Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta

Ketika Sang Mafia Jatuh Cinta
Chapter 25: Kembali


__ADS_3

15 menit berlalu namun Davin tidak juga muncul ke permukaan membuat Raveena Semakin panik.Raveena melihat sekelilingnya mencari cari seseorang yang bisa membantu nya menemukan Davin namun disana sangat sepi padahal hari masih sore dan masih terang.


"Davin ...ku mohon munculah ,aku mencintaimu sayang..." Veena mencoba memukuli air berharap Davin keluar dari air.


bodyguard Davin hendak menyusul Raveena namun Jody menghalangi nya.


"Tolong...tolong suamiku Jody ,ku mohon tolonglah, dia sudah lama di dalam air ." Veena menangis semakin deras.


Namun tidak ada tanggapan dari Jody,membuat Veena kesal dan melangkah kearah Jody dan memukul dadanya.


Bukk !


"Kau jahat...Bagaimana bisa kau diam saja disaat Davin membutuhkan pertolongan !! kalau sampai Davin kenapa-napa aku tidak akan memaafkanmu !!"


Veena berlari kearah pinggir danau ,membuka sepatunya heels nya dan menceburkan diri ke dalam danau.


Byurr !!


"Nyonyaaa......jangan ...!!" teriak jody dari kejauhan


Mereka semua panik karena kedua majikan yang sedang jatuh cinta itu sedang menunjukan cintanya masing-masing.


Tak lama akhirnya mereka muncul besama.Raveena yang sudah di gendong Davin memegangi erat leher Davin yang sedang menuju keluar danau.


Jody dan para bodyguard nya langsung menghampiri mereka berdua."Tuan , Nyonya ? ,kalian tidak apa-apa?"


"Kau buta? tidak lihat kami ngos-ngosan begini , malah bertanya tidak apa-apa!!" sahut veena yang masih kesal.


" Maaf nyonya "


Davin menyeringai tipis melihat kelucuan Veena ." Jody ambilkan istriku handuk, kasihan istriku kedinginan."


"baik tuan" Jody berlari ke arah mobil untuk mendapatkan handuk.


"Veena sayang kau tidak ingin menatapku?" Davin menyentuh pundak Veena


Bukk...!


"Apa yang kau lakukan barusan hah!! kau ingin menguji ku?!" gerutu veena yang kesal


"Iya...aku hanya ingin tahu seberapa cintamu padaku? ternyata sedalam itu,bahkan kau rela mengorbankan dirimu dengan melopat ke danau padahal kau tidak bisa berenang.Kau bodoh sekali Raveena ,bagaimana kalau kau kehabisan nafas di dalam air? untung saja aku dengan cepat menangkap mu dan membawa mu keluar." Davin melepaskan senyum puas di bibirnya.


"Iyaa aku tau aku bodoh...sangat bodoh karena sudah mencintai Laki laki gila sepertimu.Kenapa aku tidak meninggalkan mu saja tadi ,malah aku meceburkan diri di danau ? itu sama saja dengan membunuh diri ku sendiri" sahut veena yang semakin kesal.


Set !!


"Itu karena kau mencintaiku sayang" Davin menarik tangan Veena dan memluknya erat sambil mengelus rambut Veena yang basah.

__ADS_1


Secara langsung mata Veena di suguhi oleh pemandangan luar biasa bahkan semua wanita menginginkan tubuh itu .Dada Davin yang bidang dan perutnya yang six pack mampu membuat mata Veena membulat lebar memandang surga itu.


"Aku tidak ragu lagi padamu Veena ,ku tahu kau sangat mencintaiku,kita mulai dari awal lagi bersama sama yaah? kita buat hubungan kita menjadi lebih baik lagi"


"Tapi bagaimana dengan Rey ? " Veena mengangkat kepalanya menatap wajah Davin


"Dia tidak mencintaimu tulus Veena ,ia hanya menginginkan tubuhmu saja"


"Darimana kau tahu"


"Aku Davin Atmajaya,apapun aku tau di dunia ini,bahkan hanya untuk kerikil seperti Reynold itu." ucap Davin bangga


"Cihh...pede sekali" ledek Veena


Jody yang sedang melangkah menuju Davin dan Veena menghentikan langkahnya demi menyaksikan untuk pertama kali kemesraan mereka berdua setelah 6 bulan ini terpisah dan mereka menyatukan cinta mereka kembali ....


...****************...


Di sisi lain Angelica sedang di bawa ke rumah sakit karena syok dan pingsan dengan kejadian tadi yang menimpanya.Ia menahan rasa marah dan malu secara bersamaan. Ia di bawa oleh Rey dan bodyguard Davin .


"Bagaimana keadaannya dok" tanya Rey pada dokter yang menangani Angelica


"Tidak apa-apa,dia hanya syok saja,nanti juga akan membaik,tapi sekarang biarkan dia istirahat dulu agar dirinya tenang" terang dokter tersebut


"Kalian pengantin baru ya?" kata dokter tiba-tiba


"T--tidaak dokk! itu hanya teman...iyaa teman saya" elak Rey


"Iya dok, terimakasih"


"Permisi tuan,ini handuknya" Jody menyerahkan kepada Davin


"Saya tunggu di mobil tuan "


"Iyaa ,pergi sana" Davin mengusir Jody


"Sayang ini pakai handuknya,nanti kau masuk angin " Davin memakaikan handuk ke tubuh Veena agar dia sedikit hangat dan membiarkan dirinya kedinginan dengan pakaian yang basah.


"Sayang ..."


"Mmmm.." sahut veena


"Bawa sini jarimu"


"Kau mau apa ?"


Davin memakaikan cincin tadi yang ia buang ke danau.Sebenarnya ia mencari cincin itu yang membuat nya lama di dalam air tadi

__ADS_1


"Mulai sekarang kau hanya miliku,dan tidak ada yang bisa mengambil mu dari ku" Davin menatap Veena sangat dalam dan mulai mencium tangan Veena.


Veena tersenyum malu malu saat merasakan ciuman hangat bibir Davin.


Davin sedikit menarik tangan Veena hingga membuat tubuh Veena mendekat pada Davin .Saat Davin ingin mencium bibir Veena ,dengan cepat Veena melepaskan tubuhnya dari Davin dan mengalihkan pandangannya pada danau.


"Kenapa? kau tidak ingin mencium ku?" ucap Davin yang jengkel


"Eee...aanuu ,kita pulang saja ,ini sudah mau malam nanti kita masuk angin." Veena berusaha mengalihkan perhatian Davin


"Haha kau benar sayang. Bilang saja kau tidak ingin mencium ku"


"Bukan begitu sayang,nanti kita sakit bagaimana? kau mau sakit?"


"Aku sudah sakit semenjak engkau meninggalkan aku 6 bulan lalu Raveena ,dan sekarang sakit itu tidak terasa karena aku bersamamu lagi"


"Gombal " ejek Veena yang memanyunkan bibirnya.


"Terserah kau Veena "


Mereka berdua berjalan menuju mobil .Jody sudah menunggunya sejak tadi.


"Silahkan tuan,nyonya" Jody bergegas membukakan pintu mobilnya saat melihat Davin dan Veena yang sudah dekat mobil.


Veena duduk agak jauh dari Davin karena rasa canggung yang luar biasa. Davin yang awalnya keras,angkuh dan penuh dengan kekejaman kini berubah menjadi laki laki yang lemah lembut .


"Sayang geser sedikit aku tidak bisa jauh jauh darimu" Davin memelas


Veena menggeser tubuhnya sedikit membuat Davin semakin kesal.


"Kalau begitu aku yang menggeserkan tubuhku" Davin memindahkan tubuhnya dan mendekap tubuh Veena erat


"Aku sangat menyayangimu Raveena ku,jangan membuatku tambah kesal dan ingin memakanmu" perkataan Davin membuat Veena dan Jody tertawa cekikikan.


Hari semakin gelap, membuat Veena terlelap di pelukan Davin yang hangat. Davin mengetahui istrinya yang sudah pulas mengelus elus rambut Veena yang wangi.


"Bahkan wangi rambutmu saja sudah menjadi candu bagi ku sayang, aku berjanji akan membuatmu selalu bahagia sayang"


"Jody siapkan pesta pernikahan ku dan Raveena secepatnya ,aku tidak mau orang lain merebutnya lagi dariku"...


"Baik tuan ,tapi mengenai nona Angelica,dia di bawa ke rumah sakit tadi oleh Rey dan beberapa bodyguard kita tuan,"


"Hemmm...besok kita menjenguknya dan ingat jangan membahas Angelica di depan Raveena "


"Maaf tuan"


"lajukan lagi mobilnya"

__ADS_1


"Baik"


Jody menancapkan gas lagi dan menyusuri jalan yang sudah mulai sunyi .....


__ADS_2