Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 27 : Kecupan mesra


__ADS_3

"Aku tidak tahu soal itu ! dan aku tidak pernah meracuni pikiran siapapun! dan ingat !! yang mencari ku itu Davin sendiri,dia yang mengejar ku " tegas Veena


"Hah ! kau kira aku percaya dengan semua perkataanmu?! ,kamu sangat licik Raveena !! dan aku tidak akan membiarkan kamu bahagia bersama Davin !! kamu akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang" ancam Angelica lalu keluar dari toilet dan meninggalkan Veena.


Veena diam sejenak mendengar ancaman Angelica tadi,ia takut Angelica akan merebut Davin kembali.


"Angelica dimana Raveena ?" Davin menanyakan Veena


"Dia di dalam " sahutnya lalu melangkah ke ranjangnya.


Seketika Angelica ingin berniat licik kepada Davin dan Raveena." Aakkhhh...." Ia membungkukan badannya dan memegangi perutnya.


Seketika Davin panik dan berlari dan menopang tubuh Angelica yang hampir terjatuh.


"Kau tidak apa-apa?"


"Perutku sakit sekali,aku tidak bisa berjalan .Bisa tolong angkat aku" lirih Angelica yang berpura-pura sakit.


Davin sempat ragu ,namun Angelica yang terus mengeluh membuatnya bergerak menggendong tubuh Angelica dan membawanya ke atas ranjang.


Tanpa di sadari Raveena yang sudah keluar dari toilet menyaksikan kejadian itu,dan membuat hatinya hancur berkeping-keping.


Angelica yang tersenyum licik kepada Raveena.


("Rasakan kau Raveena ,jangan bermain-main dengan Angelica atau kau akan terbakar dengan permainanmu sendiri.Hahaha")


Raveena masuk kembali ke dalam toilet karena dadanya bergemuruh melihat adegan romantis itu.


Davin meletakkan Angelica ke atas ranjang dan ingin segera melepaskan tangan Angelica,namun Angelica malah menariknya yang membuat wajah Davin mendekat ke wajah Angelica.


"Ku mohon jangan tinggalkan aku lagi Vin, aku sangat mencintaimu.Kita bisa membangun keluarga yang bahagia bersama anak-anak kita" suara Angelica yang merintih


"Lepas !! lepaskan aku Ika.Aku tidak bisa bersamamu! aku tidak mencintaimu lagi!!" ucap Davin


"Kenapa? karena wanita kampungan itu!? Kau bahkan meninggalkan berlian hanya untuk sebuah batu kerikil Davin !!" hina Angelica


"Jaga mulutmu Ika!! yang kau sebut kerikil itu adalah istriku!, kau tidak berhak menghinanya.Dan kami akan melakukan pesta pernikahan sebentar lagi"


Raveena mendengar semua percakapan antara Davin dan Angelica dengan jelas,air matanya mulai menetes satu persatu.Namun dengan segera ia mengusap air matanya dan keluar dari toilet.


"Sayang ,kenapa lama sekali di dalam?" sapa Davin yang manja


Ia hanya tersenyum mendengar ucapan Davin."Bagaiamana kalau kita pulang saja? ini sudah mau malam kan , Angelica juga butuh istirahat kan? " Veena menatap tajam mata Angelica dengan penuh kecemburuan.


"Kau benar sayang. Angelica,aku dan Veena akan pulang karena ini sudah mau malam.Kami pamit." Davin dan Veena berjalan menuju arah luar.

__ADS_1


Angelica yang tidak suka ,memutar matanya.


"Aarrghh....awas saja kau Raveena ,kau harus mati di tanganku"


Ia mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.


"Halo....kau bereskan wanita yang bernama Raveena Mahotama secepatnya ,aku sudah muak melihatnya. Dan ingat jangan sampai ketahuan Davin dan jangan sampai menyakitinya,kau paham?"


"Baik bos"


"Bagus!"


Tut Tut Tut ....


Suara telpon terputus


Di dalam perjalanan pulang Raveena hanya diam tanpa berbicara sepatah katapun kepada Davin. Davin yang menyadari hal itu merasa ada yang aneh dengan Veena


"Sayang kau lapar? Bagaimana kalau kita makan di sebuah restoran?" ajak Davin


"Tidak. Aku makan di rumah saja" sahutnya ketus


"Mmm baiklah" Davin hanya bisa pasrah menghadapi kelakuan istrinya yang tak terpikirkan olehnya.


...****************...


Raveena yang keluar mendahului Davin tampak berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya tanpa menghiraukan sambutan dari para pelayan.


"Jody ,ku rasa ada yang aneh dengan istriku? dia kenapa?" tanyanya pada Jody


"Maaf tuan ,masalah perempuan saya juga tidak terlalu mengerti,tapi apa tuan pernah membuat kesalahan sebelum pulang tadi tuan?"


"Apa dia melihatku menggendong Angelica tadi?"


"Mungkin nona cemburu tuan?" sahut Jody


Davin pun berjalan menuju kamarnya dan mendapati Raveena yang sedang mandi


"Sayang....aku juga mau mandi, aku buka ya? kita mandi sama-sama?"


"Jangaaan.....tunggu aku sebentar lagi selesai !" teriak Veena dari dalam.


"Tapi aku mau mandi bersamamu sayang" bujuk Davin


"Tidak! aku tidak mauu...!"

__ADS_1


"Baiklah sayang,aku akan menunggumu..." ucap Davin yang kecewa


15 menit berlalu,Veena yang sudah selesai keluar dari kamar mandi


Davin yang masih sibuk dengan laptopnya tidak melihat Veena yang sudah berbaring di kasur dan bersiap untuk tidur.


Karena sudah mengantuk Davin segera mandi dan bergegas untuk tidur.Ia mendapati istrinya yang sudah terlelap dalam balutan selimut yang menutupi sebagian tubunya.


Davin yang sudah tergoda dengan lekuk tubuh Veena,mulai mengelus-elus rambut Veena ,turun ke wajahnya dan berakhir pada pinggang ramping Raveena.


Davin mulai mencumbui Raveena dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Veena bergeliat karena merasa ada yang mengelus tubuhnya.


Saat ia tersadar,sontak ia kaget mendapati Davin yang sudah berada di atasnya dan mendorong tubuh Davin hingga terpental ke sisi ranjang.


"Apa yang kau lakukan!?" teriak Veena kecil karena ini sudah malam.


"Sayang ada apa?, bukankah kita suami istri?"


"Tapi aku belum siap" dengan cepat Veena menarik selimut dan menutupi seluruh tubunya.


"Aku tahu kau tidak pernah mencintaiku Raveena .Baiklah aku tidak akan pernah menyentuhmu lagi " dengan suara yang terdengar kecewa Davin berjalan menuju balkon kamarnya.


Sebenarnya Raveena bukan tidak mau,tapi masih kesal dengan Davin yang bermesraan dengan Angelica.


Ia pelan pelan membuka selimutnya dan mendapati Davin dengan sebotol wine di tangannya.Ia merasa bersalah karena sudah mengecewakan Davin .


Ia turun dari ranjangnya dan berjalan menuju balkon menyusul Davin.


Ia memeluk Davin yang tidak menggunakan baju dan hanya memakai celana dari belakang.


"Kenapa belum tidur? jangan pedulikan aku, aku tidak apa apa!"


"Sayang, aku minta maaf,bukan maksud aku menolakmu tapi..."


"Tapi apa!? harus berapa lama lagi Raveena aku sudah menahannya bertahun tahun dan sekarang seenaknya kau bilang belum siap? aku. Laki laki Raveena aku juga punya nafsu." bentak Davin yang sedikit mendorong tubuh Veena


"Kenapa tidak kau lakukan saja dengan Angelica? bukankah kau menggendongnya tadi? " Veena membentak balik Davin


"Jadi ini semua karena Angelica? apa kau cemburu? " Davin mulai tersenyum tipis.


"Iyaa!!, kau senang sekali bukan dicintai oleh dua wanita sekaligus"


"Tidak sayang ,aku hanya senang karena di cemburui olehmu" Davin mengelus lembut rambut Veena.

__ADS_1


"Jangan menyentuh ku ! sentuh saja Ika mu itu!" Veena memalingkan tubuhnya dari Davin dan berniat untuk pergi ke kamar kembali.Namum Davin menarik tangan Veena sehingga membuat Veena berada di pelukan Davin yang hangat...."Aku sangat mencintaimu Raveena ,bagaimana mungkin kau menyuruhku menyentuh wanita lain selain dirimu" Davin memberi kecupan mesra di leher jenjang Raveena .....


__ADS_2