
Saat reynold lengah Raveena beranjak dari ranjang dan berlari ke arah pintu ,namun dengan cepat Rey menangkapnya.
"Lepass...!!! aku mau pulang.." Raveena mendorong tubuh Rey
"Ayolah sayang, temani aku sebentar saja" Rey mendekati Veena
"Tidak sudi!! cihh" Raveena meludahi Rey
"Kau meludahiku? wah wah wahh....kau sudah berani denganku? " Rey menarik rambut Veena ,sehingga ia berteriak kesakitan."Aakkhh....lepas....ini sakit.."
Rey mendorong tubuh raveena hingga mereka terjatuh di atas ranjang yang sama. Angelica sudah mulai merekamnya dan berniat untuk memberikan rekaman itu kepada Davin.Ia bersembunyi di balik pintu kamar mandi.
"Jangan..ku mohon jangan Rey" Veena terus berontak dan memukuli wajah Rey.Rey yang semakin geram berusaha mencium bibir Raveena .Rey ******* habis bibir Raveena hingga nafasnya tersengal-sengal.
"Bibirmu enak sekali Raveena ,pantas saja Davin begitu menyukaimu."
"Jangan...ku mohon berhenti,tidakkk....!!"
Raveena terus berteriak saat Rey meraba raba pahanya yang mulus.
BUKK!!
Tiba-tiba Davin menarik kerah Reynold dan memukulnya dengan keras.
"Kau bajingan!! beraninya menyentuh istriku !
"Davin " pekik Reynold
Davin mengangkat tubuh Rey dan menyudutkannya ke tembok.Davin terus memukuli Rey tanpa ampun.
BUKK!
BUKK!
BUKK!
"Aakkhhh....ampun Davin ,ampunn ,aku bisa mati di tanganmu.Akkhhh...."
"Kau memang pantas untuk ku bunuh! laki laki sepertimu tidak layak untuk hidup!!" Davin mengambil pistol dari balik celananya dan menodong Rey dengan pistol itu.
"Katakan ! siapa yang sudah merencanakan penculikan ini!??"
Rey tidak bisa berkata-kata,mulutnya terkunci Angelica yang sudah panik ,badan nya gemetar di dalam kamar mandi.
"KATAKAN!!!"
"Katakan atau peluru ini menancap di kepalamu!! Katakan!!"
"Angelica...iyaa Angelica,Angelica yang merencanakannya."
"Jangan berbohong padaku!!"
"Tidak, aku tidak berbohong ,dia ada di kamar mandi sekarang "
Davin mengecek ke kamar mandi.saat akan di buka ,pintu nya terkunci dari dalam.
"Buka!!"pekik Davin
"Buka, atau aku akan mendobraknya !"
__ADS_1
Namun tidak ada sahutan dari kamar mandi.
BRAKK!!
Davin mendobrak pintu kamar mandi dan mendapati Angelica yang sedang bergetar ketakutan.
Glekk!!
Angelica kesulitan menelan salivanya karena gemetar saat Davin mendobrak pintu kamar mandi.
"Davin ..?"
PLAKK!!
"Ternyata kau dalang dari semua ini !" bentak Davin
"Davin...tunggu dulu..ini tidak seperti yang kamu kira !! aku....di paksa olehnya untuk menculik istrimu dan merekam aksinya lalu mengirimkan nya padamu...aku bersumpah Davin ..aku di paksa oleh rey" Angelica berdusta.
"Kau!! beraninya berbohong !! jelas jelas kau yang merencanakan ini semua, malah menuduhku" bela Rey
"Tidak Davin ...itu tidak benar...dia..dia yang memaksaku,mana mungkin aku berani bermain main dengan mu Vin ..hiks hiks" Angelica pura pura menangis.
"Kau!!" bentak Rey
"Sudah!!....aku tidak ingin mendengar penjelasan kalian, Jody ? jebloskan sialan ini ke dalam penjara, hukum seberat beratnya."
"Baik tuan.Ayo ikut aku" Jody menggiring Rey dan Angelica ke kantor polisi.
"Tidak!! Vin ..dengarkan aku ..aku tidak bersalah..aku di paksa olehnya.Davin ku mohon beri aku kesempatan sekali lagi,aku akan berubah, aku tidak akan mengganggu mu lagi." Angelica memohon-mohon di kaki Davin
"Dulu aku sangat mencintaimu Angelica ,tapi sekarang setelah semua perbuatanmu padaku dan istriku ,aku tidak bisa memaafkanmu lagi.Di luar negeri aku tahu kau berselingkuh ,bahkan aku punya buktinya , bodyguard ku mengirimkan beberapa foto dirimu yang sedang tidur bersama laki laki lain di luar sana,sebelum kita akan melangsungkan pernikahan,Karena hal itu aku membatalkan pernikahan kita, tapi aku bisa memaafkanmu.Tapi untuk sekarang? maaf aku harus melakukannya,!!... Jody, seret wanita ini dari hadapanku!!'
Davin langsung menghampiri istrinya yang masih terikat.raveena sepertinya syok dengan kejadian tadi."Sayang,kau tidak apa-apa kan?" Davin berusaha melepaskan ikatan di tangan Veena.
"Aku...aku tidak di apa-apakan oleh Rey...aku...aku hanya..hiks hiks" Raveena tidak bisa meneruskan katanya dan menangis di dalam pelukan Davin.
"Sayang...aku percaya padamu..sudah jangan menangis lagi. aku sudah disini,tenang yaa" Davin memeluk Raveena erat dan mengelus rambut Raveena yang menangis deras.
"Ayo kita pulang,kita istirahat di rumah yaa.." Davin mengusap air mata Veena yang sudah mulai surut Lalu tanpa ragu menggendong Raveena masuk kedalam mobil sportnya.
...****************...
Di perjalanan....
"Sayang,bagaimana bisa ini terjadi? "
"Aku..aku sedang ketoilet sebentar,lalu setelah selesai aku keluar,tapi tiba-tiba saja ada yang membekap ku dari belakang ,dan menyeret ku ke sebuah mobil...Aku sempat berontak namun ,karena lelah aku pingsan. Hiks hikss...." Raveena berderai air mata lagi mengingat kejadian tadi.
"Sudah ,sudah sayang jangan di ingat -ingat lagi. maafkan aku karena tidak bisa menjagamu " Davin memegang erat tangan Raveena.
Di mansion...
Luna yang sejak tadi khawatir dengan Raveena ,merasa lega saat melihat tuannya sudah pulang dan membawa Raveena dengan selamat.
"Tuan, Nyonya?? ya Tuhan...nyonya tidak apa-apa kan?"Luna memeriksa seluruh bagian tubuh Veena.
"Luna..aku baik-baik saja,aku tidak apa-apa" terangnya
"Saya sangat khawatir nyonya, dan saya merasa bersalah karena tidak ikut ke toilet bersama anda tadi"
__ADS_1
"Sudah..jangan di perpanjang, toh juga istriku sudah selamat sekarang." sahut Davin menengahi.
"Davin benar ,ayo kita masuk"
Davin dan Raveena masuk ke dalam kamarnya, namun tiba-tiba..
Set!
Davin menggendong tubuh istrinya menaiki tangga .Luna yang melihatnya mesra hanya bisa tersenyum bahagia...
"Sayang..apa yang kau lakukan? aku berat ,turunkan aku..." raveena berusaha untuk melepaskan diri nya dari gendongan Davin
"Kau tidak berat sayang.."
"Tapi aku malu dengan Luna, dia kan tidak punya pasangan" bisiknya pada Davin
"Aku melarangnya untuk berpacaran,karena aku takut nanti dia akan lalai dengan pekerjaannya."
"Davin...kau tidak boleh egois begitu..Luna juga seorang perempuan ,dia berhak jatuh cinta. Bagaimana kalau dia menjadi perawan tua?"
"Hahaha...kau benar sayang..Bagaimana kalau kita jodohkan dengan Jody ?"
"Hemmm...boleh juga sayang,kebetulan Jody juga lagi sendiri"
Raveena mengendus-endus aroma tubuh Davin, baginya aroma tubuh Davin adalah candu..
"Sayang...kau harum sekali" Raveena mencium leher Davin
"Sayang...jangan menggodaku "
"Siapa yang menggodamu? kau memang wangi ,aku suka"
"Kamu suka yang mana?
"Semuanya.Aku suka semuanya.."
"Benarkah?"
"Iyaa..."
Tak terasa mereka sudah sampai di dalam kamarnya.Davin meletakan tubuh istrinya tepat di bawahnya.
"Aku suka hidungmu,bibirmu,matamu,semuanya...aku suka " Raveena mengelus wajah Davin lembut.
"Semua ini milikmu sayang, kau bisa menyentuhnya kapan saja."
"Benarkah??"
"Sure" Davin tersenyum manis
Saat akan mencium bibir Raveena , tiba-tiba Raveena menghentikan Davin ."Sayang...aku mau mandi dulu"
"Tidak usah mandi,kau sudah cantik dan wangi."
"Tapi aku berkeringat, tubuhku juga terasa lengket."
"Tidak apa-apa,nanti juga akan berkeringat." Davin tersenyum menyeringai
("Hah...apa maksud Davin ? apa? nanti kita akan??").....
__ADS_1