"
"Bodoh sekali kau!..menghadapi masalah kecil saja kau menyerah.Baiklah..kau tenang saja besok aku akan kembali.Mengganggu bulan maduku saja!!"
"Maaf tuan...maafkan saya..."
Tut Tut Tut !!!
Davin memutuskan ponselnya.
16 jam lebih perjalanan,akhirnya mereka sampai.Jody sudah menjemput majikannya dan membawanya pulang.
"Selamat datang kembali tuan,nyonya muda." sapanya
"Bagaimana kabar perusahaan?" sahut Davin yang mengabaikan sapa Jody.
"Sudah agak membaik dari sebelumnya tuan" sahut Jody
"Sayangkau pasti lelah, kau mau mampir untuk makan dahulu?" tanya Davin pada Raveena
"Tidak...aku tidak lapar,kita langsung pulang saja" sahut veena
"Baiklah"
Jody melajukan mobilnya dengan sedikit kencang agar cepat sampai di apartemen Davin.
...****************...
__ADS_1
Mereka telah tiba di apartemen, Luna yang sudah menyambutnya di depan pintu menundukan kepala memberi hormat untuk kedua majikannya.Luna bekerja kembali kepada Davin karena perintah Davin yang tidak ingin istrinya kewalahan.Raveena kaget saat melihat Luna yang sudah menunggunya di depan pintu untuk menyambutnya."Luna...kapan kau kesini? bukannya kau di kampung?" Raveena menoleh kebingungan menatap Davin "Aku menyuruhnya bekerja kembali,aku tidak mau melihatmu kelelahan" pangkas Davin
Raveena tidak bisa berkata-kata lagi,dia tahu suaminya itu tidak bisa di bantah"Baiklah sayang,aku mengerti".Mereka akhirnya masuk dan Luna mengambil alih barang bawaan mereka.
"Sayang ...aku lelah" Davin merebahkan dirinya di atas ranjangnya.Tak ada sahutan dari istrinya ,Davin mengangkat kepalanya dan mulai mencari-cari keberadaan sang istri."sayang..kau dimana?" Davin mencari Raveena keseluruh ruangan ,namun ternyata Veena sedang di dapur membantu Luna untuk menyiapkan makanan "Sayang..apa kau lapar? sebentar ya,aku sedang masak ,tunggu sebentar,tidak lama kok" Raveena terlihat begitu sibuk menyiapkan makanan.Davin yang melihat istrinya sedang sibuk,berbalik dan berniat untuk mandi agar tubuhnya sedikit segar.
Tak lama akhirnya mereka makan malam dan akan beristirahat...
Suatu pagi yang cerah Davin kembali bekerja di kantornya setelah sekian lama cuti karena bulan madu dengan istrinya,walaupun sebenarnya ia belum puas berlibur dengan sang istri,tapi ada sesuatu yang harus ia selesaikan
"Sayang..aku berangkat kerja dulu ya...,kau baik-baik di rumah jaga anak kita kalau ada apa-apa hubungi aku" ucapnya mesra sambil mengecup dahinya dan mengelus perut mungil sang istri yang sudah mulai membuncit."Iya sayang..kau juga hati hati di jalan" balas Veena. Mobil Davin melaju menjauhi apartemennya.
"Jody..." panggilnya."iya tuan..."
"Ku dengar..Jacob Miller sudah bebas"."Benar tuan..dialah yang menyaingi kita saat ini.Perusahaan nya berkembang begitu pesat sekarang,saya rasa ada yang membantunya hingga bisa kembali melejit setelah sekian lama.Saya takut dia akan balas dendam dan mengusik anda tuan muda"
"Sebelum itu terjadi,aku akan memusnahkannya terlebih dahulu." ucap Davin yakin.
"Bagaimana kabar Davin dan istrinya?" ucap salah seorang wanita kepada anak buahnya."Saya dengar ,istrinya sedang hamil nyonya dan mereka baru kembali dari bulan madu."
"Sialan! "umpatnya."Gugurkan kandungan Raveena bagaimanapun caranya! aku tidak ingin Davin memiliki anak dari seorang wanita murahan seperti Raveena."
"Siap nyonya"
"Kalau kau berhasil ..aku akan memberi kau upah tambahan ,tapi kalau kau gagal..jangan harap besok masih bisa bernafas!"
"Baik nyonya,akan saya laksanakan sebaik-baiknya "
"Bagus!!" ucap Angelica yang sudah terbebas dari penjara karena jaminan dari managernya Saat ini ia merencanakan sesuatu kepada Raveena untuk membalaskan dendam nya kepada Raveena karena sudah merebut Davin dari dirinya.Walaupun sudah pernah masuk dalam penjara,nampaknya ia tidak pernah jera.Ia masih ingin melanjutkan dendamnya.
"Aku kembali Raveena! ....jangan harap kali ini kau lolos dari genggamanku!" ucapnya penuh amarah.
"Luna ..aku mau keluar sebentar ya,ada sesuatu yang ingin ku beli" ucapnya kepada Luna."Biar saya temankan nyonya" usulnya."Tidak..tidak usah Luna..,aku hanya sebantar kau tunggu saja di rumah" tolak Veena
"Tapi nyonya..."
"Luna..kau disini saja,aku hanya keluar sebentar ,tidak lebih dari 30 menit" terangnya."Baiklah nyonya..tapi kalau ada apa-apa hubungi saya nyonya" kata Luna yang sedikit khawatir."Iya Luna..pasti" Raveena berjalan keluar dari apartemen nya dan segera turun dengan menggunakan lift.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba ia merasa tidak enak.Seperti ada yang mengintainya dari kejauhan.Tapi ia tidak ingin berburuk sangka dan berpikiran negatif.Ia meneruskan perjalanannya.Tiba-tiba ada yang menariknya ,membekap mulutnya dengan kain dan memasukan dirinya kedalam mobil hitam.Ia yang tak bisa berteriak berusaha melawan ,namun ia tidak mampu karena orang orang tersebut sangat besar dan kuat.
__ADS_1
(Tuhan...tolong aku.Siapa pria ini,kenapa mereka menculikku?apa maunya? suamiku...tolong aku") rintihnya dalam hati....