Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 24: Melamar


__ADS_3

Pernikahan tiba...


Semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing begitupun dengan Jody yang mengurus segala hal.Namun Davin tidak tak ambil pusing dengan acaranya hari ini,ia malah terlihat tidak peduli dan masa bodo.


Angelica masih dihiasi oleh perias ternama di kota itu.Ia nampak sangat bahagia karena akhirnya mimpinya selama beberapa tahun ini terwujud...


Hari yang di takuti oleh Veena telah tiba. Ia sebenarnya tidak ingin datang,namun hatinya juga tidak bisa berbohong kalau sebenarnya ia ingin melihat Davin menikah dengan wanita pilihannya.Dadanya terasa sesak seketika saat membayangkan Davin bersanding dengan wanita lain disaat ia mulai mencintai Davin .


"Veena ? kau sudah siap?" Rey memastikan Raveena


"Sebentar lagi Rey" ketukan dari arah pintu membuyarkan lamunan Veena


"Aku tunggu disini sayang"


"Iya Rey "


Dengan cepat Veena merias wajahnya agar terlihat segar.Ia sudah mengenakan gaun yang di beli Rey untuknya.


"Aku sudah siap Rey" Veena berdiri di hadapan Rey


Dengan mata yang melebar, Rey menatap takjub penampilan raveena dengan mulut yang ternganga,bahkan hanya untuk menelan salivanya saja Rey susah sekali.


"Ini benar-benar kau sayang?" ucap Rey kagum


"Hei,memang siapa lagi,ini aku Raveena mu Rey ."jelas Veena


"Aku tidak bisa mengenalimu veen.kau sungguh sangar cantik ."


"Terimakasih Rey "


Veena merasa sedikit tersanjung aka pujian Rey ,berbeda dengan Davin yang selalu menghinanya walaupun ia sudah berpenampilan semenarik mungkin.


Mereka pun berangkat menuju lokasi pernikahan Davin ....


"Permisi tuan,acara akan segera di mulai,mohon agar tuan memasuki altar pernikahan." perintah Jody yang sudah rapi.


Davin yang semula melamun menatap wajah Jody "Aku ragu dengan pernikahan ini,sepertinya aku tidak bisa menikah dengan Angelica,hatiku masih berpaku pada Raveena "


"Tuan ,aku mengerti apa yang kau rasakan,tapi Raveena sudah meninggalkan anda bahkan dia berpacaran dengan tuan Rey . Apa anda ingat saat kita bertemu dengannya waktu di restoran itu? dia sama sekali tidak melihat anda.Maafkan saya tuan ,kali ini saya tidak mendukung anda untuk membatalkan pernikahan anda,karena ini akan berakibat buruk dengan citra anda dan perusahaan."


Davin hanya diam tanpa sepatah kata.Ia melihat Jody yang begitu tulus menyayanginya dan merawatnya selama ini,Jody memang pantas di beri penghargaan terhadap pengabdian nya kepada Davin ....


10 Menit kemudian....


Angelica berjalan anggun dengan balutan dress berwarna putih bersih membuatnya tampak lebih cantik dari sebelumnya.Ia berjalan menghampiri Davin dengan seikat bunga di tangannya.

__ADS_1


Davin mengulurkan tangannya untuk Angelica dan mereka pun menghadap pendeta.


Semua orang disana sangat antusias menantikan momen yang membahagiakan ini.


Veena yang tak sanggup menyaksikan kepahitan ini,pamit ke belakang sebentar,padahal ia keluar dari acara tersebut karena dadanya terasa sesak untuk melihatnya...


Davin melihat kepergian Raveena yang sudah meneteskan air mata.


"Saudara Davin Atmajaya kau sudah siap?" tanya pendeta memastikan


"A--akuu...." kata Davin terbata


"Sayang ,kau sudah siap kan?" Angelica memastikan Davin


"Maaf , aku tidak bisa menikah denganmu. Aku mencintai Raveena"


Davin menghela nafas nya panjang.


Seketika semua tamu yang hadir terkejut mendengar perkataan Davin.Begitupun dengan Angelica yang sangat syok mendengar nya


"Sayang ,kau bercanda kan? tidak mungkin? tidak mungkin kau ingin...."


"Aku serius Angelica! ,Aku tidak bisa menikahimu,aku tidak mencintaimu lagi" Davin melangkah keluar meninggalkan Angelica dan semua orang yang berada di sana.


"Davin !.... Davin ! ku mohon jangan pergi ! kau tidak bisa membatalkan begitu saja!!" Angelica berusaha menarik tangan Davin,namun Davin menghempaskan tangannya.


"Tuan !! ...jangan mempermalukan diri anda tuan,disini banyak tamu penting tuan,....tuaann!!" Jody berusaha mengejar Davin namun davin tidak menghiraukan Jody


"Cari dimana istriku berada sekarang dan kabari aku secepatnya." perintah Davin kepada beberapa bodyguard nya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mencari keberadaan Raveena.


...****************...


Di sebuah danau termenung seorang gadis yang mengenakan gaun berwarna pastel dengan rambut yang diikat rapi.


Raveena terus mengusap air matanya yang tidak berhenti mengalir.


"Tidak! kenapa aku menangisi orang seperti itu? bukankah aku membencinya? tidak ini tidak boleh terjadi" semakin kuat Veena mencoba menghapus air matanya, semakin deras air matanya keluar.


Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang dengan sangat erat.


"Ternyata kau disini sayang" suara kejantanan yang membuat dada Raveena berdegup kencang.


Ia membalikan badannya dan melihat laki laki dengan dada bidang dengan wajah tampan, hidung yang mancung, intinya nyaris sempurna itu sudah berdiri di hadapannya.


Bukk!

__ADS_1


Satu pukulan mungil mengenai dada bidang davin.


"Kau!? kenapa ada disini? dimana istrimu?" Veena melihat lihat sekelilingnya mencari seseorang


"Istriku....sedang berdiri di depan ku dengan menggunakan gaun berwarna pastel dan rambut yang diikat." ucap Davin yakin


"Kau sudah gila...aku bukan istrimu lagi. Urus saja istri baru mu itu!" Veena berjalan menjauhi Davin dengan wajah cemberut


"Aku tidak punya istri selain dirimu sayang , kaulah istri ku satu satunya." Davin merayu


"Aku tidak jadi menikah dengan Angelica ,karena ku tau dirimu sangat mencintaiku" teriak Davin menghentikan langkah Veena


"Apaa!! kau...tidak jadi menikah? "


"Iya...aku tidak mencintainya lagi ,aku hanya mencintaimu Raveena Mahotama. Aku hanya ingin berada di sampingmu Raveena ,ku mohon jangan tinggalkan aku lagi sayang" suara Davin terdengar tulus dari lubuk hatinya.


" Tapi aku sudah bersama Rey "


"Aku tau ,tapi kau benar-benar mencintainya? atau kau hanya kasian padanya?" perkataan Davin membuat Veena berpikir sejenak .


"Sayang , kemari lah ...aku punya hadiah untuk mu" Davin merogoh sakunya dan mengambil sesuatu.


"Sayang...maukah kau hidup menua bersamaku ,menjalani suka maupun duka bersama" Davin menunjukan sebuah cincin berlian mewah yang tak ternilai harganya kepada Raveena .


Raveena membulatkan matanya tidak percaya kalau Davin melamarnya.


"A--akuu....aku ..tidak bisa Davin ,aku sudah milik Rey... dan kau juga sudah milik Angelica bukan?"


"Sayang kau kenapa selalu membahas Angelica terus,kita sedang berdua disini namun kau selalu membahas orang lain." Davin cemberut.


"Tapi itu benar adanya " sahut veena


"Okee...kalau kau tidak menerima lamaran ku,ku pastikan kau akan menyesal seumur hidupmu Raveena ." Davin berbalik menghadap danau dan akan melemparkan cincin tadi kedalam danau.


Plung !!


Cincin itu sudah di lempar keras oleh Davin ...


"Dalam hitungan ke tiga kau tidak juga mendekat,maka kau tidak akan bertemu aku selamanya. Satu....dua....tiga..."


Byuurr!!


Davin melompat kan dirinya kedalam danau yang cukup dalam itu.


"Tidakkkk .... !!" Veena melangkah maju menyusul Davin

__ADS_1


"Tidak! ini tidak mungkin ! Davin maafkan aku, Davin ku mohon munculah,jangan tinggalkan aku ! Davinnn....!" suara Veena terisak menangisi Davin .....


__ADS_2